JurnalPost.com - Negara Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk dengan urutan ke empat terbesar di dunia. Diperkirakan di tahun 2045 penduduk usia produktif menyumbang sekitar 65% dari total populasi penduduk Indonesia. hal ini mengindikasikan pertumbuhan penduduk usia produktif memiliki peluang untuk meningkatkan daya saing ekonomi negara di era digital saat ini. Pada era digital yang terus berkembang, regulasi yang diimplementasikan berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dapat didorong dengan mengimplementasikan penguatan literasi digital masyarakat dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan digital dapat membantu masyarakat untuk lebih produktif khususnya dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital.
Sehubungan dengan hal tersebut, Tim dosen Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, budaya, dan politik, UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur kurun waktu 2024-2026.
Tema yang diusung dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu Penguatan Literasi Digital sebagai Fondasi Keamanan Siber dan Kedaulatan Data di Era Ekonomi Digital Berkelanjutan. Lokasi kegiatan di Great Diponegoro Hotel Surabaya pada hari Senin tanggal 3 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa sebagai generasi muda dalam pemahaman pentingnya penguatan literasi digital dalam menghadapi tantangan dinamika di era ekonomi digital.

Menurut tim pemateri bahwa literasi digital merupakan kemampuan individu dalam memahami, menggunakan, dan berpartisipasi di dunia digital secara efektif, etis, dan aman dengan tetap mengindahkan aspek kultur dan nilai moral dalam berinteraksi secara digital. Literasi digital yang baik menjadi fondasi bagi kesadaran dan kemampuan untuk menjaga keamanan siber. Tanpa literasi digital yang memadai, generasi muda tidak dapat sepenuhnya melindungi diri dari ancaman siber seperti penipuan, pencurian data, atau serangan malware yang dapat mengganggu dan merugikan.
Lebih lanjut pemateri menjelaskan bahwa maraknya berbagai kasus ancaman siber perlu dicegah dan diwaspadai dalam penggunaan dan pemanfaatan berbagai transaksi ekonomi secara digital. Salah satu fenomena yang banyak digunakan di era ekonomi digital yaitu pembayaran digital dengan QRIS oleh generasi muda yang lebih memilih pembayaran secara digital daripada tunai mengingat sifatnya yang cepat, praktis dan berbagai keuntungan lainnya. Peningkatan nilai transaksi QRIS juga dapat memperbesar risiko keamanan siber seperti pemalsuan QRIS, penipuan dan pencurian data yang semakin marak terjadi.
Untuk itu penguatan literasi digital bagi generasi muda khususnya dalam penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran digital perlu ditingkatkan. QRIS merupakan sistem pembayaran digital sesuai standar di Indonesia. Namun QRIS juga rentan terhadap ancaman keamanan siber, terutama penipuan kode QR atau penipuan quishing. Upaya menghindari penipuan pengguna agar memastikan keaslian kode dan nama merchant, membandingkan nominal pembayaran sebelum konfirmasi, serta mewaspadai memindai kode di tempat yang tidak semestinya atau mencurigakan.
Sebagai penutup, diharapkan dengan edukasi pengabdian masyarakat oleh Prodi Administrasi Publik, FISBP, UPN “Veteran” Jawa Timur dalam penguatan literasi digital menghadapi tantangan keamanan siber diharapkan mahasiswa selaku generasi muda lebih cerdas dan aware dalam penggunaan dan pemanfaatan QRIS sebagai alat pembayaran di era ekonomi digital.
Penulis : Muhammad Agus Muljanto (Dosen Prodi Administrasi Publik UPN VeteranJatim)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda