Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Food Waste Capai 14,7 Juta Ton, Teknologi 3D Food Printing Berbasis AI Bisa Jadi Jalan Keluar

Food Waste Capai 14,7 Juta Ton, Teknologi 3D Food Printing Berbasis AI Bisa Jadi Jalan Keluar

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
01 Desember 2025, 01.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Teknologi 3D
Teknologi 3D <em>Food Printing </em>memungkinkan pencetakan makanan dengan bentuk dan tekstur kompleks sesuai kebutuhan nutrisi (Sumber: Digital Trends)

Oleh : Najwati Fadiah

JurnalPost.com - Food waste masih menjadi persoalan besar dalam sistem pangan Indonesia. Besarnya jumlah sisa makanan yang terbuang setiap tahun menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam produksi, distribusi, dan konsumsi pangan. Berdasarkan UNEP Food Waste Index Report 2024, Indonesia menghasilkan sekitar 14,73 juta ton makanan terbuang per tahun. Laporan SIPSN 2024 juga mencatat bahwa 39,25% timbulan sampah nasional terdiri atas sisa makanan. Jika dikonversi ke potensi pemenuhan kebutuhan pangan, Bappenas memperkirakan jumlah tersebut mampu mencukupi kebutuhan makan hingga 29–47% populasi Indonesia. Angka ini menandakan hilangnya sumber daya gizi dalam jumlah besar dan tingginya beban lingkungan akibat pembusukan sisa makanan yang meningkatkan emisi gas rumah kaca, terutama metana. Situasi ini menuntut kehadiran inovasi yang tidak hanya memperpanjang umur simpan pangan, tetapi juga mampu mengubah sisa pangan menjadi produk bernilai tambah.

IKLAN

Dalam hal inilah muncul urgensi untuk mengembangkan 3D food printing berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai pendekatan baru terhadap pengolahan ulang sisa pangan. Teknologi 3D food printing memungkinkan bahan pangan dengan karakteristik heterogen seperti sisa sayuran, buah, atau umbi untuk diproses menjadi bentuk baru yang terstruktur, menarik, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi. Integrasi AI menjadi aspek kunci karena food waste umumnya memiliki variabilitas yang tinggi dalam kualitas, kadar air, dan kandungan gizi. Melalui analisis berbasis AI, karakteristik tersebut dapat dipetakan secara menyeluruh sehingga proses pencetakan makanan lebih presisi, stabil, dan efisien. AI berperan dalam beberapa tahap, mulai dari ingredient profiling, optimasi formulasi, pengendalian mutu secara real-time, hingga personalisasi nilai gizi. Sistem dapat menganalisis komposisi bahan dari food waste, menentukan rasio pencampuran yang ideal, dan menyesuaikannya dengan target tekstur atau nilai gizi.

Kepala BSSN Soroti
Baca Juga

Kepala BSSN Soroti Ancaman Agentic AI, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber ASEAN–Jepang

IKLAN

Pengembangan 3D food printing berbasis AI memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, teknologi ini diharapkan mampu mengurangi timbulan food waste secara signifikan dengan mengubah sisa pangan menjadi produk baru yang aman dikonsumsi. Kedua, proses transformasi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah bahan pangan sisa sehingga food waste tidak lagi dianggap limbah, tetapi menjadi sumber daya ekonomi yang dapat dimanfaatkan. Ketiga, teknologi ini memungkinkan personalisasi produk untuk kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, atau pasien dengan kebutuhan diet khusus. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga berkontribusi terhadap perbaikan kualitas gizi masyarakat.

Dari perspektif keberlanjutan, teknologi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Kedua tujuan tersebut menekankan pentingnya pengurangan limbah pangan di sepanjang rantai pasok serta peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan. Dengan kemampuan menciptakan pangan baru dari bahan sisa, 3D food printing berbasis AI menjadi salah satu strategi konkret yang mendukung ekonomi sirkular di bidang pangan.

Penguatan teknologi ini menekankan bahwa integrasi AI perlu diorientasikan tidak hanya untuk industri besar, tetapi juga untuk skala yang lebih kecil. Pengembangan sistem modular yang mudah dioperasikan memungkinkan teknologi ini digunakan oleh UMKM, komunitas lokal, hingga pusat pengolahan pangan di masyarakat. Dengan demikian, inovasi ini dapat menjangkau berbagai lini, memperluas dampak, dan menciptakan budaya pengelolaan ulang makanan yang lebih bertanggung jawab.

Pengembangan 3D food printing berbasis kecerdasan buatan merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pangan nasional yang lebih adaptif. Teknologi ini menawarkan solusi komprehensif dengan mengubah sisa makanan menjadi produk bernilai, meningkatkan efisiensi formulasi, menjaga konsistensi mutu, dan mendukung kebutuhan nutrisi masyarakat. Dengan penguatan riset, dukungan kebijakan, serta kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah, teknologi ini berpotensi menjadi bagian penting dari transformasi sistem pangan Indonesia menuju masa depan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Modern Classroom Presentation
Baca Juga

Public Speaking di Era Digital: Berkomunikasi dengan Percaya Diri di Depan Publik

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/food-waste-capai-147-juta-ton-teknologi-3d-food-printing-berbasis-ai-bisa-jadi-jalan-keluar/88598/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.06 WITA

  • #Teknologi 3D
  • #Teknologi Digital

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar
  2. 2

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  3. 3

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  4. 4

    Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.