Bogor, JurnalPost.com - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, mulai didorong memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Strategi tersebut dinilai penting agar produk lokal tidak hanya bergantung pada pelanggan sekitar, tetapi juga lebih mudah ditemukan oleh konsumen yang lebih luas.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Kantor Desa Waru, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan berfokus pada penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam pemasaran digital, mulai dari penyusunan strategi promosi, pembuatan materi visual menggunakan Canva, pemanfaatan media sosial dan marketplace, hingga optimalisasi profil usaha melalui Google Bisnisku.
Berbeda dengan pelatihan satu arah, kegiatan dirancang secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti diskusi, simulasi, dan praktik yang disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing.
Potensi UMKM Desa Waru Cukup Besar
Desa Waru memiliki potensi kewirausahaan yang cukup menjanjikan. Berdasarkan laporan kegiatan, sekitar 20 persen penduduk desa bekerja sebagai wirausaha dan pedagang.
Selain itu, lebih dari 100 pelaku usaha aktif terlibat dalam berbagai kegiatan promosi produk lokal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Waru berkembang dan memiliki peluang untuk diperluas.
Meski demikian, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pola pemasaran konvensional, seperti penjualan langsung dan rekomendasi dari pelanggan.
Cara tersebut tetap memiliki peran penting, tetapi jangkauannya relatif terbatas jika dibandingkan dengan pemasaran melalui platform digital.
Di tengah perubahan perilaku konsumen, keberadaan usaha di internet menjadi semakin penting. Konsumen kini terbiasa mencari informasi mengenai produk, alamat, nomor kontak, jam operasional hingga ulasan sebelum memutuskan melakukan pembelian.
Karena itu, produk berkualitas belum tentu dapat menjangkau pasar lebih luas apabila informasi mengenai usaha tersebut sulit ditemukan secara daring.
Tantangan lain yang dihadapi pelaku UMKM adalah kemampuan membuat materi promosi yang menarik dan mengelola kanal digital secara konsisten.
Tidak semua pelaku usaha terbiasa membuat konten media sosial, menggunakan marketplace, atau memperbarui informasi usahanya di mesin pencarian.
Belajar Canva hingga Marketplace
Tim PKM yang dipimpin Sarah Ghania, S.P.W.K., M.E., kemudian memberikan pendampingan yang menitikberatkan pada praktik pemasaran digital yang dapat diterapkan secara langsung.
Peserta terlebih dahulu diperkenalkan dengan dasar perencanaan dan strategi pemasaran. Mereka diajak memahami bahwa pemasaran tidak sekadar memasang iklan, tetapi juga perlu memperhatikan karakter produk, target konsumen, pesan yang ingin disampaikan, serta kanal komunikasi yang paling sesuai.
Dalam pembuatan materi promosi, peserta diperkenalkan dengan Canva untuk membuat poster, banner digital, hingga konten media sosial.
Melalui praktik tersebut, informasi sederhana mengenai produk dapat diolah menjadi materi visual yang lebih menarik dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran.
Peserta juga dikenalkan dengan sejumlah kanal digital seperti Instagram, Facebook, WhatsApp Business, dan marketplace.
Masing-masing platform memiliki fungsi berbeda namun dapat saling mendukung. Media sosial dapat digunakan untuk membangun komunikasi dan memperkenalkan produk, sedangkan WhatsApp Business membantu pelaku usaha berinteraksi dengan pelanggan dan mengelola informasi produk.

Marketplace dapat menjadi saluran tambahan untuk transaksi dan memperluas jangkauan konsumen.
Melalui simulasi dan pendampingan langsung, peserta didorong tidak sekadar mengetahui fungsi berbagai aplikasi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Google Bisnisku Jadi Etalase Digital
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah pemanfaatan Google Bisnisku sebagai sarana memperkuat keberadaan UMKM di mesin pencarian.
Profil usaha yang lengkap dapat membantu calon pelanggan mengetahui lokasi, nomor kontak, jam operasional, foto produk, serta informasi penting lainnya tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha.
Bagi UMKM, keberadaan profil bisnis di internet dapat berfungsi sebagai etalase digital yang bekerja selama informasi tersebut tetap tersedia dan diperbarui.
Karena itu, peserta juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya menjaga akurasi informasi usaha.
Nomor telepon, alamat, jam operasional, foto produk, deskripsi, hingga informasi layanan perlu diperbarui apabila terjadi perubahan.
Profil bisnis yang tidak dikelola justru berpotensi menampilkan informasi lama yang membingungkan calon pelanggan.
Dengan kata lain, hadir di ruang digital bukan hanya tentang membuat akun. Pelaku usaha juga dituntut menjaga konsistensi informasi dan komunikasi agar keberadaan digital benar-benar dapat mendukung kegiatan bisnis.
Dorong UMKM Lebih Mandiri
Pendampingan pemasaran digital tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.
Pelaku UMKM Desa Waru didorong mulai menerapkan strategi yang telah dipelajari secara mandiri dan berkelanjutan.
Langkah awal dapat dilakukan dari hal sederhana, seperti memperbaiki informasi profil bisnis, menggunakan foto produk yang lebih jelas, mengunggah materi promosi secara rutin, serta merespons pertanyaan calon pelanggan melalui kanal komunikasi yang tersedia.
Konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran digital.
Media sosial maupun platform digital tidak hanya berfungsi sebagai tempat memasang iklan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun identitas merek, berkomunikasi dengan pelanggan, dan memperkenalkan keunggulan produknya.
Jika dimanfaatkan dengan baik, pemasaran digital dapat membuka kesempatan bagi produk UMKM Desa Waru untuk dikenal konsumen di luar wilayah Parung bahkan Kabupaten Bogor.
Digitalisasi pemasaran pada akhirnya bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi agar produk lokal semakin mudah ditemukan dan memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas.
Program pengabdian yang dilakukan UPN “Veteran” Jakarta juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat membantu UMKM menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan Laporan Kemajuan Skema Program Kemitraan Masyarakat Dasar “Penguatan Daya Saing UMKM melalui Peningkatan Kapasitas Usaha dan Akses Pasar di Desa Waru Kecamatan Parung” Tahun 2026.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda