Penulis: Dea Clarissa Raestya Novari, S.S., M.Sc Organisasi: Program Studi Pariwisata, UPN "Veteran" Jawa Timur
JurnalPost.com - Perjalanan untuk menjadikan kawasan Ijen Geopark sebagai destinasi pariwisata kelas dunia tidak berhenti pada keindahan kawah belerang birunya saja. Baru-baru ini, sebuah inisiatif hangat muncul dari Program Studi Pariwisata UPN "Veteran" Jawa Timur (UPN Veteran Jatim). Para dosen yang biasanya berada di ruang kelas, kini turun ke lapangan, duduk melingkar, dan ngopi bersama para pahlawan agraria di Bondowoso yaitu para petani kopi. Mereka bukan sekadar menikmati seduhan, melainkan menjalankan misi pengabdian yang humanis, yaitu mendengarkan langsung detak jantung dan pendapat para petani dalam merajut mimpi wisata kopi berkelanjutan di kaki Gunung Ijen-Raung.
Kegiatan ini secara spesifik berlokasi di sentra perkebunan kopi rakyat di kawasan Geopark Ijen, sebuah wilayah yang diberkahi oleh UNESCO Global Geopark (UGG) dan menjadi rumah bagi Kopi Arabika Java Ijen Raung yang beraroma khas. Tim dosen memahami betul bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh diabaikan dari peran pemilik lahan sejati. Maka, fokus utama kunjungan ini adalah memetakan potensi dan, yang paling penting, mengumpulkan pandangan tulus petani terkait rencana mengintegrasikan aktivitas bertani kopi dengan konsep wisata edukasi kopi yang bernilai tinggi. Pendekatan ini adalah jembatan untuk memastikan bahwa setiap langkah pengembangan akan selalu berakar pada kebutuhan dan kesejahteraan komunitas lokal.
Suasana diskusi yang tercipta jauh dari kesan formal. Duduk beralaskan tikar, ditemani biji kopi yang baru disangrai dan cangkir-cangkir kopi yang mengepul, tim dosen berinteraksi secara mendalam dengan pengelola kebun, kelompok petani, dan anggota Pokdarwis Ijen Murni. Metode diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang digunakan menjadi wadah yang cair, tempat petani bebas mengungkapkan kendala nyata mereka, mulai dari tantangan pengemasan produk yang menarik, strategi pemasaran digital, hingga kebutuhan pelatihan dasar untuk menyambut wisatawan. Di saat yang sama, tim akademik mencatat dengan saksama harapan besar petani agar wisata kopi dapat menjadi jaring pengaman ekonomi dan sumber penghasilan alternatif yang stabil di luar siklus panen yang hanya terjadi sekali setahun.
Keterlibatan aktif ini memberikan temuan berharga: Kopi Ijen Raung bukan hanya komoditas, melainkan juga sebuah narasi wisata yang kaya. Potensi yang terlihat adalah mengajak wisatawan untuk merasakan seluruh proses otentik mulai dari memetik biji merah dari pohon, mencuci, menjemur, menumbuk, hingga proses roasting tradisional, dan berakhir pada pengalaman menyeduh kopi hasil tangan sendiri. Inilah yang disebut oleh tim dosen sebagai "Wisata Otentik dari Hulu ke Hilir", sebuah daya tarik yang sangat dicari oleh wisatawan minat khusus yang mendambakan pengalaman edukatif dan mendalam.
Dari hasil perbincangan humanis di tengah rimbunnya pohon kopi inilah, tim Dosen Pariwisata UPN Veteran Jatim akhirnya mendapatkan insight tentang bagaimana cara membuat wisata kopi di Kawasan Ijen Geopark berada dalam koridor Sustainable Coffee Tourism yang utuh. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata kopi yang berkelanjutan tersebut diantaranya adalah memantapkan desain kurikulum pelatihan pariwisata untuk Pokdarwis, dilakukannya penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) kunjungan yang ramah lingkungan dan petani, serta dibentuknya suatu peta jalan pemasaran yang fokus pada keunikan wisata kopi di kawasan Geopark. Konsep-konsep tersebut diharapkan dapat mewujudkan sinergi ideal antara dunia kampus dan komunitas petani, memperkuat posisi Ijen Geopark sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya indah secara geologi, tetapi juga berdaya secara sosial dan ekonomi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda