Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Urgensi Penerapan Nilai Kewarganegaraan dalam Pelayanan Publik

Urgensi Penerapan Nilai Kewarganegaraan dalam Pelayanan Publik

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
27 Maret 2026, 01.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kewarganegaraan

Oleh: Keisha Aprillia Mulsi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta

JurnalPost.com - Pelayanan publik adalah wajah paling nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika seseorang mengurus surat di kantor kelurahan, antre di puskesmas, atau meminta layanan di kantor dinas, saat itulah ia merasakan langsung seperti apa negara hadir dalam kehidupannya. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang pulang dari kantor pelayanan publik dengan rasa kecewa dilayani seadanya, diminta biaya tak resmi, atau justru diperlakukan tidak setara.

IKLAN

Di sinilah nilai-nilai kewarganegaraan memiliki peran yang sangat penting. Nilai kewarganegaraan adalah moral yang seharusnya menjadi pegangan setiap aparatur negara dalam menjalankan tugasnya. Keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama warga adalah pondasi utama yang harus tertanam kuat dalam setiap pelayanan publik.

614314c8bda99
Baca Juga

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Praktik pungutan liar dalam pengurusan dokumen kependudukan merupakan salah satu contohnya. Banyak warga yang terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil atau yang kurang melek administrasi terpaksa membayar sejumlah uang agar proses pengurusan KTP, akta kelahiran, atau surat keterangan domisili bisa berjalan lebih cepat. Kasus pungli ini bukan sekadar masalah hukum. Hal ini merupakan cerminan dari hilangnya nilai-nilai kewarganegaraan dalam praktik pelayanan publik.

IKLAN

Ketika seorang petugas meminta uang untuk layanan yang seharusnya gratis, individu telah melanggar prinsip keadilan karena hanya yang punya uang yang mendapat pelayanan lebih baik. Individu tersebut juga telah mengkhianati kejujuran dan tanggung jawab yang seharusnya menjadi dasar tugasnya sebagai abdi negara. Yang lebih mengkhawatirkan praktik seperti ini sudah terlanjur dianggap wajar oleh sebagian masyarakat. Warga yang seharusnya menjadi penerima manfaat justru merasa pasrah atas hal tersebut. Nilai kewarganegaraan yang diterapkan dalam pelayanan publik soal keadilan sosial yang sangat penting dalam implememtasi ke masyarakat.

Salah satu contoh nyata yang menggambarkan kondisi ini adalah kasus yang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada Mei 2024, Tim Saber Pungli Kabupaten Malang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil mengamankan seorang petugas honorer dan seorang calo yang bekerja sama memungut biaya dari warga yang mengurus KTP padahal layanan tersebut seharusnya gratis tanpa biaya apapun sesuai ketentuan undang-undang. Ironisnya, pimpinan dinas mengaku sudah berulang kali memberikan peringatan larangan pungli, namun praktik itu tetap terjadi di balik layar. Kasus ini memperlihatkan secara gamblang lemahnya nilai kejujuran dan tanggung jawab pada sebagian aparatur pelayanan publik. Warga yang datang dengan niat mengurus hak administrasinya justru terjebak dalam sistem yang korup, sementara mereka yang tidak memiliki uang atau kurang memahami haknya terpaksa menerima keadaan tersebut begitu saja.

Pelayanan publik yang baik adalah hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Dalam konstitusi kita, negara berkewajiban melayani seluruh rakyat secara adil dan merata. Ketika pelayanan diberikan secara diskriminatif maka nilai kesetaraan sebagai sesama warga negara telah dilanggar. Aparatur pelayanan publik adalah bagian dari sistem yang menentukan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kepercayaan itu tidak datang dari slogan atau baliho, melainkan dari pengalaman nyata warga saat berinteraksi dengan layanan negara. Jika pengalaman itu buruk dan penuh ketidakadilan, maka kepercayaan akan terus hilang dan demokrasi di negara pun akan kehilangan pondasinya.

98 Tahun Sumpah Pemuda dan Potret Bela Negara Para Pemuda
Baca Juga

98 Tahun Sumpah Pemuda dan Potret Bela Negara Para Pemuda

Penerapan nilai kewarganegaraan dalam pelayanan publik akan mendorong tumbuhnya budaya partisipasi warga. Ketika masyarakat merasakan bahwa mereka dilayani dengan hormat, jujur, dan transparan, mereka akan lebih terdorong untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kehidupan bernegara membayar pajak dengan ikhlas, melapor jika ada masalah, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Pelayanan publik yang baik adalah cermin dari bangsa yang beradab. Bangsa yang beradab adalah bangsa yang warganya, baik yang melayani maupun yang dilayani, saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing. Nilai kewarganegaraan adalah milik kita semua, dan sudah seharusnya hidup dalam setiap interaksi antara negara dan rakyatnya. Kasus pungli yang kelihatannya sepele itu sesungguhnya bukan masalah kecil. Hal tersebut meruoakab gejala dari akar yang lebih dalam lemahnya internalisasi nilai kewarganegaraan dalam sistem pelayanan publik kita.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/urgensi-penerapan-nilai-kewarganegaraan-dalam-pelayanan-publik/91719/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.14 WITA

  • #Kewarganegaraan
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.