• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Artikel

Optimasi Dedak dan Bekatul sebagai Pangan Fungsional untuk Penanggulangan Stunting dan Gizi Buruk

fatimah ReskyPenulisfatimah Resky
4 Juni 2025
in Artikel
Waktu Membaca:5 menit membaca
A A
0

Penulis: Dyah Ayu Purnamaningtyas

Pendahuluan
Hidup sehat adalah impian semua orang. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam kesehatan adalah asupan makanan yang bergizi dan berkualitas. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat dapat menjalani aktivitas tanpa gangguan penyakit. Teknologi yang berkembang pesat menyebabkan kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin berkembang. Hal itu juga yang menyebabkan Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan yang salah satunya dalam hal kemajuan teknologi dan ilmu dalam bidang pangan. Namun masalah kesehatan menjadi salah satu masalah serius di Indonesia seperti masalah stunting dan gizi buruk. Stunting adalah kondisi pertumbuhan yang berbeda dimana balita mengalami gangguan tinggi badan. Salah satu faktor yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada balita karena kecukupan gizi yang kurang seperti kekurangan kalori dan mikronutrien. Indonesia memiliki program (SDGs) yang menjadi salah satu program yang diutamakan. Stunting merupakan salah satu program dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pada program SDGs ke 2, Indonesia berupaya mewujudkan SDGs ke-2, yang bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, memastikan ketahanan pangan serta gizi yang lebih baik, dan mendukung pertanian berkelanjutan (Nirmalasari et al.2020).

RelatedPosts

Roblox: Prospek Dunia Virtual atau Ancaman Bagi Generasi Muda?

Nira Banten dan Rumput Laut: Dua Harta Alam yang Siap Menjadi Masa Depan Minuman Sehat Indonesia

Evaluasi Nilai Gizi pada Tepung Terigu: Kenapa Penting? Yuk Simak!

Kemajuan teknologi selain bermanfaat bagi masyarakat juga sebagai salah satu faktor penunjang kemajuan sebuah negara. Dalam bidang pangan, teknologi pangan mengalami kemajuan yang signifikan. Ilmu pangan lebih berfokus pada ilmu pengetahuan yang melibatkan segala proses kimia dalam melakukan penelitian pangan. Sedangkan pada teknologi pengan, proses pengolahan bahan pangan hingga penyimpanan makanan membutuhkan ilmu pengetahuan untuk mengetahui komposisi yang tepat. . Kebutuhan pangan akan terpenuhi dengan bantuan teknologi baru yang semakin dikembangkan Menkonsumsi makanan yang bergizi untuk memenuhi kecukupan kebutuhan gizi dapat sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi stunting. Banyak bahan pangan yang belum diolah dengan baik yang memiliki potensi sebagai optimasi kecukupan gizi pada balita.
Dengan adannya teknologi yang dikembangkan melalui ilmu pengetahuan akan menghasilkan produk pangan yang dapat mengurangi angka stunting di Indonesia. Dalam rencana jangka panjang, penelitian demi penelitian yang dilakukan akan menghasilkan produk pangan yang berkualitas. Pengembangan ilmu dan teknologi yang tepat akan menghasilkan sebuah teknologi pangan baru yang menghasilkan produk pangan yang memiliki kualitas gizi yang baik. Sehingga dibutuhkan pengembangan produk pangan baru yang dapat menjadi mencukupi kebutuhan nutrisi balita dalam penanggulangan stunting. Salah satu sumber bahan pangan yang berpotensi untuk menanggani stunting adalah bekatul. Bekatul merupakan hasil penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Perlu diketahui bahwa bekatul mengandung nilai gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan senyawa bioaktif yang bermanfaat.

Pembahasan
Beras merupakan sumber karbohidrat yang hampir dikonsumsi oleh seluruh kalangan di dunia terutama di Indonesia. Indonesia termaksud dalam negara pemasok beras tersebar. Pada tahun 2018, beras yang dikonsumsi di Indonesia mencapai 29,57 juta ton. (Wijayanti dan Arniputri, 2019). Pengolahan padi menjadi beras menghasilkan produk samping berupa sekam, dedak, dan bekatul. FAO menyatakan dedak merupakan hasil penggilingan padi pada lapisan sebelah luar butiran beras sedangkan bekatul lapisan sebelah dalam butiran beras (lapisan aleuron atau kulit ari).

Gambar 1. Komponen Rice Brain (Manzoor et al. 2023)

Selama ini bekatul hanya dijadikan sebagi pakan nutrisi ternak yang belum banyak orang tahu bahwa bekatul terdiri dari senyawa bioaktif, seperti asam amino, asam fenolat, flavonoid, vitamin E, ÿ-oryzanol dan senyawa pigmen yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu bekatul memiliki potensi sebagai pangan potensial (Peanparkdee dan Iwamoto, 2019).

Tabel 1. Komposisi nutrisi Bekatul

Sumber : (Kalpanadevi et al., 2018)

Bayi hingga balita membutuhkan nutrisi yang cukup untuk perkembangan dan pertumbuhan. Gizi yang kurang lebih banyak dialami oleh anak yang berusia di atas 1 tahun. Hal ini dikarenakan setelah anak tidak mendapatkan ASI, anak tidak mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu anak yang menderita sakit terutama penyakit infeksi akan sangat mudah mengalami penurunan status gizi dan gangguan pertumbuhan jika pemberian makanan selama sakit dan selama masa pemulihan tidak tepat. Pertumbuhan yang terganggu dapat menyebabkan anak tidak mengalami tinggi badan yang sesuai dengan umur mereka.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa dedak padi meiliki nilai gizinya yang tinggi, senyawa bioaktif, dan keuntungan kesehatan yang substansial (Wu et al., 2019) Selain menjadi komponen penting dari makanan bayi, protein yang ditemukan dalam bekatul tidak mengandung gluten , kedelai, dan laktosa, menjadikannya suplemen makanan yang tidak menyebabkan alergi dan lebih sehat (Zheng et al., 2019). Komposisi nutrisi dalam bekatul belum banyak diketahui masyarakat. Pada tabel 1 dapat dilihat komposisi dari dedak padi

Tabel 2. Kompisisi nurisi dedak padi

Sumber : Manzoor et al. 2023

Profil nutrisinya yang sangat baik dalam bekatul dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan makanan fungsional seperti roti, es krim, mi, pasta, corn flakes, dan shortening tanpa lemak trans ( Sardarodiyan dan Salehi, 2016 ). Bekatul memiliki protein dengan kualitas tinggi, protein ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan makanan penanggulangan stunting dan gizi buruk. Bekatul dapat diolah menjadi bubur, susu, pangan fungsional (Wagustina 2017; (Amir et al., 2020); (Estiasih et al., 2021)). Selain sebagai salah satu cara penanggulangan stunting dan gizi buruk di Indonesia, pengolahan bekatul dapat manjadi potensi pemanfaatn produk samping dari berasa sehingg dapat dimanfakan dengan baik.

Pada pegolahan bubur bekatul sebagai makanan pendamping dapat menjadi penambah berat badan pada untuk menurunkan angka kekurangan gizi. Pemberian makanan tambahan dengan kandungan nutrisi yang lengkap dapat meningkatkan berat badan anak yang mengalami gizi kurang. Formula bubur bekatul memiliki komposisi yang lengkap, karena menggunakan bekatul dan tepung beras sebagai sumber energi. Penambahan minyak nabati dan susu fullcream berfungsi sebagai sumber lemak. Sehingga bubur bekatul efektik untuk mencukupi gizi pada anak (Wagustina, 2017). Namun dalam pembuatan bubur bekatul terdapat bahan tambahan lain seperti tepung tempe dan tepung ikan.

Susu bekatul dibuat dengan (Issara & Rawdkuen, 2016) menyatakan bahwa susu bekatul memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan menjadi minuman nabati fungsional dengan sifat antioksidan. Susu bekatul memiliki potensi dalam membantu mencegah stunting karena kaya akan nutrisi seperti vitamin B, mineral (seperti magnesium dan fosfor), serta serat. Bekatul yang merupakan bagian luar dari beras, juga mengandung antioksidan dan asam lemak esensial yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kombinasi nutrisi ini dapat membantu memperbaiki asupan gizi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mendukung perkembangan tulang serta otak, yang semuanya berperan dalam pencegahan stunting

Daftar Pustaka
Amir, Y., Sirajuddin, S., & Syam, A. (2020). Daya Terima Susu Bekatul Sebagai Pangan Fungsional. Hasanuddin Journal of Public Health, 1(1), 16–25. https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1.9509
Estiasih, T., Ahmadi, K., & Santoso, V. (2021). Senyawa bioaktif dan potensi bekatul beras (Oryza sativa) sebagai bahan pangan fungsional. Teknologi Pangan: Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 12(1), 30–43.
Issara, U., & Rawdkuen, S. (2016). Organic Rice Bran Milk : Production and Its Natural Quality Organic Rice Bran Milk : Production and Its Natural Quality. 1 St Joint ACS AGFD- ACS ICSCT Symposium Thailand, March 2014, 1–8.
Kalpanadevi, C., Singh, V. & Subramanian, R. Pengaruh penggilingan terhadap komposisi gizi dedak dari berbagai varietas padi.J Food Sci Technol 55 , 2259–2269 (2018). https://doi.org/10.1007/s13197-018-3143-9
Manzoor, A., Pandey, V. K., Dar, A. H., Fayaz, U., Dash, K. K., Shams, R., … & Ganaie, T. A. (2023). Rice bran: Nutritional, phytochemical, and pharmacological profile and its contribution to human health promotion. Food chemistry advances, 2, 100296.
Nirmalasari, N. O. (2020). STUNTING PADA ANAK: PENYEBAB DAN FAKTOR RISIKO STUNTING DI INDONESIA. QAWWAM, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/qawwam.v14i1.2372
Peanparkdee, M., & Iwamoto, S. (2019). Bioactive compounds from by-products of rice cultivation and rice processing: Extraction and application in the food and pharmaceutical industries. Trends in Food Science and Technology, 86(July 2018), 109–117. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2019.02.041
Salehi, E. A., & Sardarodiyan, M. (2016). Bioactive phytochemicals in rice bran: Processing and functional properties. Biochem Ind J, 10(3), 101.
Wagustina, S. (2017). Formulasi Bubur Bekatul (Nutrice Bran Fisoy) Sebagai Makanan Tambahan Untuk Peningkatan Berat Badan Anak Gizi Kurang di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biology Education, 6, 1–21.
Wijayanti, R., & Arniputri, R. B. (2019). Sosialisasi olahan limbah bekatul organiksebagai pangan fungsional untuk meningkatkan pendapatan petani. September

Sebelumnya

Fermentasi Susu Kacang Koro Pedang: Pengembangan Pangan Fungsional dengan Metode Check-All-That-Apply (CATA) dan Rate-All-That-Apply (RATA)

Berikutnya

Beta Karoten dan Perubahan Warna Kulit: Apa yang Terjadi Saat Konsumsi Wortel Terlalu Banyak?

Baca Juga

Roblox

Roblox: Prospek Dunia Virtual atau Ancaman Bagi Generasi Muda?

PenulisDini Febrianti
11 Desember 2025
0

JurnalPost.com - Belakangan ini Roblox menjadi salah satu platform digital yang sangat digemari di lintas usia. Data di Playstore menunjukkan...

Optimasi Dedak dan Bekatul sebagai Pangan Fungsional untuk Penanggulangan Stunting dan Gizi Buruk

Nira Banten dan Rumput Laut: Dua Harta Alam yang Siap Menjadi Masa Depan Minuman Sehat Indonesia

PenulisYosefine Elisabeth Dyah Nirma
16 November 2025
0

JurnalPost.com - Ketika berbicara mengenai Banten banyak orang langsung membayangkan pantai-pantai indah dan udara pesisir yang hangat. Namun, tak hanya...

Evaluasi Nilai Gizi pada Tepung Terigu: Kenapa Penting? Yuk Simak!

Evaluasi Nilai Gizi pada Tepung Terigu: Kenapa Penting? Yuk Simak!

PenulisKayla Diniyyatul Aghnia
16 November 2025
0

JurnalPost.com - Siapa yang tidak suka makanan berbahan tepung terigu? Mulai dari roti, kue, gorengan, hingga mi—semuanya akrab di kehidupan...

Buah

Jangan Salah Urutan! Ini Alasan Buah Harus Dimakan Sebelum Nasi atau Lauk

PenulisAsma Ainun Nisa
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Masih banyak orang yang beranggapan bahwa buah hanya dikonsumsi sebagai hidangan penutup setelah makan makanan berat saja. Padahal...

Iyup

Fenomena “Iyup” yang viral di TikTok: Gerakan Menutup Bibir Pengguna Behel

PenulisNadya Ulya Dani
12 November 2025
0

JurnalPost.com - Pernah melihat gerakan menutup bibir yang terlihat seperti mengucapkan kata “iyup” yang dilakukan oleh pengguna behel? Fenomena ini...

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.