JurnalPost.com – Pernah melihat gerakan menutup bibir yang terlihat seperti mengucapkan kata “iyup” yang dilakukan oleh pengguna behel? Fenomena ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial TikTok. Salah satunya di akun pengguna @budakagensi yang membagikan pengalamannya memakai behel untuk pertama kalinya lalu memperagakan gerakan bibirnya saat menutup mulut. Selain itu, banyak juga pengguna lain yang ikut serta membagikan pengalaman serupa sebagai pengguna behel. Meski terlihat lucu, di balik gerakan ‘’iyup” ini ada alasannya lho!
“Iyup” adalah istilah yang dipopulerkan oleh para pengguna media sosial untuk menggambarkan gerakan bibir yang dilakukan oleh pengguna kawat gigi (behel) saat hendak menutup mulut. Gerakan bibir tersebut seperti sedang mengucapkan kata “Iyup”. Hal ini biasanya terjadi saat pengguna behel berbicara lalu bibirnya menempel pada gusi, kemudian bibir perlahan terdorong ke depan hingga menyentuh bibir bagian bawah. Penyebabnya sederhana, yaitu karena braket (bagian dari behel yang terhubung dengan kawat) yang mempunyai ketebalan tertentu terpasang di bagian depan gigi dan membuat bibir sedikit terdorong ke luar. Akibatnya, gerakan menutup mulut jadi membutuhkan usaha ekstra karena bibir akan berusaha menghindari braket untuk bisa menutup mulut. Gerakan ini seringkali dialami oleh pengguna behel baru karena bibirnya masih beradaptasi dengan benda asing yang baru dipasang di gigi.
Tidak hanya itu, struktur gigi yang flaring atau condong ke depan juga bisa memperkuat efek “Iyup”. Kondisi ini umum ditemukan pada pasien behel dengan kasus overbite, yaitu posisi gigi depan atas yang lebih maju dari gigi bawah. Ternyata, ini termasuk kasus yang umum terjadi di Indonesia. Maka tak heran jika efek iyup dialami oleh banyak sekali pengguna behel di tanah air. Jika kamu juga mengalami kasus ini, jangan heran jika setelah pasang kawat gigi bibir agak kesulitan saat ingin menutup mulut. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ini tidak akan terjadi lama. Seiring waktu, gigi akan semakin bergeser ke posisi yang telah ditentukan sehingga jarak bibir pun akan menyesuaikan. Setelah beberapa bulan, gerakan menutup bibir akan terlihat normal dan gerakan “iyup” pun tidak akan dilakukan lagi.
Gerakan bibir yang terlihat unik saat menutup bibir ini pernah menjadi pengalaman canggung bagi para pengguna behel baru, seperti yang dialami Cia (19), bukan nama sebenarnya, saat baru memakai behel untuk yang pertama kalinya pada tahun 2023. “Waktu itu, teman-teman ada yang suka memperagakan cara aku menutup mulut. Aku sempat malu gitu ngebayangin kalo ternyata cara aku menutup mulut terlihat kayak gitu setelah pasang behel.” katanya. Namun, setelah mengetahui adanya tren ini, ia sadar bahwa yang dialaminya merupakan hal yang normal dan dirasakan oleh banyak pengguna behel lainnya. Akhirnya, ia menjadi tidak canggung soal pengalamannya itu karena publik semakin tahu bahwa itu adalah hal biasa bagi para pengguna behel.
Banyaknya orang yang membagikan pengalaman “Iyup” ini di media sosial menjadikan para pengguna behel seakan-akan membentuk komunitas baru. Di sana, mereka justru memamerkan cara mereka menutup mulut setelah menggunakan behel. Adapun orang yang menjadikannya sebagai konten hiburan. Tak hanya itu, klinik-klinik gigi penyedia layanan pemasangan behel juga turut memanfaatkan momen ini sebagai ide konten promosi. Dalam konten itu, mereka menawarkan paket pemasangan kawat gigi sekaligus turut menjelaskan bahwa itu merupakan proses yang normal jika dialami selama memakai behel. Secara tidak langsung, tren ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan perawatan perataan gigi.
Tren “Iyup” malah menjadi ajang untuk menormalisasikan pengalaman memakai behel dengan humor sehingga pengguna baru behel tidak merasa sendirian jika mengalami hal serupa. Fenomena ini menunjukkan sisi positif dari media sosial yakni membantu orang lain dengan pengalaman medis tertentu menjadi lebih percaya diri. Pada akhirnya, fenomena “iyup” bukanlah hal yang memalukan, melainkan bagian dari proses menuju senyum yang lebih indah. Jadi, kalau kamu melihat gerakan “iyup” dari teman yang memakai behel, jangan langsung ditertawakan. Bisa jadi itu tanda bibirnya sedang beradaptasi menuju senyum yang lebih rapi!




