Surabaya, JurnalPost.com- Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menghadirkan International Joint-Class Program bertajuk “Airlangga Global Program on Sustainable Business and Environmental Law 2026”. Mengusung tema “Expand Your Perspective, Shape a Sustainable Future”, program yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2026 ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara seperti Malaysia, Pakistan, Nigeria, Vietnam, Indonesia untuk memperluas pemahaman mengenai keterkaitan hukum, bisnis, dan lingkungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Tidak hanya berlangsung di ruang kelas, program ini juga menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan lapangan. Pada Kamis (13/08/2026), para peserta mengikuti kegiatan di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Jl. Wonorejo Timur No. 1, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan diawali dengan perjalanan menggunakan kapal menuju kawasan mangrove, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem pesisir dan lingkungan sekitarnya.
Setelah tiba di sebuah gazebo, para peserta disambut oleh pemandu yang kemudian memberikan penjelasan mengenai ekosistem mangrove. Pemandu menjelaskan bahwa mangrove memiliki karakteristik yang berbeda dari pohon pada umumnya. Sistem perakarannya yang khas dan kuat berperan penting dalam menjaga kestabilan garis pantai serta membantu meredam energi gelombang dan arus laut.
Selain berfungsi sebagai pelindung alami pesisir, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar melalui biomassa dan sedimennya. Ekosistem ini turut membantu menjaga kualitas air, menyediakan habitat bagi berbagai biota, serta mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir.
Dalam penjelasannya, pemandu juga mengaitkan keberadaan mangrove dengan upaya perlindungan pesisir yang saat ini banyak menjadi perhatian, termasuk wacana pembangunan Giant Sea Wall. Mangrove dapat menjadi salah satu pendekatan berbasis alam (nature-based solution) yang berfungsi sebagai pelindung pesisir dengan memanfaatkan kemampuan alami ekosistem dalam meredam gelombang, menahan sedimen, dan menjaga kesehatan kawasan pesisir. Dengan demikian, perlindungan pesisir tidak hanya dapat mengandalkan infrastruktur buatan, tetapi juga dapat dilakukan melalui pemulihan dan penguatan ekosistem mangrove.

Usai memperoleh materi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih kawasan mangrove. Para peserta secara langsung terlibat dalam membersihkan lingkungan sekitar dengan mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan pesisir. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk tidak hanya memahami pentingnya kelestarian lingkungan secara teoretis, tetapi juga mengambil bagian secara langsung dalam menjaga ekosistem pesisir, sebab sampah yang terlantar di sekitar mangrove membutuhkan waktu untuk terurai selama ratusan tahun.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove. Dengan turun langsung ke kawasan penanaman, para peserta belajar mengenai pentingnya rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata penerapan pembelajaran mengenai lingkungan yang diperoleh selama program.
Kegiatan lapangan di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya ini menunjukkan bahwa pembelajaran mengenai pembangunan berkelanjutan tidak berhenti pada pemahaman di ruang kelas. Melalui pengalaman langsung, peserta diajak melihat keterkaitan antara hukum, bisnis, dan lingkungan dalam menghadapi tantangan keberlanjutan secara nyata.
Kegiatan ini juga merefleksikan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Melalui aksi bersih-bersih dan penanaman mangrove, peserta tidak hanya mempelajari konsep keberlanjutan, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam menjaga ekosistem pesisir, mendukung mitigasi perubahan iklim, dan membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan untuk generasi mendatang.
Penulis: Angelique Novelyn, Editor: Masitoh Indriani
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda