Jakarta, JurnalPost.com - Perkembangan media sosial telah mengubah cara seseorang membangun karier di industri hiburan. Jika dahulu panggung identik dengan studio televisi, konser, atau acara besar, kini sebuah ponsel yang terhubung ke internet dapat menjadi ruang pertunjukan dengan penonton dari berbagai daerah, bahkan lintas negara.
Fenomena tersebut terlihat dari berkembangnya profesi kreator konten dan streamer. Salah satu nama yang mulai dikenal melalui ruang digital adalah Ananda Pratama Sitanggang, kreator Indonesia yang populer lewat akun TikTok @singleboyy_.
Jejak digital akun tersebut menunjukkan basis pengikut yang telah mencapai ratusan ribu. Sejumlah platform pemantau media sosial mencatat @singleboyy_ memiliki lebih dari 700 ribu pengikut, meski jumlah tersebut dapat berubah seiring perkembangan akun.
Di balik angka pengikut yang besar, perjalanan seorang streamer tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering ia muncul di layar. Live streaming membutuhkan kemampuan membangun percakapan, mempertahankan perhatian penonton, menciptakan suasana yang menyenangkan, hingga membentuk komunitas yang ingin kembali hadir dalam setiap siaran.
Dari Layar Ponsel Menjadi Ruang Interaksi
Format siaran langsung memiliki karakter berbeda dengan video pendek yang telah direkam dan diedit sebelumnya. Dalam sebuah live, hampir semua berlangsung secara spontan.
Komentar muncul dalam hitungan detik. Kreator dapat langsung merespons pertanyaan, menyapa pengguna yang baru bergabung, bercanda dengan penonton, hingga menyesuaikan topik pembicaraan berdasarkan suasana ruang siaran.
Karakter inilah yang membuat live streaming memiliki daya tarik tersendiri.
TikTok menjelaskan fitur LIVE memungkinkan kreator dan penonton berinteraksi secara real-time melalui percakapan, reaksi, fitur multi-guest, maupun bentuk interaksi lainnya.
Bagi kreator seperti Ananda, kemampuan berinteraksi menjadi modal yang tidak kalah penting dibanding kualitas kamera atau perangkat yang digunakan.
Penonton tidak hanya mencari tayangan, tetapi juga pengalaman untuk merasa dilibatkan.
Di sinilah autentisitas menjadi salah satu kekuatan seorang streamer. Respons yang spontan, gaya komunikasi yang natural, serta cara kreator memperlakukan penonton dapat menentukan apakah seseorang hanya singgah beberapa detik atau justru menjadi bagian dari komunitas yang mengikuti siaran secara rutin.
Komunitas Menjadi Kekuatan Seorang Streamer
Salah satu karakter utama dalam ekosistem live streaming adalah terbentuknya komunitas.
Penonton yang hadir secara rutin perlahan mengenal karakter kreator, gaya komunikasi, jadwal siaran, hingga sesama anggota komunitas. Hubungan tersebut menciptakan pengalaman yang berbeda dengan media konvensional yang cenderung berjalan satu arah.
Creator Manager TikTok LIVE Thailand, Napattha Chavalitcheewingul, pernah menyoroti pentingnya hubungan langsung antara kreator dan audiens dalam perkembangan live streaming.
“Kekuatan utama TikTok LIVE adalah kemampuannya membangun koneksi manusia yang langsung dan autentik.”
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa komunitas kini menjadi salah satu aset penting dalam ekonomi kreator. Penonton tidak lagi hanya menjadi pihak yang pasif, melainkan ikut terlibat dalam percakapan dan perkembangan seorang kreator.
Konsep tersebut juga relevan dalam melihat perjalanan @singleboyy_.
Jumlah pengikut yang besar memang menjadi salah satu indikator popularitas, tetapi mempertahankan audiens membutuhkan proses yang jauh lebih panjang.
Seorang streamer perlu terus menemukan cara agar ruang siaran tetap menarik tanpa kehilangan karakter pribadinya.
Konsistensi Menjadi Salah Satu Kunci
Di dunia kreator digital, popularitas memang dapat datang dengan cepat. Sebuah video dapat menjadi viral hanya dalam hitungan jam. Namun, membangun karier yang bertahan lama membutuhkan konsistensi.
Live streaming bahkan memiliki tantangan tersendiri karena kreator berhadapan langsung dengan audiens tanpa banyak kesempatan melakukan penyuntingan.
Disiplin menjalankan jadwal siaran, kemampuan membaca suasana penonton, menjaga energi di depan kamera, serta terus mengevaluasi format konten menjadi bagian dari pekerjaan yang sering kali tidak terlihat.
Perjalanan Ananda menunjukkan bagaimana sebuah identitas digital tidak dibentuk hanya melalui satu konten.
Nama @singleboyy_ berkembang melalui akumulasi interaksi dengan audiens. Setiap sapaan, percakapan, candaan, dan momen dalam siaran menjadi bagian dari proses membentuk komunitas.
Hal tersebut menjadi salah satu pelajaran penting bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia kreator. Teknologi memang membuat pintu masuk ke industri hiburan semakin terbuka, tetapi mempertahankan perhatian publik tetap membutuhkan kerja keras.
Live Streaming Semakin Berkembang Menjadi Industri
Pertumbuhan live streaming tidak dapat dilepaskan dari semakin besarnya ekonomi kreator di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
TikTok mencatat lebih dari 95 juta kreator unik di Asia Tenggara dan Asia Tengah melakukan LIVE sepanjang paruh pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih dari 40 juta kreator di antaranya disebut baru pertama kali melakukan siaran langsung.
Pada kuartal kedua 2026, hampir separuh pengguna TikTok di kawasan tersebut juga dilaporkan menonton siaran LIVE setiap hari.
Data itu menunjukkan bahwa live streaming semakin bergeser dari aktivitas sampingan menjadi bagian penting dalam industri hiburan digital.
Peluangnya juga semakin beragam. Kreator dapat membangun komunitas, memperoleh kerja sama komersial, memperluas jaringan, hingga mengembangkan personal branding yang membuka kesempatan baru di luar platform.
TikTok juga terus mengembangkan berbagai program pendukung kreator, mulai dari Creator Academy hingga Community Fest.
Pada Community Fest 2026 di Bangkok, lebih dari 300 kreator LIVE dari Asia Tenggara dan Asia Tengah berkumpul dalam satu ajang regional. Hal tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi kreator live streaming dalam industri hiburan digital.
Pelajaran dari Perjalanan @singleboyy_
Perjalanan Ananda Pratama Sitanggang menunjukkan perubahan besar dalam dunia hiburan modern.
Seseorang kini tidak harus menunggu kesempatan tampil di televisi untuk menemukan audiens. Panggung itu dapat dibangun sendiri melalui media sosial.
Modal awalnya bisa berupa sebuah ponsel, jaringan internet, kreativitas, dan keberanian tampil di depan kamera. Namun, tantangan sesungguhnya justru datang setelah itu: bagaimana membuat penonton mau kembali.
Bagi calon kreator, perjalanan tersebut memberikan gambaran bahwa angka pengikut hanyalah satu bagian dari kesuksesan.
Hubungan dengan audiens, konsistensi, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang autentik menjadi fondasi agar sebuah akun dapat terus berkembang.
Kesuksesan digital juga tidak selalu dibangun dalam semalam. Di balik layar ponsel terdapat proses panjang berupa kedisiplinan, interaksi yang berulang, evaluasi, dan kemampuan membaca perkembangan tren.
Ananda Pratama Sitanggang melalui @singleboyy_ menjadi salah satu contoh bagaimana dunia digital membuka kesempatan baru bagi generasi muda untuk menciptakan panggungnya sendiri.
Pada akhirnya, layar ponsel hanyalah medianya. Komunitas yang dibangun di balik layar itulah yang dapat mengubah ruang sederhana seorang streamer menjadi panggung dunia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda