Bogor, JurnalPost.com — Sebanyak 35 peserta dari kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat Mulyaharja, Kota Bogor, mengikuti pelatihan pemasaran digital yang diselenggarakan dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan (SJMP), Sekolah Vokasi IPB University, pada 20 September 2026.
Pelatihan ini menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang diarahkan untuk membantu pelaku usaha lokal memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan berbelanja, kemampuan menggunakan media sosial untuk kepentingan usaha semakin dibutuhkan. Namun, pemasaran digital bukan sekadar mengunggah foto produk atau menawarkan barang melalui internet.
Pelaku usaha juga perlu memahami siapa calon pembelinya, bagaimana menyampaikan keunggulan produk, serta cara membangun komunikasi yang dapat menarik perhatian dan mempertahankan pelanggan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelatihan yang berlangsung di wilayah Kelurahan Mulyaharja.
Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono, S.Sos., Sekretaris Kelurahan Taufik Hidayat, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Rosani Sutawijaya, S.H., Ketua Kelompok UMKM Bangkit Yunto Mardanus, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Mulyaharja Agus Faisal.
Belajar Mengenali Konsumen hingga Membuat Konten Pemasaran
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., yang membahas berbagai pendekatan pemasaran digital yang dapat diterapkan pelaku UMKM sesuai dengan skala dan karakteristik usahanya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya mengenali target konsumen sebelum menentukan strategi pemasaran.
Dengan memahami kebutuhan dan kebiasaan calon pembeli, pelaku usaha dapat memilih jenis konten, pesan promosi, serta kanal komunikasi yang lebih sesuai.
Peserta juga memperoleh materi mengenai penggunaan media sosial, penyusunan konten pemasaran, dan cara membangun identitas usaha di ruang digital.
Identitas usaha menjadi aspek yang tidak kalah penting. Di tengah banyaknya produk serupa yang ditawarkan secara daring, tampilan dan informasi produk dapat memengaruhi ketertarikan konsumen.
Foto produk yang jelas, deskripsi yang mudah dipahami, serta komunikasi yang responsif dapat membantu calon pembeli mengenali produk yang ditawarkan.

Selain itu, konsistensi dalam mengelola akun usaha turut menjadi perhatian. Media sosial yang digunakan untuk berjualan perlu dikelola secara terencana agar informasi produk dapat menjangkau konsumen secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pemasaran digital tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit atau biaya promosi yang besar.
Pelaku UMKM dapat memulainya dengan mengoptimalkan platform yang sudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Membuka Peluang Pasar di Luar Mulyaharja
Pemanfaatan teknologi digital memberi peluang bagi produk UMKM untuk dikenal masyarakat di luar lingkungan tempat usaha berada.
Produk yang sebelumnya lebih banyak dipasarkan secara langsung kepada warga sekitar berpotensi menjangkau konsumen dari wilayah lain melalui saluran pemasaran daring.
Meski demikian, jangkauan yang lebih luas tidak otomatis meningkatkan penjualan. Pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kualitas produk, ketepatan informasi, pelayanan pelanggan, dan kesesuaian strategi pemasaran dengan kebutuhan pasar.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan keterampilan digital bagi pelaku UMKM.
Bagi masyarakat Mulyaharja, pelatihan tersebut juga membuka ruang untuk memahami bagaimana potensi produk lokal dapat diperkenalkan melalui media digital secara lebih terarah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan kelompok usaha setempat diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas pelaku UMKM, terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka.
Pemahaman Peserta Diukur melalui Pretest dan Post-test
Pelatihan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi IPB University juga melakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta.
Evaluasi dilakukan melalui pretest sebelum pelatihan dan post-test setelah seluruh materi diberikan.
Pretest digunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta telah memahami konsep dasar pemasaran digital, termasuk pemanfaatan media sosial untuk kegiatan usaha.
Sementara itu, post-test dilakukan untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti sesi pembelajaran.
Hasil kedua pengukuran tersebut dapat menjadi dasar bagi tim pelaksana dalam menilai efektivitas pelatihan sekaligus mengidentifikasi materi yang masih perlu diperkuat.
Meski demikian, angka hasil evaluasi maupun besaran peningkatan pemahaman peserta belum dicantumkan dalam informasi kegiatan yang tersedia.
Penerapan Strategi Menjadi Tantangan Berikutnya
Setelah mengikuti pelatihan, tantangan berikutnya bagi peserta adalah menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam kegiatan usaha masing-masing.
Penerapan tersebut dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari memperbaiki tampilan produk, menyusun informasi penjualan yang lebih jelas, hingga membangun komunikasi rutin dengan pelanggan melalui platform digital.
Bagi usaha berskala kecil, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal untuk memperbaiki pemasaran.
Pendampingan lanjutan juga menjadi aspek penting agar materi yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan selama pelatihan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Sekolah Vokasi IPB University berupaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata pelaku usaha di tingkat lokal.
Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir atau pemahaman terhadap materi, tetapi juga dari sejauh mana strategi pemasaran digital dapat diterapkan untuk membantu UMKM Mulyaharja mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda