Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

  2. Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

  3. Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

  4. Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik

  5. MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. TEP 19 UNAIR Dampingi 13 UMKM Prafi Kembangkan Inovasi Olahan Pangan Lokal

TEP 19 UNAIR Dampingi 13 UMKM Prafi Kembangkan Inovasi Olahan Pangan Lokal

Foto profil Galih Prasetyo
Penulis: Galih Prasetyo
15 Oktober 2026, 16.02 WITA Editor: Shella Paramitha
5 menit baca
TEP 19 UNAIR

Prafi, JurnalPost.com — Sebanyak 13 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman di Distrik Prafi, Papua Barat, mengikuti pelatihan pengembangan produk berbasis pangan lokal yang diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 19 Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SP4, Kampung Udapi Hilir, tersebut memperkenalkan berbagai inovasi olahan pangan sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pemasaran dan manajemen usaha.

IKLAN

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya memanfaatkan komoditas pangan yang tersedia di Prafi agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selama ini, sejumlah bahan pangan lokal seperti pisang, singkong, keladi, labu kuning, dan hasil perikanan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk makanan dengan variasi yang lebih beragam.

Foto bersma
Baca Juga

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Dalam kegiatan tersebut, TEP 19 UNAIR menghadirkan Dr. Heni Adhianata, akademisi bidang food science dan nutrition yang mengajar di OTTIMMO International MasterGourmet Academy.

Beragam Inovasi dari Bahan Pangan Lokal

Peserta diperkenalkan pada sejumlah alternatif produk makanan yang memanfaatkan bahan baku lokal, mulai dari kue abus dengan tambahan ikan gabus, stik lele, bolu pisang, donat keladi dan labu kuning, hingga abon tuna yang dikombinasikan dengan jantung pisang maupun jamur tiram.

Inovasi lainnya mencakup emping keladi, gethuk singkong, tortilla jagung dengan tambahan lele, serta berbagai olahan berbahan ikan ekor kuning.

Pengembangan produk tersebut tidak hanya berfokus pada variasi makanan, tetapi juga mempertimbangkan kombinasi bahan pangan sumber karbohidrat dan protein.

Peran Teknologi Pangan
Baca Juga

Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

Sebelum diperkenalkan kepada peserta, tim telah melakukan uji coba formulasi dan pengujian organoleptik untuk mengevaluasi karakteristik produk berdasarkan rasa, aroma, warna, serta tekstur.

Ketua TEP 19 UNAIR, Emyr Reisha Isaura, mengatakan bahwa pelatihan ini berangkat dari potensi bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menciptakan produk baru.

“Pelatihan ini diikuti oleh 13 pelaku UMKM makanan dan minuman di Prafi. Kami ingin mendorong mereka agar dapat melihat potensi bahan pangan lokal sebagai peluang untuk menciptakan produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah. Harapannya, inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga dapat mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan produk menjadi salah satu pilihan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kondisi cuaca mendung
Baca Juga

Asap Tebal Tak Surutkan Semangat, Tim 15 Ekspedisi Patriot UI Bekali UMKM Pala Werianggi-Werabur Keterampilan Branding dan Fotografi Produk

Pelaku UMKM Tertarik Mencoba Produk Baru

Sejumlah peserta menunjukkan ketertarikan terhadap inovasi makanan yang diperkenalkan selama pelatihan.

Sri Hartini dan Tutik Ernawati, misalnya, menaruh perhatian pada pengembangan emping keladi dengan tambahan ikan lele. Kombinasi tersebut dinilai menarik untuk dicoba sebagai alternatif produk makanan berbahan dasar keladi.

FT TEP 19 UNAIR
IKLAN

Sementara itu, Satinem, pelaku UMKM yang selama ini menjalankan usaha sale pisang, melihat pelatihan tersebut sebagai kesempatan untuk mendapatkan inspirasi dalam mengembangkan variasi produk.

“Selama ini kami lebih banyak mengembangkan produk yang sudah biasa dibuat. Melalui pelatihan ini, kami mendapat inspirasi untuk mencoba variasi produk baru dari bahan pangan lokal. Harapannya, inovasi seperti ini bisa menambah pilihan produk yang kami jual dan menarik lebih banyak pembeli,” ungkap Satinem.

Ketertarikan peserta menjadi gambaran awal bahwa pengembangan produk berbasis pangan lokal memiliki peluang untuk diterapkan dalam usaha makanan skala kecil.

Meski demikian, penerapan inovasi tetap memerlukan penyesuaian, terutama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, biaya produksi, daya terima konsumen, dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.

Pengembangan Produk Perlu Diikuti Strategi Pemasaran

Selain memperkenalkan formulasi makanan, pelatihan turut membahas aspek pemasaran dan pengelolaan usaha.

Materi tersebut mencakup perencanaan biaya produksi, penentuan harga jual, strategi promosi, serta pengelolaan usaha agar produk yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap percobaan.

Bagi pelaku UMKM, inovasi makanan perlu diimbangi dengan perhitungan usaha yang tepat. Produk baru yang memiliki rasa dan tampilan menarik belum tentu dapat berkembang apabila biaya produksinya terlalu tinggi atau belum sesuai dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, peserta juga didorong untuk mempertimbangkan karakteristik konsumen ketika memilih formulasi produk yang akan dikembangkan.

Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku usaha menghasilkan produk yang tidak hanya memanfaatkan bahan pangan lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan secara berkelanjutan.

TEP 19 UNAIR Siapkan Monitoring Lanjutan

Pelatihan yang diikuti 13 UMKM tersebut merupakan tahap awal dari proses pendampingan pengembangan produk pangan lokal di Prafi.

TEP 19 UNAIR berencana melakukan monitoring terhadap tindak lanjut uji coba produk oleh masing-masing peserta. Langkah ini dilakukan untuk melihat sejauh mana formulasi yang diperkenalkan dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kondisi usaha.

Melalui monitoring tersebut, tim juga akan mengevaluasi perkembangan percobaan produk serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku UMKM.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya bergantung pada jumlah inovasi yang diperkenalkan, tetapi juga pada kemampuan peserta mengembangkan produk yang layak diproduksi, diterima konsumen, dan memberikan keuntungan.

Dengan memanfaatkan komoditas yang tersedia di wilayah Prafi, diversifikasi pangan lokal berpeluang membuka pilihan usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tep-19-unair-dampingi-13-umkm-prafi-kembangkan-inovasi-olahan-pangan-lokal/98181/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 10.14 WITA

  • #Pangan Lokal
  • #Papua Barat
  • #TEP 19 UNAIR
  • #UMKM Prafi
  • #Universitas Airlangga
  • #inovasi produk
  • #pelatihan UMKM

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Magang Turut Berkontribusi dalam Penyelenggaraan MTQ ke-32 Kabupaten Tuban 2026

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Pilihan Editor

  1. 1 Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat
  2. 2

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.