Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Hari Pendidikan Nasional dan Momen Mengenang Ki Hadjar Dewantara

Hari Pendidikan Nasional dan Momen Mengenang Ki Hadjar Dewantara

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Mei 2020, 20.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara diabadikan 11 Maret 1959, sebulan sebelum meninggal.(Dok. KOMPAS)
JAKARTA, JURNALPOST - Setiap 2 Mei, seperti hari ini, Sabtu (2/5/2020), masyarakat Indonesia memperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei diambil dari tanggal lahir sosok yang dianggap berjasa dalam bidang pendidikan di Tanah Air, yaitu Ki Hadjar Dewantara. Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk mengenang dan menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara. Pria kelahiran Pakualaman, Yogyakarta, 2 Mei 1889, ini dikenal sebagai pencetus Taman Siswa dan jargon terkenal Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Sistem pendidikan yang diajarkannya bahwa segala ilmu pengetahuan harus didasarkan pada jati diri bangsa. Ajaran ini masih terus diimplementasikan hingga hari ini. Dikutip dari pemberitaan harian Kompas edisi 16 Agustus 1985, pandangan ini banyak dikenal sebagai "Teori Nasi Goreng". Maksudnya, bahan dasar tetaplah nasi yang merupakan bahan makanan pokok asli masyarakat Indonesia, tetapi dalam pembuatannya bisa menggunakan mentega, sosis, dan bahan lain yang asalnya dari negara lain. Rasanya tetap enak, tetapi nasi goreng berbahan tambahan apa pun tetaplah makanan berbahan dasar nasi. Berdasarkan pemberitaan harian Kompas, 2 Mei 1968, karena jasa-jasanya, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Ia dianggap telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Ki Hadjar ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959.

Kisah Ki Hadjar Dewantara

Banyak kisah tentang Ki Hadjar Dewantara, yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia tidak menginginkan namanya diabadikan sebagai nama jalan atau taman-taman. Hal itu ternyata merupakan wasiat Ki Hadjar Dewantara kepada keluarganya, sebelum mengembuskan napas terakhir pada 26 April 1959. Melansir artikel lain dari harian Kompas edisi 23 April 1985, pihak keluarga dan Majelis Luhur Taman Siswa telah menyampaikan hal ini kepada semua wali kota dan bupati se-Indonesia. Surat berisi informasi yang sama juga pernah dikirimkan kepada semua menteri di Kabinet Pembangunan III. Dalam surat itu, dilampirkan kesaksian dari pihak Taman Siswa dan keluarga yang benar-benar mendengar dan mengetahui wasiat itu. Beberapa di antaranya yang menjadi saksi adalah ketiga putra dan putri Ki Hadjar Dewantara, yaitu Ki Subroto Arya Mataram, Nyi Ratih Saleh Lahade, dan Ki Sudiro Alimurtolo. Meski penamaan ini menunjukkan penghormatan dan upaya bangsa untuk tetap mengingat sosoknya, Ki Hadjar Dewantara merasa keberatan dan tak berkenan. Ketika itu, kepada harian Kompas, Panitera Umum Majelis Luhur Farnan Siswa H Moesman W berharap pemerintah dan masyarakat memberi perhatian terhadap wasiat tersebut dan menghargainya dengan tidak menamai jalan atau taman dengan nama "Ki Hadjar Dewantara". "Pengabadian nama Ki Hadjar Dewantara sebetulnya membesarkan hati Majelis Luhur Taman Siswa, namun bagaimana lagi kalau beliau keberatan," ujar Moesman. Namun, menurut dia, saat itu sudah ada kota-kota di Indonesia yang menggunakan nama Ki Hadjar Dewantara sebagai nama jalan atau taman, misalnya di Cilacap, Bukittinggi, Pekanbaru, dan Tanjungkarang. "Kami mengharap segera diganti dengan nama lain," ujar Moesman. Menurut dia, penggunaan nama itu tidak ada konsultasi atau izin dengan pihak keluarga atau Taman Siswa. Hingga saat ini, nama Ki Hadjar Dewantara juga masih digunakan untuk penamaan ruas jalan di sejumlah kota. Dengan mengetikkan nama tersebut di pencarian Google Maps, terlihat beberapa daerah masih menggunakan namanya sebagai nama jalan. Beberapa wilayah itu di antaranya Sidoarjo, Surakarta, Jombang, Pasuruan, dan Probolinggo. Jika melihat Yogyakarta sebagai tempatnya, tidak ada penggunaan nama Ki Hadjar Dewantara untuk menamai fasilitas umum, seperti jalan dan taman kota. Di Yogyakarta, hanya ada sebuah jalan di Kecamatan Mergangsan yang bisa mengingatkan masyarakat pada sosok Ki Hadjar Dewantara. Jalan itu bernama Jalan Taman Siswa, sesuai dengan organisasi cikal-bakal pendidikan nasional bentukan Ki Hadjar Dewantara.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/hari-pendidikan-nasional-dan-momen-mengenang-ki-hadjar-dewantara/11355/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.16 WITA

  • #Hari Pendidikan Nasional
  • #Ki Hadjar Dewantara

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.