33 C
Makassar
Jumat, September 25, 2020

Dampak Belajar Mengajar Akibat Virus Corona Pada Anak Usia Dini (PAUD)

- Advertisement -

Anak Usia Dini
Kegiatan Belajar, Sumber foto Istimewa

JURNALPOST – Seperti yang kita ketahui semua, dampak dari pandemic virus corona atau covid 19 ini begitu luas yang terjadi, salah satunya adalah dengan terganggunya proses belajar mengajar terhadap anak-anak PAUD dimana harusnya belajar dilakukan secara tatap muka berubah semua menjadi pembelajaran on line (daring). Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis tentang dampak belajar akibat virus corona pada anak usia dini (PAUD).

Anak usia paud itu mencakup usia 3 tahun sampai dengan 6 tahun, dimana anak-anak itu sangat senang belajar sambal bermain, tetapi dalam keadaan seperti ini mereka diharuskan belajar dirumah lewat on line, yang tetap belajar dirumah berdasarkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas) bahwa pendidikan non formal berfungsi sebagai pelengkap, pengganti dan penambah lingkungan formal. Dan juga berdasarkan UU No. 23 tentang perlindungan anak pasal 9 ayat (1) yaitu setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecedasannya sesuai dengan minat dan bakat.

Pada pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan amandemen UUD tahun 1945 pasal 28 C bahwa seiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Oleh karena itu berdasarkan UU tersebut diatas jadi pembelajaran PAUD tetap dilanjukan melalui pembelajaran on line, karena terjadinya pandemic corona ini maka pembelajaran tidak bisa dilakukan secara tatap muka langsung. Saya melihat dalam pembelajarn online atau daring yang dilakukan anak-anak paud ini kurang maskimal dikarenakan anak-anak tersebut belum paham, nach disinilah peran orang tua sangat dibtuhkan untuk membimbing anak-anaknya dalam belajar dirumah.

Pertama-tama saya sebagai seorang guru PAUD memberikan penjelasan tentang apa itu virus corona, bagaimana cara pencegahannya, dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mereka, tentu saja itu semua dapat dilakukan dengan adanya kerjasama antara guru dan orang tua dari anak-anak paud tersebut. Akibat virus corona ini sebisa mungkin guru harus kreatif dalam menyampaikan pembelajaran kepada anak-anak PAUD, jangan sampai mereka tertekan dalam pembelajaran yang kita berikan lewat online. Jadikan pembelajarn on line ini sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk mereka sehingga mereka tidak merasa terbebani akan pembelajaran on line yang dilakukan.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh anak-anak usia paud ini dalam situasi yang terjadi sekarang ini, anak-anak menjadi lebih paham tentang memakai masker, memakai hand sanitizer, tetap di rumah saja dan memakan makanan yang bergizi, walaupun jika ditanya oleh gurunya tentang apa itu virus corona, dengan polosnya mereka menjawab bahwa virus corona itu adalah monster yang penuh dengan duri-duru yang jika terkena kita bisa mati bunda, begitu kata mereka dan penjekasan mereka tentang virus corona, sangat lucu bukan. Tetapi tidak bisa dipungkiri dunia mereka adalah bermain dan mereka ingin keluar dan bermain secara bebas diluar rumah, tetapi karena virus corona ini hal itu tidak dapat mereka lakukan,

Banyak hal-hal yang menarik yang bisa kita ajarkan kepada mereka agar tidak bosan dirumah, melalui pembelajaran on line kteatifitas guru sangat diperlukan, guru bisa melakukan bermain, bercerita, bahkan sains bisa dipraktekkan kepada mereka setiap hari dalam pemebelajaran, membuat gambar tentang virus corona, cara mencegahnya, bahkan mereka bercerita tenang virus corona dan mempersentasikan cara pencegahan virus corona dan dibuat video berdasarka arahan dari guru dan tentu saja bimbingan dari orang tua anak tersebut.

Walaupun pada masa pandemic ini pembelajaran kita dialihkan secara on line dan tidak bisa bertatap muka langsung, tetapi mereka tetap mendapatkan pendidikan dan pembelajaran karena mereka membutuhkan itu semua agar mereka bisa berkembang dengan lebih baik lagi, jadi pembelajan on line biarPun ada pandemic corona ini tidak berhenti terus berlanjut.

Bahkan banyak anak-anak paud yang menelphone atau memuat dan mengirimkan voice note kepada guru-gurunya, katanya seperti ini,”bunda kapan aku masuk sekolah, nanti kalau aku tidak sekolah nanti aku g pintel-pintel bunda”, saya sebagai seorang guru juga sangat sedih dan sangat senang mendengar anak-anak berbicara seperti itu, karena sesungguhnya guru-guru paud pun sangat kangen kepada mereka dan ingin melakukan pembelajaran seperti biasa dan bisa bertemu langsung dengan mereka, tetapi karena kendala dan keadaas atau situasi seperti ini maka hal itu tidak bisa dilakukan.

Selalu memberikan pengertian kepada mereka bahwa pada waktunya kita akan dapat melewati ini semua, dan bisa melakukan pembelajaran secara langsung, tetapi harus sabar menungu,dan selalu berdoa agar pendemic ini secepatnya bisa berakhir. Banyak orang tua juga yang menanyakan bunda sekarang kan sudah masuk era new normal apakah pemebelajaran bisa dilakukan di sekolah atau tetap on line, karena jujur yach ini kata orang tua anaka-anak Paud loch “saya pusing bunda, ngajarin anak-anak susah banget, maunya diajarin sama bunda aja tidak ngomel-ngomel terus kayak mamah:, gitu kata mereka. Saya sebagai guru hanya bisa tersenyum dan menjawab sabar yach mamah, sekali-kali jadi guru untuk anak itu tidak apa-apa.

Banyak dampak yang terjadi pada saat pembelajaran on line yang terjadi dimasa pandemic corona ini, salah satunya anak-anak yang biasanya tidak mau berangkat ke sekolah atau malas ke sekolah menjadi kangen dengan suasana sekolah atau kelasnya, lebih aktif dan ada kemajuan dalam pembelajaran baik segi kognitf, afektif, maupun psikomotornya. Tetapi ada juga yang tidak berkembang tingkat kemampuan belajar anak-anaknya, karena orang tua tidak peduli dan membiarkan anak-anak tersebut bermain tanpa adanya pembelajaran yang dilakukan.

Alhamdulillah sekarang sudah masuk yang dinamakan fase “New Normal”, tetapi tetap pembelajaran tidak bisa dilakukan secara tatap muka, masih menggunakan aplkasi on line,. Masih menunggu kebijakan dari kemendikbud (kementerian Pendidikan dan kebudayaan). Marilah kita bersama-sama tetap menerapkan protocol kesehatan yang telah ditetapka oleh pemerintah, bersatu padu kita melawan virus corona ini agar pembelajaran bisa dilakukan secara bertatap muka langsung, dengan memakai masker, sering mencuci tangan menggunakan sabun, makan-makanan yang bergizi, tidak berkumpul dan selalu menjaga jarak, itu semua kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri kita dari serangan virus corona.

Jadi itulah dampak apa saja yang terjadi pada pembelajaran anak-anak paud dimasa covid 19 ini, kita ambil hikmahnya yang baik dalam kejadian ini, karena kita juga tidak bisa menganggap enteng dan masa bodo dalam menghadapi situasi ini, tetap waspda dan selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu yang kita lakukan, tetap pergunakan protocol kesehatannya yach, terutama kalian anak-anak PAUD karena lebih rentan penularan covid 19 ini menimpa anak-anak, tetap semangat belajar dirumah, in shaa Alloh pandemic ini cepat berakhir dan kita bisa bertemu lagi di sekolah yach anak-anak. Tetap jaga kesehatan dan mengikuti protocol kesehatan melaui bimbingan orang tua kalian di rumah.

Sekian artikel ini saya buat, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi orang lain dan tentunya bagi diri saya sendiri, mohon maaf jika banyak kesalahan atau tulisan dalam artikel yang saya buat. Terima kasih.

Dahlia
Penulis : Dahlia
Mahasiswi: semester VII
Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan
Prodi PPKn
Universitas Pamulang
Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis

- Advertisement -

Berita terbaru

PMM 57 UMM Ajak siswa lebih mencintai Lingkungan

Bangkalan, Jurnalpost - Kelompok 57 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2020 Sukses mengajak siswa untuk lebih mencintai lingkungan. Melihat banyak...
- Advertisement -

Lakukan Penyuluhan GERMAS Mahasiswa UMM Berbagi Tempat Cuci Tangan Ramah Lingkungan

JURNALPOST - Indonesia sekarang sedang menjadi salah satu negara yang terkena imbas dari virus COVID-19. Karena disaat pandemi seperti ini diharuskan selalu menjaga kesehatan...

Dapat Nomor Urut Dua, Itu Sudah Selaras dengan RAMAH

PANGKEP, JURNALPOS - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangkep, Rahman Assagaf dan Muammar Muhayang (RAMAH) mendapatkan nomor urut 2 saat pengundian yang digelar...

Bersama Muslimat Hidayatullah, BMH Sumut Bagikan Paket Sembako Untuk Janda

JURNALPOST - BMH Sumut bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) memberi paket sembako untuk para janda dhuafa (23/9) yang terdampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang...

Berita Terkait

PMM 57 UMM Ajak siswa lebih mencintai Lingkungan

Bangkalan, Jurnalpost - Kelompok 57 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2020 Sukses mengajak siswa untuk lebih mencintai lingkungan. Melihat banyak...

Lakukan Penyuluhan GERMAS Mahasiswa UMM Berbagi Tempat Cuci Tangan Ramah Lingkungan

JURNALPOST - Indonesia sekarang sedang menjadi salah satu negara yang terkena imbas dari virus COVID-19. Karena disaat pandemi seperti ini diharuskan selalu menjaga kesehatan...

Dapat Nomor Urut Dua, Itu Sudah Selaras dengan RAMAH

PANGKEP, JURNALPOS - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangkep, Rahman Assagaf dan Muammar Muhayang (RAMAH) mendapatkan nomor urut 2 saat pengundian yang digelar...

Bersama Muslimat Hidayatullah, BMH Sumut Bagikan Paket Sembako Untuk Janda

JURNALPOST - BMH Sumut bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) memberi paket sembako untuk para janda dhuafa (23/9) yang terdampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang...
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini