JurnalPost.com - Dalam rangka implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional, UPN “Veteran” Jawa Timur melakukan kunjungan workshop ke Fakultas Liberal and Arts, Universitas Thammasat, Thailand. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia di taraf internasional sekaligus sebagai upaya diplomasi aktif dalam menjalin hubungan yang baik antar sesama kampus internasional. Workshop diadakan selama dua hari yaitu Senin-Selasa, 3-4 November 2025 bertempat di Fakultas Liberal and Arts, Universitas Thammasat, Thailand.
Adapun yang menjadi delegasi UPN “Veteran” Jawa Timur yaitu Agnes Tresia Silalahi dan Nadofah sebagai dosen aktif di Program Studi Pariwisata dan Ekonomi Pembangunan. Workshop diadakan di 3 kelas dengan topik Gastronomy Storytelling – Sharing Culinary Heritage dan Gastronomy Storytelling – Sharing Culinary Heritage. Sasaran atau peserta kegiatan merupakan mahasiswa aktif Universitas Thammasat yang tergabung dalam mata kuliah umum Bahasa Indonesia, sehingga program ini dapat menjadi tepat sasaran.
Pada Senin, 03 November 2025, kedatangan dosen UPN “Veteran” Jawa Timur disambut oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. selaku Penangggung jawab/Pengajar BIPA, Asian Studies, Faculty of Liberal Arts Thammasat University. Dalam sambutannya, Dr. Hamam Supriyadi, M.A. mengungkapkan bahwa “kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan mahasiswa terkait dengan kebudayaan Indonesia, mahasiswa sangat antusias bahkan sebelum diadakannya acara ini” ujarnya.

Agar peserta terlibat aktif selama sesi workshop, maka dilakukan metode food tasting, yang mana peserta dapat menikmati kuliner Indonesia dengan mengikuti langkah-langkah food tasting. Agnes Tresia Silalahi, S.Par., M.Par. selaku pemateri menganggap metode food tasting dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam mengenali kuliner Indonesia karena melibatkan berbagai indera dan mendorong interaksi serta rasa ingin tahu dari peserta.
Langkah-langkah food tasting yaitu visual yang bertujuan untuk mengamati warna dan bentuk dari makanan, kemudian dilanjutkan dengan tekstur yaitu mengenali tekstur makanan apakah bersifat keras, lembut, atau lengket. Lalu pada tahap ketiga yaitu mencium untuk mengenali aroma yang ada pada makanan. Setelahnya adalah tahap memakan makanan, dan mengidentifikasi tektur yang muncul di mulut, apakah garing atau meleleh, dan kemudian mengenali rasa yang ditimbulkan apakah manis, pahit, asam, dan pedas. Setelah itu, peserta kemudian mendeskripsikan apa yang mereka peroleh dari hasil food tasting tersebut.

Terdapat 5 kuliner yang dibawakan, antara lain spikoe, keripik tempe, pisang sale, brem, dan rengginang. Dari kelima kuliner tersebut, rata-rata peserta menyukai pisang sale, karena dianggap memiliki rasa yang lebih umum yaitu manis madu yang diperoleh dari bahan dasarnya yaitu pisang. Lalu terdapat makanan yang dianggap tidap umum yaitu Brem, karena dinilai memiliki rasa yang uni dan campuran antara manis dan asam.
Pada sesi diskusi, beberapa peserta juga menghubungkan bahwa adanya kesamaan beberapa bahan dasar yang juga membentuk kuliner di Thailand, seperti beras ketan untuk sticky rice. Salah satu testimoni peserta yang disapa dengan Ko mengungkapkan bahwa “setelah melakukan food tasting apda makanan ringan, saya penasaran dengan makanan utama. Saya berharap dapat mencobanya di restoran yang ada di Thailand, atau semoga saya bisa berkunjung ke Indonesia” ujarnya.

Ini merupakan bentuk respon positif yang menandakan bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik internsional. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dengan berbagai bentuk program lainnya. Acara kemudian diakhiri dengan melakukan penyerahan Plakat yang penerimaannya diwakili oleh Dr. Hamam Supriyadi, M.A. dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Penulis: Agnes Tresia Silalahi Rida Perwita Sari
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda