Cirebon, JurnalPost.com — Dosen Telkom University berkolaborasi dengan Koperasi Anugerah Batik Ciwaringin dalam mendorong transformasi digital sektor ekonomi kreatif berbasis budaya melalui kegiatan “Pembuatan Website dalam Membangun Koperasi Digital Pengrajin Batik Ciwaringin”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 13 Desember 2025 di Ruang Multi Purpose, ITB Kampus Cirebon, dan diikuti oleh 40–50 pengusaha serta pengrajin Batik Ciwaringin.
Batik Ciwaringin merupakan warisan budaya Cirebon yang memiliki kekhasan pada motif, teknik pewarnaan alami, serta nilai filosofis yang mencerminkan kearifan lokal. Namun demikian, di tengah besarnya potensi tersebut, sebagian pengrajin masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan pemasaran dan komunikasi produk secara digital.
Kegiatan ini merupakan hasil inisiasi dosen-dosen Telkom University, Dr. Lusy Mukhlisiana, Refi Rifaldi Windya Giri, ST., MBA., Ph.D, dan Aaz Muhammad Hafidz Azis, S.T.,M.T, yang dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Fokus kegiatan diarahkan pada pengembangan website koperasi digital sebagai pusat informasi, promosi, dan transaksi yang terintegrasi dengan berbagai tools digital, seperti Google Maps dan Google My Business, media sosial berbasis geo-tagging, QR Code storytelling, integrasi marketplace, serta sistem pembayaran digital.
Salah satu narasumber, Dr. Sri Dewi Setiawati, M.Si, menekankan pentingnya membangun jiwa entrepreneur bagi para pengrajin batik. Menurutnya, batik bukan sekadar kain, melainkan nilai budaya yang sarat makna. “Setiap batik membawa cerita. Sudahkah kita membawa cerita kita sendiri?” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa batik adalah warisan, identitas, dan cerita, sehingga pengrajinnya harus bangga dan berani tampil di ruang publik digital.
“Banyak pengrajin takut memposting produknya karena khawatir tidak laku atau merasa kurang percaya diri. Padahal, semua pengusaha pernah takut di awal. Mindset entrepreneur adalah percaya, berani tampil, mampu membaca peluang, terus belajar, dan mau berkolaborasi,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Martha Tri Lestari dalam paparannya mengenai Penguatan Daya Saing UMKM Batik Ciwaringin melalui Branding Naratif dan Integratif menegaskan bahwa teknologi merupakan kekuatan penting dalam menyampaikan pesan secara lebih efektif dan efisien.
“Teknologi menjadi salah satu kekuatan utama untuk menyampaikan pesan secara lebih efektif dan efisien bagi pelaku UMKM,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui platform digital seperti Facebook dan Instagram, UMKM dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, membangun kesadaran merek, serta menciptakan loyalitas. Teknologi juga berperan sebagai alat riset pasar, yang membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pelanggan dan tren pasar.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemasaran konten melalui blog, video, dan infografis untuk menyampaikan nilai dan cerita produk agar lebih relevan bagi audiens. Selain itu, akses terhadap kursus daring dan webinar juga membuka peluang pembelajaran berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital memberikan berbagai keuntungan bagi pengrajin Batik Ciwaringin, antara lain meningkatkan fleksibilitas usaha, mempermudah interaksi dengan calon pelanggan, membantu memilih tools digital yang tepat, serta memungkinkan penggunaan beragam pendekatan komunikasi sesuai target audiens.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Koperasi Anugerah Batik Ciwaringin, yang diwakili oleh Farhan Jazuli, selaku Kepala Dinas, sebagai mitra strategis dalam penguatan kelembagaan koperasi dan pengembangan kapasitas pengrajin. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara dunia akademik, koperasi, dan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui integrasi teknologi, narasi budaya, dan penguatan kelembagaan koperasi, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Batik Ciwaringin dalam ekonomi kreatif nasional serta mendukung pengembangan pariwisata budaya digital Cirebon di masa depan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda