Surabaya, JurnalPost.com — Pendidikan hukum tidak hanya berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, proses pembelajaran juga dapat diperkuat melalui pengalaman langsung di lingkungan penegakan hukum.
Salah satu pengalaman tersebut diperoleh melalui kegiatan magang di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Kegiatan magang berlangsung selama sekitar 40 hari, mulai 6 Juli 2026 hingga 1 September 2026. Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dekat pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, khususnya dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Bagi mahasiswa hukum, magang di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjadi pengalaman penting untuk melihat bagaimana teori yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam praktik.
Berbagai konsep mengenai hukum perdata, hukum administrasi negara, kewenangan lembaga negara, hingga mekanisme penyelesaian persoalan hukum dapat dipahami secara lebih konkret melalui aktivitas di lingkungan kerja Bidang Datun.
Mengenal Peran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan hukum kepada pemerintah, lembaga negara, maupun badan hukum tertentu sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Melalui fungsi Jaksa Pengacara Negara (JPN), Kejaksaan dapat memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, serta tindakan hukum lain yang berkaitan dengan kepentingan negara atau pemerintah.
Selama menjalani magang, mahasiswa memperoleh kesempatan mengenal berbagai proses administrasi hukum, mempelajari dokumen perkara, memahami tahapan penyusunan pendapat hukum atau legal opinion, serta melihat bagaimana jaksa menjalankan tugas dalam memberikan pendampingan dan pelayanan hukum kepada instansi pemerintah.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa praktik hukum memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda dibandingkan pembelajaran teoritis di ruang kelas.
Setiap persoalan hukum membutuhkan ketelitian dalam membaca fakta, menganalisis peraturan, memahami hubungan antaraturan, serta mempertimbangkan aspek kepastian dan keadilan hukum.
Dari Ruang Kelas ke Dunia Kerja
Achmad Faris Ramadhani, mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya yang mengikuti kegiatan magang di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, menilai pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tuntutan profesi di bidang hukum.

“Melalui kegiatan magang ini, saya mendapatkan pemahaman bahwa seorang sarjana hukum tidak hanya dituntut memahami aturan, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu tersebut secara profesional dan bertanggung jawab dalam menghadapi persoalan hukum yang nyata,” ujar Achmad Faris Ramadhani.
Bagi mahasiswa, pengalaman magang tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga membantu membentuk kemampuan profesional.
Selama mengikuti kegiatan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, mahasiswa dituntut untuk menjaga kedisiplinan, memahami etika kerja, berkomunikasi secara profesional, serta mampu menganalisis persoalan dengan lebih sistematis.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia profesi hukum, baik sebagai advokat, jaksa, hakim, konsultan hukum, maupun profesi lain yang berkaitan dengan bidang hukum.
Membentuk Sikap Profesional dan Integritas
Dunia hukum tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami peraturan, tetapi juga menuntut integritas serta tanggung jawab profesional.
Melalui kegiatan magang, mahasiswa dapat belajar bahwa pekerjaan di bidang hukum sering kali berhubungan dengan kepentingan banyak pihak. Karena itu, setiap dokumen, analisis, maupun proses administrasi perlu dilakukan dengan cermat.
Pengalaman berada di lingkungan institusi penegak hukum juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan dokumen, ketepatan dalam menyusun informasi hukum, serta etika dalam menjalankan tugas.
Hal-hal tersebut menjadi pembelajaran yang tidak selalu dapat diperoleh secara utuh hanya melalui proses perkuliahan.
Sinergi Kampus dan Institusi Penegak Hukum
Kegiatan magang di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga dapat menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dengan institusi penegak hukum dalam mempersiapkan sumber daya manusia di bidang hukum.
Perguruan tinggi memiliki peran dalam memberikan dasar keilmuan, teori, serta kemampuan analisis kepada mahasiswa. Sementara itu, institusi penegak hukum memberikan ruang untuk memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam situasi kerja yang nyata.
Kolaborasi semacam ini penting karena mahasiswa membutuhkan pengalaman praktis untuk melengkapi pengetahuan akademik yang diperoleh selama perkuliahan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat mengenali tantangan dunia kerja sekaligus memahami kompetensi yang perlu terus dikembangkan.
Hukum Bukan Sekadar Aturan Tertulis
Pengalaman magang juga memberikan pemahaman bahwa hukum bukan sekadar kumpulan aturan yang tertulis dalam undang-undang atau buku teks.
Dalam praktiknya, hukum harus dipahami dan diterapkan berdasarkan fakta, kewenangan, prosedur, serta kepentingan hukum yang ada dalam suatu persoalan.
Mahasiswa juga belajar bahwa setiap masalah hukum memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemahaman teoritis.
Kemampuan untuk menghubungkan teori dengan fakta menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa hukum.
Karena itu, pengalaman langsung melalui program magang dapat membantu mahasiswa membangun pola pikir hukum yang lebih kritis, sistematis, dan profesional.
Bekal Menuju Dunia Profesi
Magang di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjadi perjalanan akademik yang mempertemukan teori dengan praktik.
Dari ruang kelas menuju lingkungan kerja profesional, mahasiswa memperoleh pengalaman tentang bagaimana ilmu hukum diterapkan dalam aktivitas kelembagaan.
Pengalaman tersebut juga menegaskan bahwa menjadi insan hukum tidak cukup hanya menguasai teori.
Pengetahuan perlu didukung dengan keterampilan, kedisiplinan, integritas, kemampuan komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan hukum di Indonesia.
Bagi mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya, pengalaman magang tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda