JurnalPost.com - Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi menyelenggarakan Airlangga Global Program on Sustainable Business and Environmental Law 2026, sebuah international joint-class program yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari keterkaitan antara hukum, bisnis, dan agenda pembangunan berkelanjutan.
Program yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 ini dirancang dalam format hybrid, yang memadukan pembelajaran daring dengan rangkaian kegiatan onsite di Surabaya pada 10–14 Agustus 2026. Melalui pendekatan interdisipliner antara hukum dan ekonomi-bisnis, program ini memberikan ruang bagi peserta untuk memahami bagaimana regulasi dan kebijakan dapat mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian onsite program menghadirkan tiga sesi perkuliahan utama yang membahas perspektif fundamental mengenai International Trade Law, Business and Human Rights, serta Green Policy Instruments. Ketiga topik tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana aktivitas perdagangan internasional, praktik bisnis, perlindungan hak asasi manusia, serta instrumen kebijakan lingkungan saling berkaitan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Khusus pada sesi Green Policy Instruments, peserta diperkenalkan pada berbagai instrumen hukum dan kebijakan lingkungan yang relevan dengan perkembangan ekonomi hijau, termasuk pendekatan kebijakan yang dapat digunakan untuk mendorong perubahan perilaku pelaku usaha menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya berlangsung di ruang kelas, program ini juga memberikan pengalaman pembelajaran langsung melalui Mangrove Conservation Program. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak melihat secara langsung praktik konservasi mangrove sekaligus memahami hubungan antara perlindungan ekosistem, kebijakan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Semangat keberlanjutan juga diterjemahkan melalui program Student Voices, sebuah ruang bagi mahasiswa peserta untuk menyampaikan perspektif mereka mengenai isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi perhatian dan aktivitas mereka. Melalui format podcast mahasiswa, peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai isu SDGs dari perspektif generasi muda dan lintas negara.
Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Airlangga Global Program 2026 mempertemukan mahasiswa dari Nigeria, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan berbagai latar belakang lainnya. Interaksi lintas negara tersebut tidak hanya memperkaya diskusi akademik, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran perspektif mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan di berbagai kawasan.
Melalui perpaduan antara pembelajaran akademik, pengalaman lapangan, dan student-led discussion, program ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam mewujudkan sustainable business and environmental governance.
Airlangga Global Program on Sustainable Business and Environmental Law 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya FH dan FEB UNAIR untuk memperkuat internationalization of education, memperluas jejaring akademik global, serta mempersiapkan mahasiswa agar mampu melihat isu keberlanjutan tidak hanya dari perspektif ekonomi, tetapi juga dari perspektif hukum, lingkungan, hak asasi manusia, dan kepentingan masyarakat.
Penulis: Masitoh Indriani
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda