Aceh, JurnalPost.com - Nama Zia Maulidin mungkin belum terlalu sering muncul di layar televisi. Tapi di TikTok, kreator asal Aceh ini sudah punya jutaan orang yang menunggu kontennya.
Zia merupakan sosok di balik akun TikTok @xxgirls02, yang juga dikenal dengan nama Kosong. Akun tersebut berkembang hingga memiliki sekitar 6 juta pengikut dengan total 2,2 miliar likes. Angka itu menunjukkan besarnya respons warganet terhadap konten yang selama ini dibangunnya.
Menariknya, Zia tidak dikenal karena konten prank, sensasi, ataupun mengikuti tren viral secara mentah-mentah.
Ia justru memilih musik, potongan lirik, quotes, serta visual bernuansa emosional sebagai ciri khasnya.
Konten-konten tersebut banyak berbicara tentang perasaan yang dekat dengan kehidupan anak muda. Mulai dari jatuh cinta, kehilangan, perjuangan hidup, rasa kecewa hingga mencoba berdamai dengan diri sendiri.
Tak sedikit pengikutnya yang kemudian menjadikan unggahan tersebut sebagai semacam teman saat sedang berada dalam suasana hati tertentu.
Awalnya Cuma dari Ketertarikan pada Musik
Perjalanan Zia sebagai kreator ternyata tidak langsung dimulai dengan konsep besar.
Ia awalnya membuat konten karena memang menyukai musik, lirik, quotes, dan visual bernuansa emosional. Respons yang muncul dari pengguna TikTok kemudian membuatnya mulai serius mengeksplorasi konsep tersebut.
Media Indonesia mencatat, Zia terus mencoba berbagai bentuk penyajian sambil memperhatikan respons penonton. Dari sana, ia belajar memahami konten seperti apa yang dapat diterima audiens tanpa harus kehilangan karakter yang sudah dibangun.
Bagi Zia, media sosial bukan cuma soal mengunggah video kemudian mengejar angka views.
Ia melihat TikTok sebagai medium untuk menyampaikan sesuatu melalui kombinasi gambar, musik, dan kata-kata sederhana.
Konten yang terlihat sederhana itu justru bisa mempunyai arti berbeda bagi setiap penonton.
Itulah yang kemudian membuat konsep konten Zia kerap diasosiasikan dengan konten “healing”.
Bukan healing dalam pengertian medis, melainkan konten emosional yang memberikan ruang bagi penonton untuk sejenak menikmati musik, membaca kata-kata yang terasa relate, atau sekadar merasa bahwa ada orang lain yang memahami apa yang sedang mereka rasakan.
6 Juta Followers Bukan Datang dalam Semalam
Membangun akun dengan jutaan followers tentu bukan perkara sekali viral.
Zia harus berhadapan dengan perubahan tren yang sangat cepat. Konten yang mendapatkan respons besar hari ini belum tentu memperoleh hasil sama ketika konsep serupa kembali diunggah.
Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dalam proses kreatifnya.
Ia memperhatikan respons audiens, mengikuti perkembangan tren media sosial, sekaligus bereksperimen dengan cara penyajian baru.
Meski demikian, Zia berusaha agar eksperimen tersebut tidak membuat identitas kontennya hilang.
Menurutnya, salah satu tantangan utama menjadi kreator justru terletak pada kemampuan untuk terus konsisten.
“Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan terus menghasilkan sesuatu yang relevan,” kata Zia.
Perubahan algoritma juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan karakter audiens yang semakin beragam, seorang kreator tak bisa hanya bergantung pada formula yang sebelumnya pernah berhasil.
Ada video yang mendapatkan sambutan besar, ada pula yang tidak sesuai harapan.
Bagi Zia, hasil tersebut bukan alasan untuk berhenti. Justru dari situ ia bisa membaca karakter audiens dan memperbaiki kualitas konten berikutnya.
Tak Mau Berhenti di TikTok
Setelah memiliki jutaan followers, Zia rupanya tidak ingin perjalanan kariernya berhenti sebagai TikToker.
Ia mulai melihat kemungkinan untuk membawa pengalaman membangun akun @xxgirls02 ke ranah yang lebih luas.
Salah satunya adalah bisnis dan berbagai proyek kreatif.
JPNN melaporkan Zia tertarik mengembangkan karier jangka panjang dengan tetap aktif sebagai content creator sekaligus membangun identitas di industri kreatif.
Pengalaman mengelola konten dengan jutaan audiens menjadi modal penting baginya.
Ia sudah merasakan langsung bagaimana tren berubah, bagaimana audiens bereaksi, sampai bagaimana sebuah konsep sederhana dapat berkembang menjadi identitas digital yang dikenal banyak orang.
Di luar dunia konten, Zia juga disebut mempunyai ketertarikan terhadap olahraga atau gym, traveling, dan musik. Aktivitas tersebut ikut membuka peluang baginya untuk mengeksplorasi konsep serta proyek baru di masa mendatang.
Meski mulai melihat peluang bisnis, Zia ingin karakter yang membuat akun tersebut tumbuh tetap dipertahankan.
Baginya, jutaan followers dan miliaran likes bukan akhir dari perjalanan.
Angka-angka itu menjadi hasil dari proses panjang mencoba, gagal, mengevaluasi, lalu membuat karya lagi.
Dari Aceh, Zia Maulidin menunjukkan bagaimana sebuah akun yang berangkat dari kesukaan terhadap musik dan kata-kata sederhana bisa menjangkau jutaan pengguna di berbagai daerah Indonesia.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mendapatkan perhatian warganet.
Namun bagaimana mempertahankan identitas tersebut sambil membawa nama Zia Maulidin melangkah lebih jauh dari layar TikTok.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda