Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dampak Belajar Mengajar Akibat Virus Corona Pada Anak Usia Dini (PAUD)

Dampak Belajar Mengajar Akibat Virus Corona Pada Anak Usia Dini (PAUD)

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Juni 2020, 09.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Anak Usia Dini
Kegiatan Belajar, Sumber foto Istimewa

JURNALPOST - Seperti yang kita ketahui semua, dampak dari pandemic virus corona atau covid 19 ini begitu luas yang terjadi, salah satunya adalah dengan terganggunya proses belajar mengajar terhadap anak-anak PAUD dimana harusnya belajar dilakukan secara tatap muka berubah semua menjadi pembelajaran on line (daring). Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis tentang dampak belajar akibat virus corona pada anak usia dini (PAUD).

Anak usia paud itu mencakup usia 3 tahun sampai dengan 6 tahun, dimana anak-anak itu sangat senang belajar sambal bermain, tetapi dalam keadaan seperti ini mereka diharuskan belajar dirumah lewat on line, yang tetap belajar dirumah berdasarkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas) bahwa pendidikan non formal berfungsi sebagai pelengkap, pengganti dan penambah lingkungan formal. Dan juga berdasarkan UU No. 23 tentang perlindungan anak pasal 9 ayat (1) yaitu setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecedasannya sesuai dengan minat dan bakat.

IKLAN

Pada pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan amandemen UUD tahun 1945 pasal 28 C bahwa seiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Dokumentasi Kegiatan
Baca Juga

Mengatasi Kecanduan Gawai Anak Usia Dini Melalui Metode Detoks Digital Bertahap

Oleh karena itu berdasarkan UU tersebut diatas jadi pembelajaran PAUD tetap dilanjukan melalui pembelajaran on line, karena terjadinya pandemic corona ini maka pembelajaran tidak bisa dilakukan secara tatap muka langsung. Saya melihat dalam pembelajarn online atau daring yang dilakukan anak-anak paud ini kurang maskimal dikarenakan anak-anak tersebut belum paham, nach disinilah peran orang tua sangat dibtuhkan untuk membimbing anak-anaknya dalam belajar dirumah.

Pertama-tama saya sebagai seorang guru PAUD memberikan penjelasan tentang apa itu virus corona, bagaimana cara pencegahannya, dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mereka, tentu saja itu semua dapat dilakukan dengan adanya kerjasama antara guru dan orang tua dari anak-anak paud tersebut. Akibat virus corona ini sebisa mungkin guru harus kreatif dalam menyampaikan pembelajaran kepada anak-anak PAUD, jangan sampai mereka tertekan dalam pembelajaran yang kita berikan lewat online. Jadikan pembelajarn on line ini sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk mereka sehingga mereka tidak merasa terbebani akan pembelajaran on line yang dilakukan.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh anak-anak usia paud ini dalam situasi yang terjadi sekarang ini, anak-anak menjadi lebih paham tentang memakai masker, memakai hand sanitizer, tetap di rumah saja dan memakan makanan yang bergizi, walaupun jika ditanya oleh gurunya tentang apa itu virus corona, dengan polosnya mereka menjawab bahwa virus corona itu adalah monster yang penuh dengan duri-duru yang jika terkena kita bisa mati bunda, begitu kata mereka dan penjekasan mereka tentang virus corona, sangat lucu bukan. Tetapi tidak bisa dipungkiri dunia mereka adalah bermain dan mereka ingin keluar dan bermain secara bebas diluar rumah, tetapi karena virus corona ini hal itu tidak dapat mereka lakukan,

Banyak hal-hal yang menarik yang bisa kita ajarkan kepada mereka agar tidak bosan dirumah, melalui pembelajaran on line kteatifitas guru sangat diperlukan, guru bisa melakukan bermain, bercerita, bahkan sains bisa dipraktekkan kepada mereka setiap hari dalam pemebelajaran, membuat gambar tentang virus corona, cara mencegahnya, bahkan mereka bercerita tenang virus corona dan mempersentasikan cara pencegahan virus corona dan dibuat video berdasarka arahan dari guru dan tentu saja bimbingan dari orang tua anak tersebut.

20260822 103309
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Anak-Anak di Dusun Kepuh

IKLAN

Walaupun pada masa pandemic ini pembelajaran kita dialihkan secara on line dan tidak bisa bertatap muka langsung, tetapi mereka tetap mendapatkan pendidikan dan pembelajaran karena mereka membutuhkan itu semua agar mereka bisa berkembang dengan lebih baik lagi, jadi pembelajan on line biarPun ada pandemic corona ini tidak berhenti terus berlanjut.

Bahkan banyak anak-anak paud yang menelphone atau memuat dan mengirimkan voice note kepada guru-gurunya, katanya seperti ini,”bunda kapan aku masuk sekolah, nanti kalau aku tidak sekolah nanti aku g pintel-pintel bunda”, saya sebagai seorang guru juga sangat sedih dan sangat senang mendengar anak-anak berbicara seperti itu, karena sesungguhnya guru-guru paud pun sangat kangen kepada mereka dan ingin melakukan pembelajaran seperti biasa dan bisa bertemu langsung dengan mereka, tetapi karena kendala dan keadaas atau situasi seperti ini maka hal itu tidak bisa dilakukan.

Selalu memberikan pengertian kepada mereka bahwa pada waktunya kita akan dapat melewati ini semua, dan bisa melakukan pembelajaran secara langsung, tetapi harus sabar menungu,dan selalu berdoa agar pendemic ini secepatnya bisa berakhir. Banyak orang tua juga yang menanyakan bunda sekarang kan sudah masuk era new normal apakah pemebelajaran bisa dilakukan di sekolah atau tetap on line, karena jujur yach ini kata orang tua anaka-anak Paud loch “saya pusing bunda, ngajarin anak-anak susah banget, maunya diajarin sama bunda aja tidak ngomel-ngomel terus kayak mamah:, gitu kata mereka. Saya sebagai guru hanya bisa tersenyum dan menjawab sabar yach mamah, sekali-kali jadi guru untuk anak itu tidak apa-apa.

Banyak dampak yang terjadi pada saat pembelajaran on line yang terjadi dimasa pandemic corona ini, salah satunya anak-anak yang biasanya tidak mau berangkat ke sekolah atau malas ke sekolah menjadi kangen dengan suasana sekolah atau kelasnya, lebih aktif dan ada kemajuan dalam pembelajaran baik segi kognitf, afektif, maupun psikomotornya. Tetapi ada juga yang tidak berkembang tingkat kemampuan belajar anak-anaknya, karena orang tua tidak peduli dan membiarkan anak-anak tersebut bermain tanpa adanya pembelajaran yang dilakukan.

EDU-CERIA
Baca Juga

EDU-CERIA Hadir Pulihkan Semangat Belajar Anak Usia Dini Pascabanjir Bandang di Manyak Payed

Alhamdulillah sekarang sudah masuk yang dinamakan fase “New Normal”, tetapi tetap pembelajaran tidak bisa dilakukan secara tatap muka, masih menggunakan aplkasi on line,. Masih menunggu kebijakan dari kemendikbud (kementerian Pendidikan dan kebudayaan). Marilah kita bersama-sama tetap menerapkan protocol kesehatan yang telah ditetapka oleh pemerintah, bersatu padu kita melawan virus corona ini agar pembelajaran bisa dilakukan secara bertatap muka langsung, dengan memakai masker, sering mencuci tangan menggunakan sabun, makan-makanan yang bergizi, tidak berkumpul dan selalu menjaga jarak, itu semua kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri kita dari serangan virus corona.

Jadi itulah dampak apa saja yang terjadi pada pembelajaran anak-anak paud dimasa covid 19 ini, kita ambil hikmahnya yang baik dalam kejadian ini, karena kita juga tidak bisa menganggap enteng dan masa bodo dalam menghadapi situasi ini, tetap waspda dan selalu berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu yang kita lakukan, tetap pergunakan protocol kesehatannya yach, terutama kalian anak-anak PAUD karena lebih rentan penularan covid 19 ini menimpa anak-anak, tetap semangat belajar dirumah, in shaa Alloh pandemic ini cepat berakhir dan kita bisa bertemu lagi di sekolah yach anak-anak. Tetap jaga kesehatan dan mengikuti protocol kesehatan melaui bimbingan orang tua kalian di rumah.

Sekian artikel ini saya buat, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi orang lain dan tentunya bagi diri saya sendiri, mohon maaf jika banyak kesalahan atau tulisan dalam artikel yang saya buat. Terima kasih.

Dahlia Penulis : Dahlia
Mahasiswi: semester VII
Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan
Prodi PPKn
Universitas Pamulang Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-belajar-mengajar-akibat-virus-corona-pada-anak-usia-dini-paud/11594/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.18 WITA

  • #Anak Usia Dini
  • #virus corona

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  4. 4

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.