Bandung, JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru di SDN 200 Leuwipanjang, Kota Bandung, pada 23–24 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru dalam Mendukung Kesejahteraan Anak, Motivasi Belajar, dan Literasi Numerasi Siswa SD” tersebut dipimpin oleh Dr. Fitri Kania, M.Pd. serta diikuti oleh seluruh guru SDN 200 Leuwipanjang.
Kepala SDN 200 Leuwipanjang turut menghadiri kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, motivasi belajar, serta kebutuhan perkembangan siswa.
Dalam pelatihan tersebut, Tim PKM menghadirkan sejumlah akademisi UPI sebagai pemateri. Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd. membawakan materi mengenai motivasi mengajar, kebahagiaan dalam menjalankan profesi guru, serta strategi membangun hubungan yang positif dengan siswa.
Menurutnya, semangat dan kebahagiaan guru dalam mengajar dapat memberikan pengaruh terhadap suasana pembelajaran serta kedekatan emosional antara guru dan siswa.
Materi mengenai psychological well-being atau kesejahteraan psikologis guru disampaikan oleh Dr. Idat Muqodas, M.Pd., Kons. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kondisi mental dan emosional guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.

Guru yang memiliki kondisi psikologis yang baik dinilai akan lebih mampu menghadapi dinamika pembelajaran serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd. menyampaikan materi literasi berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge atau TPACK. Para guru mendapatkan penguatan mengenai cara mengintegrasikan teknologi, pendekatan pedagogis, dan penguasaan materi dalam proses pembelajaran.
Penerapan TPACK diharapkan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih adaptif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Ketua Tim PKM UPI, Dr. Fitri Kania, M.Pd., juga memberikan materi mengenai penguatan kemampuan numerasi siswa. Ia menjelaskan bahwa numerasi tidak sebatas kemampuan melakukan perhitungan matematika.
Numerasi juga mencakup kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memahami informasi, menyelesaikan permasalahan, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelatihan ini dirancang agar guru memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap kondisi siswa. Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesejahteraan anak dan motivasi belajarnya,” ujar Dr. Fitri Kania.
Selain pemaparan materi, kegiatan tersebut dilengkapi dengan pengenalan instrumen oleh Dinda Robayanti, M.Pd. dan Dwi Yuhita Utami, S.Pd.
Instrumen tersebut diperkenalkan untuk membantu guru memperoleh gambaran mengenai kondisi kesejahteraan anak, motivasi belajar, serta kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Pelaksanaan pelatihan dikemas melalui pemaparan materi, diskusi, refleksi, dan praktik penggunaan instrumen. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara konseptual, tetapi juga mendapatkan bekal praktis yang dapat diterapkan dalam pembelajaran dan pendampingan siswa di sekolah.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM UPI dan SDN 200 Leuwipanjang diharapkan dapat membangun kolaborasi secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pelatihan tersebut juga diharapkan mampu mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih adaptif, menyenangkan, serta berpihak pada kebutuhan dan kesejahteraan anak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda