JURNALPOST - Singkong merupakan sumber energi yang kaya akan karbohidrat, sedangkan daunnya kaya akan protein. Singkong di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal tumbuh dengan sangat subur karena faktor tanah yang sangat mendukung tumbuhnya tanaman ini. Pada umumnya masyarakat Desa Sumur setelah memanen singkong dikebun, mereka langsung menjualnya kepasar secara mentah dan hanya ada beberapa masyarakat yang mengolahnya menjadi tape/peyem untuk dijual dipasar.
Salah satu peserta KKN Reguler Dari Rumah 75 UIN Walisongo Semarang bernama Nia Safira yang tergabung dalam kelompok 91 domisili Kendal, menjalin kerjasama dengan penemu ide olahan singkong menjadi stik yang gurih dan laris dipasaran. Bertempat di Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal pada Selasa, 3 November 2020 pengolahan singkong menjadi stik singkong dilaksanakan.
“Pemilihan bahan singkong sebagai bahan utama dalam pembuatan stik singkong ini, dikarenakan bahannya yang murah dan sangat mudah ditemukan di desa ini.” (imbuhnya ibu Muniah sang penemu ide)
“Dalam pembuatannya juga sangat mudah dan bumbu utama yang digunakan hanyalah bawang putih dan garam, bahan pendukung lainnyanya seperti tepung terigu, penyedap rasa dan minyak goreng yang masih baru sebagai pengganti air disingkong yang telah diperas sebelumnya” lanjutnya.
"Rasanya gurih dan tidak terasa jika dibuat dari olahan singkong" kata salah satu warga setempat.
Pengolahan singkong menjadi stik singkong yang gurih dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan dimasa pandemi seperti ini, dengan bahan dan cara pembuatan yang cukup mudah. (Nia Safira)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda