JAKARTA, JurnalPost.com – Tim akademisi Universitas Pamulang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis penelitian bertajuk “Pelatihan Pengembangan Modul Digital Interaktif Menggunakan eXeLearning” di SMK Bakti Idhata, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium DKV B tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang bahan ajar digital yang inovatif, terstruktur, dan interaktif. Pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Universitas Pamulang terhadap modernisasi media pembelajaran di lingkungan sekolah vokasi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan eXeLearning atau eLearning XHTML Editor. Perangkat lunak berbasis sumber terbuka tersebut dapat digunakan untuk membuat bahan ajar digital berbasis HTML5 tanpa mengharuskan penggunanya menguasai bahasa pemrograman.
Melalui eXeLearning, guru dapat menyusun materi pembelajaran yang dilengkapi teks, gambar, video, kuis, serta berbagai komponen interaktif lainnya. Modul yang telah dibuat juga dapat dipublikasikan dan digunakan melalui berbagai platform pembelajaran digital.
Para peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan fitur dan fungsi eXeLearning, teknik menyusun konten pembelajaran, desain modul interaktif, hingga tahapan publikasi materi.
Pelatihan tidak hanya diisi dengan penyampaian teori. Sebanyak 18 guru yang mengikuti kegiatan juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan modul digital dan mengunggah hasilnya ke platform pembelajaran.
Hasil Evaluasi Menjadi Bahan Pengembangan Pelatihan
Sebagai bagian dari evaluasi berbasis penelitian, tim pelaksana memberikan pre-test dan post-test yang terintegrasi dengan Learning Management System atau LMS Training Aratech.
Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata nilai pre-test peserta mencapai 9,00 dari nilai maksimal 10. Nilai tertinggi pada tahap tersebut mencapai 10, sedangkan nilai terendah tercatat 8.
Para guru SMK Bakti Idhata bersama tim Universitas Pamulang berfoto setelah mengikuti pelatihan pengembangan modul digital interaktif./Dokumentasi pribadi
Sementara itu, rata-rata nilai post-test tercatat sebesar 7,13. Nilai tertinggi mencapai 10 dan nilai terendah sebesar 4.
Perbandingan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelaksana untuk melihat tingkat pemahaman peserta, tingkat kesulitan soal, serta bagian materi yang masih perlu diperkuat dalam pelatihan berikutnya.
“Penguasaan authoring tool seperti eXeLearning sangat krusial bagi tenaga pendidik saat ini agar dapat menyajikan bahan ajar digital yang dinamis, menarik, dan mudah diakses oleh siswa di era digital,” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang.
Menurut tim pelaksana, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel kepada siswa.
Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah
Pelatihan ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan penyerahan e-sertifikat secara simbolis kepada peserta yang telah menyelesaikan praktik dan kuis evaluasi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang dan SMK Bakti Idhata berharap modul digital yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi tersebut juga diharapkan terus berkembang melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi pendidikan.
Penulis: Sonasa Rinusantoro
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda