PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Abstrak
UMKM merupakan usaha yang dilakukan secara individu maupun secara berkelompok oleh masyarakat dengan tujuaan memperluas lapangan pekerjaan serta memberi pelayana pada ekonomi masyarakat secara luas. Sejalan dengan jumlah usaa yang tarus menerus bertambah maka pengusaha dituntut untuk menghasilkan produk yang tidak kalah saing dengan produk yang lain. Penelitiaan ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan surve langsung kepada pihak pedagang sehingga didapatkan data yang akurat untuk penelitiaan ini. Data yang dicari oleh pihak penulis merupakan data tentang biaya produksi lulur bedda lotong yang dikeluarkan oleh UMKM Best Beauty yang ada di Malang, Jawa Timur. Meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya Overhead, sehingga dapat ditentukan biaya jual produk yang mereka miliki. Dengan adanya penelitiaan ini pula dapat menjadi tolak ukur bagi pihak pedagang untuk menentukan bagimana tindak usaha yang dapat dilakukan untuk kedepannya. Kata kunci : UMKM, biaya produksiAbstract
MSMEs are efforts carried out individually and in groups by the community with the aim of expanding employment and providing stewards to the economy of the community at large. In line with the number of usaa that tarus continuously increases, entrepreneurs are required to produce products that are not less competitive with other products. This research uses qualitative methods by surve directly to the trader so that accurate data is obtained for this research. The data sought by the author is data on the cost of proxies incurred by MSMEs face masks in Malang, East Java. Includes the cost of raw materials, direct labor and overhead costs, so that it can be determined the cost of selling the products they have. With this research, it can also be a benchmark for the handler to determine how to do business actions in the future. Keywords: MSMEs, production costsPENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi yang melanda seluruh dunia, mengakibatkan perusahaan- perusahaan memasuki lingkungan bisnis yang sangat berbeda dengan lingkungan bisnis sebelumnya. Pasar tidak lagi hanya dimasuki oleh pesaing-pesaing domestik, namun telah didatangi oleh pesaing-peaing manca negara yang membawa produk dan jasa yang syarat dan kandunganya pada tingkat dunia. Situasi ini dapat dilihat pula dari semakin banyak bermunculanya berbagai jenis perusahaan baru yang tumbuh dan berkembang dengan stuktur organisasi yang semakin luas. Sejalan dengan berkembangnya pertumbuhan ekonomi tidak menutup kemungkinan akan munculnya berbagai perusahaan yang sejenis, hal ini menyebabkan pesaing antar peusahaan semakin kompleks dan tak terelakan. Dimana setiap pesaingmerupakan ancaman yang serius bagi perusahaan. Untuk mendukung eksistensi dalam persaingan tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memberikan hasil yang terbaik bagi konsumen yang menggunakan produknya. Strategi bersaing yang tepat dapat menghadapi dunia bisnis dewasa ini, dimana konsumen memegang kendali bisnis adalah dengan menciptakan produk yang dapat menghasilkan barang dengan harga yang relative rendah (low price)namun dengan kualitas yang dapat diterima konsumen. Dengan demikian tampaklah bahwa kualitas selalu berfokus pada konsumen. Biaya kualitas adalah biaya yang timbul karena kemungkinan atau telah dihasilan produk yang jelek kualitasnya atau pencegahan atas kualitas yang jelek dimasa yang akan datang. Dengan demikian produk-produk yang kualitasnya tidak memuaskan merupakan pemborosan terhadap sumber daya perusahaan yang berakibat pada semakin tingginya biaya yang dikeluarkan. Untuk mengatasinya perusahaan dapat melakukan pengendalian- pengendalian yang lebih ditekankan pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kualitas Untuk mencapai produk yang berkualitas, perusahaan harus dapat mempertahankan efesiensi biaya dan meningkatkan kualitas produk tanpa adanya kenaikan biaya sehingga harga jual produk tetap kompetitif. Hal ini disebabkan karena tidak adanya penegrjaan ulang produk terebut. Kenyataan bahwa kualitas merupakan salah satu senjata yang efektif dalam berkompetisi memang tidak dapat dipungkiri lagi. Untuk menerapkan kualitas sebagai salah satu senjata dalam bersaing, maka perusahaan dituntut untuk melakukan perencanaan, pengukuran dan pengendalian kualitas, termasuk juga pengendalian terhdap elemen-elemen biaya kualitas yang seharusnya dilakukan secara berkesinambungan. UMKM Best Beauty merupakan usaha yang bergerak dibidang kecantikan. Pemasaran produk-produk dari UMKM Best Beauty menuntut UMKM untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan permintaan pembeli dengan harga yang bersaing. Penyajian informasi yang tepat mengenai biaya kualitas dapat digunakan oleh pihak pengelola untuk mengevaluasi keefektifan pelaksanaan upaya perbaikan kualitas. Mengendalikan pengeluaran terhadap biaya kualitas dan mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kualitas dimasa depan. Pihak pengelola usaha menyadari bahwa sangat penting untuk meningkatkan kualitas produksinya, karena dengan semakin baik kualits produk akan membuat perusahaan dapat meningkatkan keunggulan bersaingnya dalam meningkatkan kualitas produk. pengelola harus melaksanakan progam pengendalian tersebut dengan cara mencari informasi yang akurat dan relevan atas biaya biaya yang terjadi sehubungan dengan progam pengendalian kualitas. Untuk itu data-data akuntansi biaya terhadap pelaksanaan progam tersebut seharusnya disusun salam suatu laporan tersendiri yaitu laporan biaya kualitas.Kajian Teori
Kajian yang dibahas oleh pihak penulis merupakan biaya produksi yang dikeluarkan oleh setiap produsen. biaya produksi sendiri adalah biaya yang dipakai dalam proses produksi yang terdiri dari bahan baku langsung,tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik,dimana biaya-biaya tersebut digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi.Unsur – Unsur Biaya Produksi
Menurut Sunarto (2012:4) bahwa unsur-unsur biaya produksi adalah 1. Biaya bahan baku: Biaya ini timbul karena pemakaian bahan. Biaya bahan baku merupakan harga pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang. Biaya bahan baku merupakan bagian dari harga pokok barang jadi yang akan dibuat. 2. Biaya tenaga kerja: Biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi. Baiaya tenaga kerja langsung merupakan gaji dan upah yang diberikan tenaga kerja yang terlibat langsung dalam pengolahan barang. 3. Biaya overhead pabrik: Biaya ini timbul terutama karena pemakaina fasilitas untuk mengolah barang berupa mesin, alat-alat, tempat kerja, dan kemudahan lain. Dalam kenyataannya dan sesuai dengan label biaya tersebut, kemudian biaya overhead pabrik adalah semua biaya selain biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Indikator Biaya Produksi Untuk menaksir biaya produksi yang akan dikeluarkan dalam memproduksi produk dalam jangka waktu tertentu perlu dihitung unsur-unsur biaya tertentu. Adapun rumus menghitung biaya produksi menurut harmanto (2017:30) :
Adapun penjelasan dari rumus biaya produksi menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2014:167) yaitu sebagai berikut:
1. Biaya Bahan Langsung(Raw/Direct Material) Biaya Bahan baku adalah Biaya yang digunakan dan menjadi bagian dari produksi jadi.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)Biaya tenaga kerja Langsung adalah Tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses mengubah bahan menjadi produk jadi.
3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) Biaya Overhead Pabrik adalah biaya - biaya pabrik selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber- sumber data yang di dapat melalui teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap UMKM Best Beauty yang berlokasi di Kota Malang. Data-data primer tersebut yang diperoleh adalah standar, upaya, dan biaya kualitas yang diterapkan dalam menjaga maupun meningkatkan kualitas kegiatan produksi, produk hasil, hingga kepuasan pelanggan (Produktivitas) berdasarkan teknik pengumpulan data yang telah disebutkan. Kemudian data sekunder meliputi sumber literature pendukung yang didapat melalui media online. Data-data yang telah diperoleh tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan alur Data Reduction dengan cara memilah dan memfokuskan data-data pada hal penting terkait tujuan peneliti. Data Display dengan bentuk pemaparan singkat dan hubungan antar kategori dengan naratif, serta Verification yaitu penarikan kesimpulan tahap awal yang diikuti dengan membuktikan kredibilitas kesimpulan. Apabila telah sesuai, maka dapat dipaparkan sebagai kesimpulan yang valid. Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini penulis meneliti UMKM di Kota Malang yaitu Best Beauty. UMKM ini menggunakan bahan alami terutama terdapat rempah-rempahan. Penelitian ini akan menghitung biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya overhead pabrik dan biaya tenaga kerja langsung. Proses produksi UMKM ini belum melakukan penghitungan untuk melihat seberapa besar biaya yang dikeluarkannya secara detail diantaranya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Dari ke tiga jenis biaya – biaya produksi yang dikeluarkan oleh UMKM best beauty semua memberikan kontribusi terhadap harga pokok produksi dan semuanya memberikan persentase yang berbeda dalam harga pokok produksi. Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik merupakan salah satu biaya paling berpengaruh dalam melihat harga pokok produksi karena dengan adanya biaya tersebut perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan selama proses produksi dalam kurun waktu tertentu. Sebelum melakukan penghitungan untuk melihat besarnya persentase terlebih dahulu untuk melakukan penghitungan untuk melihar besaran biaya – biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Best Beauty. Tindakan dari manajemen ini setelah menghitung biaya produksi yaitu dapat menetapkan prioritas dan memulai tindakan korektif untuk mengendalikan kerugian pada saat proses produksi. Sehingga diperoleh rincian perhitungan biaya produksi sebagai berikut ini. 1) Biaya Bahan Baku
Dilihat dari jumlah produksi pada tanggal 04 januari 2020 mengalami peningkatan sebesar 60 pcs dan mengalami penurunan pada produksi selanjutnya. Produksi Lulur ini dilakukan 4 bulan sekali tiap tahunnya. Adapun rincian kegagalan kualitas barang pada setiap produksinya.
Pada kondisi tersebut dapat diketahui besarnya persentase yang masuk terhadap harga pokok produksi melalui perhitungan yang menggunakan analisis tersebut berfungsi terhadap perusahaan sehingga dapat mengetahui besarnya persentase biaya bahan baku selama kurun waktu tertentu.
2) Biaya Tenaga Kerja terhadap harga pokok produksi.
Perhitungan untuk melihat persentase biaya tenaga kerja terhadap harga pokok produksi digunakan untuk melihat seberapa persentase besar biaya tenaga kerja tersebut memberikan persentasenya terhadap harga pokok produksi,sehingga perusahaan dapat memperhitungkan biaya tenaga kerja dalam periode tertentu. Biaya tenaga kerja merupakan elemen biaya produksi yang cukup besar sehingga amat penting perlu dilakukan pengawasan terhadap biaya tenaga kerja, tujuannnyauntuk mencapai efesiensi tenaga kerja, termasuk didalamnya penentuan tingkat kompensasi yang memadai,menjaga agar kualitas memenuhi standart kualitas, dan dapat dicapainya volume produksi secara optimal. Berikut perhitungan BTKL pada UMKM ini
3) Perhitungan besarnya biaya overhead pabrik
Dalam biaya overhead pabrik untuk perusahaan yang menggunakan metode harga pokok produksi, yaitu semua elemen biaya produksi selain biaya bahan baku, dan biaya tenaga kerja diman elemennya dapat digolongkan kedalam (1) biaya penyusutan, (2) biaya listrik dan air, (4) biaya asuransi pabrik, (5) biaya overhead pabrik lain-lain.
Dari perhitungan data diatas diketahui biaya overhead pabrik memberikan persentasenya yang besar terhadap harga pokok produksi, dan dengan melakukan perhitungan tersebut perusahaan dapat lebih jelas melihat peningkatan dan penurunan pada setiap periode seberapa besar persentase biaya overhead pabrik yang masuk terhadap harga pokok produksi tersebut.
4) Laporan Biaya Produksi
Berikut perhitungan laporan biaya produksi dari UMKM Best Beauty yang meliputi biaya yang terkait dalam proses produksi di tahun 2020.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda