
JurnalPost.com - Tim pengabdian masyarakat (pengmas) mandiri menghadirkan inovasi Box Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Terintegrasi sebagai upaya meningkatkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kesiapsiagaan tanggap darurat di lingkungan komunitas mitra.
Program tersebut dilaksanakan untuk menjawab risiko keterlambatan penanganan awal kecelakaan kerja yang kerap disebabkan oleh fasilitas P3K konvensional yang tidak tertata, kurang terawat, maupun sulit digunakan dalam situasi darurat.
Box P3K Terintegrasi dirancang menggunakan material High-Density Polypropylene (HDPP) yang memiliki ketahanan tinggi serta dilengkapi standar perlindungan IP65. Struktur kotak dilengkapi lapisan penyegel karet untuk menjaga perlengkapan medis di dalamnya tetap terlindungi dari debu, air, kelembapan, dan berbagai potensi kontaminasi.
Dengan ukuran sekitar 40 sentimeter x 25 sentimeter x 20 sentimeter serta berat terisi kurang lebih 2,6 kilogram, unit tersebut dapat ditempatkan pada dinding di lokasi strategis maupun dipindahkan dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.
Keunggulan lain dari inovasi ini terdapat pada sistem penyimpanan internal berupa rak bertingkat dengan kompartemen berbasis kode warna. Sistem tersebut mengelompokkan perlengkapan medis berdasarkan fungsi, seperti antiseptik, bahan pembalut luka, alat pelindung diri, serta instrumen pertolongan darurat lainnya.

Tata letak yang terorganisasi dan mudah dipahami diharapkan dapat mempercepat proses pencarian perlengkapan medis sekaligus mengurangi risiko kesalahan pengambilan alat atau bahan ketika menangani korban dalam kondisi kritis.
Tidak hanya menyerahkan fasilitas fisik, tim pengmas juga memberikan pendampingan dan sosialisasi mengenai tata cara penanganan cedera awal kepada anggota serta kader di lingkungan mitra.
Pemahaman mengenai pertolongan pertama dinilai penting karena penanganan yang tepat pada menit-menit awal atau golden period dapat membantu mencegah komplikasi, memperkecil tingkat keparahan cedera, dan mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan kerja.
Melalui penyediaan Box P3K terstandar dan edukasi keselamatan secara menyeluruh, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat secara cepat, tepat, dan mandiri.
Satu unit Box P3K tersebut diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan perlindungan awal bagi sekitar 30 hingga 50 anggota di lingkungan mitra.
Kehadiran inovasi ini diharapkan tidak hanya melengkapi sarana K3, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja yang responsif dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat mitra dapat memiliki lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, produktif, dan berdaya saing.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda