Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mengenal Edis TV, dari Arena Debat Facebook hingga Memilih Tinggal di Amerika Serikat

Mengenal Edis TV, dari Arena Debat Facebook hingga Memilih Tinggal di Amerika Serikat

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
31 Agustus 2026, 22.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Edis TV

JurnalPost, Surabaya — Edis Sidabutar (Edis TV)  dikenal di kalangan pengguna media sosial melalui konten debat dan diskusi publik yang kerap berlangsung secara terbuka. Di balik aktivitasnya sebagai pengelola kanal tersebut, terdapat perjalanan panjang yang bermula dari forum debat Facebook hingga keputusan meninggalkan Indonesia setelah mengaku menghadapi berbagai ancaman terhadap keselamatannya.

Sosok di balik Edis TV bukan pendatang baru dalam dunia diskusi di media sosial. Aktivitasnya dalam menguji gagasan dan beradu argumentasi telah berlangsung lebih dari satu dekade.

IKLAN

Perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah kanal yang secara khusus menghadirkan perdebatan dan diskusi melalui siaran langsung.

Anak-anak mencoba kaligrafi Tiongkok
Baca Juga

Selandia Baru Ajukan RUU Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Berawal dari Forum Debat Facebook

Menurut penuturan Edis TV, aktivitas debatnya di ruang digital telah dimulai sejak sekitar 2013. Pada masa itu, Facebook menjadi salah satu ruang utama bagi masyarakat untuk berdiskusi mengenai beragam persoalan sosial, keyakinan, hingga pandangan yang kerap menimbulkan perdebatan panjang.

Dari forum-forum tersebut, ia mulai dikenal karena aktif menyampaikan argumentasi dan menanggapi pandangan pengguna lain.

Aktivitas yang awalnya berlangsung melalui tulisan dan kolom komentar kemudian berkembang mengikuti perubahan pola konsumsi media sosial. Konten berbasis video dan siaran langsung semakin populer sehingga membuka ruang diskusi yang lebih luas sekaligus memungkinkan perdebatan berlangsung secara langsung di hadapan penonton.

Edis TV Berdiri pada 2020

Perjalanan tersebut memasuki fase baru ketika kanal EDIS TV mulai dikembangkan pada 2020.

Pasfoto Rafael Bona Napitupulu
Baca Juga

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Kanal itu kemudian menjadi ruang bagi berbagai konten berupa live streaming, debat, dan diskusi publik. Format siaran langsung membuat interaksi antara pembicara dan audiens berlangsung secara spontan.

Dalam sejumlah perdebatan, pembahasan yang muncul dapat berlangsung cukup panas karena menghadirkan pandangan yang saling bertentangan.

Karakter konten semacam itu membuat Edis TV memiliki audiens tersendiri. Namun, di sisi lain, perdebatan mengenai isu sensitif di internet juga dapat memunculkan respons keras dari pihak-pihak yang tidak sependapat.

Mengaku Menerima Ancaman Saat Siaran Langsung

Edis TV mengungkapkan bahwa perjalanan membangun kanal tersebut tidak selalu berjalan aman.

Focused Study Break on Social Media
Baca Juga

Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial

Ia mengaku pernah menerima sejumlah intimidasi dan ancaman ketika mengikuti maupun menyelenggarakan perdebatan secara daring. Menurut keterangannya, beberapa ancaman bahkan disampaikan secara terbuka ketika siaran langsung masih berlangsung.

Ancaman yang disebutkannya antara lain berkaitan dengan keselamatan fisik, termasuk ancaman pembunuhan dan pemenggalan kepala.

Ia juga mengaku pernah mendapatkan pernyataan bernada intimidatif yang menggunakan istilah “darah halal”, selain ancaman yang berkaitan dengan proses hukum atau pemenjaraan.

Keterangan mengenai berbagai ancaman tersebut merupakan pengakuan yang disampaikan oleh Edis TV mengenai pengalaman yang dialaminya.

IKLAN

Situasi Disebut Memuncak pada 2024

Menurut Edis TV, tekanan yang dihadapinya semakin meningkat pada 2024.

Jika sebelumnya berbagai ancaman lebih banyak muncul melalui ruang digital, ia menilai situasinya ketika itu telah berkembang menjadi persoalan yang dapat memengaruhi keamanan dan keselamatannya secara langsung.

Kondisi tersebut akhirnya menjadi salah satu alasan yang mendorongnya meninggalkan Indonesia.

“Sebenarnya tidak berencana mau ke Amerika, tapi karena terancam ya apa boleh buat,” ungkap Edis TV.

Keputusan pergi ke luar negeri disebut bukan bagian dari rencana awal perjalanan hidupnya.

Amerika Serikat kemudian menjadi tempat yang dipilihnya untuk tinggal setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang menurut pengakuannya tidak lagi kondusif.

Dari Perdebatan Digital hingga Persoalan Keamanan

Perjalanan Edis TV menunjukkan bagaimana ruang digital dapat berkembang dari sekadar tempat bertukar pikiran menjadi arena yang membawa konsekuensi jauh lebih luas.

Media sosial memang memungkinkan setiap orang menyampaikan gagasan, kritik, maupun argumentasi kepada khalayak besar. Namun, keterbukaan tersebut juga menghadirkan tantangan ketika perbedaan pandangan berubah menjadi intimidasi atau ancaman.

Fenomena tersebut bukan hanya berkaitan dengan satu kanal atau figur tertentu.

Perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, keamanan pembuat konten, serta batas antara kritik dan ancaman menjadi isu yang terus berkembang seiring semakin besarnya pengaruh platform digital terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam konteks inilah perjalanan Edis TV menjadi menarik untuk diperhatikan.

Ia memulai aktivitasnya dari forum diskusi Facebook, membangun kanal sendiri, memperluas jangkauan diskusi melalui live streaming, hingga akhirnya menghadapi konsekuensi yang menurut pengakuannya memengaruhi keputusan tempat tinggalnya.

Edis TV Berdiri pada 2020

Berikut adalah tabel Biografi Singkat Edis Sidabutar (EDIS TV) yang sudah diperbarui dengan menyertakan tautan resmi kanal YouTube dan akun TikTok miliknya:

Biografi Singkat Edis Sidabutar (EDIS TV)

ParameterDetail & Keterangan
Nama LengkapEdis Sidabutar
Nama Panggung / BrandEDIS TV
Channel YouTube Officialhttps://www.youtube.com/@edistv-1
Akun TikTok Officialhttps://tiktok.com/@edistvasli
Wikipediahttps://id.wikipedia.org/wiki/Edis_sidabutar
Awal Aktif Debat2013, melalui forum debat Facebook
Tahun Berdiri EDIS TV2020
Format KontenLive Streaming debat, apologetika, dan diskusi teologi
Popularitas LiveMenjangkau hingga 8.000 penonton secara bersamaan (real-time)
Eskalasi Teror NyawaPuncak ancaman pembunuhan dan pemenggalan fisik disebut terjadi pada tahun 2024
Domisili Saat IniAmerika Serikat

Perjalanan lebih dari satu dekade tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam aktivitas Edis TV di ruang digital. Dari forum Facebook hingga kanal siaran langsung, diskusi yang semula berlangsung melalui layar komputer pada akhirnya bersinggungan dengan persoalan keamanan di dunia nyata.

Bagi publik, kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan seharusnya tetap disampaikan melalui argumentasi dan dialog, bukan melalui intimidasi ataupun ancaman kekerasan.

Ruang digital dapat menjadi tempat berlangsungnya perdebatan keras. Namun, keamanan, penghormatan terhadap sesama, dan kebebasan menyampaikan pendapat tetap perlu berjalan beriringan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-edis-tv-dari-arena-debat-facebook-hingga-memilih-tinggal-di-amerika-serikat/97523/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.19 WITA

  • #Amerika Serikat
  • #Edis TV
  • #Keamanan Digital
  • #debat Facebook
  • #diskusi publik
  • #live streaming
  • #media sosial

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.