Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  2. Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Tren Wisata China Berubah, Turis Asing Kini Berburu Pengalaman Lokal

Tren Wisata China Berubah, Turis Asing Kini Berburu Pengalaman Lokal

Foto profil Hasbi
Penulis: Hasbi
21 Agustus 2026, 18.49 WITA
6 menit baca
Xinhua
Foto yang diabadikan pada 5 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah wisatawan mancanegara berupaya membuat patung tanah liat berbentuk prajurit terakota di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua) Foto: Xinhua

XI’AN, JurnalPost.com – Tren perjalanan wisatawan mancanegara di China mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya kunjungan didominasi agenda melihat destinasi ikonik, kini semakin banyak turis asing memilih pengalaman yang membawa mereka lebih dekat dengan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Leonie, wisatawan asal Jerman, menjadi salah satu contohnya. Sebelum tiba di Provinsi Shaanxi pada musim panas 2026, agenda perjalanannya hampir sama seperti turis yang pertama kali mengunjungi China barat laut, yakni melihat Pasukan Terakota, Tembok Kota Xi’an, dan Pagoda Angsa Liar Raksasa.

IKLAN

Namun, pengalaman yang paling membekas baginya justru bukan sekadar melihat objek wisata. Leonie berkesempatan membuat replika patung terakota dengan tangannya sendiri di sebuah bengkel dekat Museum Situs Mausoleum Kaisar Qinshihuang.

Dia mempelajari proses mengolah tanah liat, memasukkannya ke cetakan, hingga mengeluarkan replika patung setelah bentuknya terbentuk.

“Saya tidak hanya melihat langsung kemegahan pasukan terakota, tetapi juga berkesempatan menjajal proses pembuatan kerajinan tangan,” kata Leonie.

Sepanjang 2026, bengkel tersebut dilaporkan telah menerima lebih dari 2.000 wisatawan mancanegara.

Turis Mulai Mencari Pengalaman Lokal

Pengalaman Leonie menggambarkan perubahan dalam pasar pariwisata inbound China. Wisatawan asing kini tidak hanya ingin mengunjungi lokasi terkenal, tetapi juga mencoba kerajinan tradisional, mencicipi makanan yang biasa dikonsumsi warga lokal, hingga mengikuti aktivitas sehari-hari masyarakat.

Perubahan itu terlihat di Xi’an pada awal Agustus 2026 ketika sejumlah wisatawan asing mengikuti pengalaman minum teh gongfu. Dalam kegiatan tersebut, seorang ahli teh menampilkan atraksi menggunakan teko bercorong panjang yang dipadukan dengan gerakan terinspirasi seni bela diri.

Parley Brooker, pelajar sekolah menengah atas asal Amerika Serikat, mengaku baru pertama kali melihat teko tersebut. Ia bahkan sempat mengira corong panjang teko itu merupakan gagangnya.

Setelah mengetahui cara penggunaannya, Brooker mengaku tertarik bukan hanya pada keunikan teko, tetapi juga budaya minum teh yang mampu mempertemukan banyak orang.

“Anda dapat mencobanya bersama teman-teman,” ujarnya.

Pada akhir kegiatan, Brooker bahkan mempertimbangkan membeli teko serupa untuk dibawa pulang.

Kemudahan Visa Dorong Kunjungan Wisatawan

Pengalaman wisata yang semakin beragam berjalan seiring dengan kebijakan China dalam mempermudah kedatangan wisatawan asing.

Salah satunya melalui kebijakan transit bebas visa hingga 240 jam bagi wisatawan yang memenuhi persyaratan.

Pada semester pertama 2026, China mencatat sekitar 22,914 juta kedatangan warga negara asing. Angka tersebut meningkat 20,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Media sosial juga turut mengubah cara wisatawan asing mengenal China. Topik seperti “China Travel”, “Becoming Chinese”, dan “China Cool” semakin banyak dibicarakan secara daring.

Video tentang restoran lokal, pasar pagi, ruang publik, hingga kehidupan masyarakat di jalanan memberikan gambaran China yang lebih luas dibandingkan sekadar destinasi wisata populer.

Kuliner Jadi Cara Mengenal Kehidupan Warga

Louise, wisatawan asal Inggris, memilih kuliner sebagai pintu masuk untuk memahami kehidupan masyarakat Xi’an.

Alih-alih hanya makan di restoran yang banyak dikunjungi turis, ia menggunakan jasa pemandu kuliner lokal dan menjelajahi pasar malam, pasar pagi, serta kedai-kedai kecil yang menjadi favorit warga.

IKLAN

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika Louise menemukan sebuah restoran mi dan mengetahui kebiasaan warga setempat menikmati mi bersama bawang putih mentah.

Meskipun rasa bawang putih tersebut cukup pedas baginya, pengalaman itu justru menjadi bagian menarik dari perjalanan.

“Saya tidak ingin sekadar terburu-buru berpindah dari satu objek wisata ke yang lainnya. Saya ingin berbincang dengan warga setempat dan merasakan koneksi dengan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Louise.

Wisata Pengalaman Meluas ke Berbagai Daerah

Tren wisata berbasis pengalaman tidak hanya terjadi di Xi’an.

Sebagian wisatawan asing memilih bersepeda melintasi persawahan dan desa di Yangshuo, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi. Wisatawan lainnya belajar menyeduh teh Gongfu di kawasan jalan kuno Chaoshan, Provinsi Guangdong.

Di Suzhou, Provinsi Jiangsu, wisatawan bahkan dapat mencoba melantunkan bagian dari Opera Kunqu di tengah taman-taman klasik kota tersebut.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa memahami China kini dapat dimulai dari kegiatan sederhana, mulai dari menikmati secangkir teh, menyantap semangkuk mi hingga berbincang dengan warga lokal.

Layanan Wisatawan Asing Terus Diperkuat

China juga terus memperluas layanan yang memudahkan perjalanan wisatawan internasional, seperti informasi multibahasa, bantuan pembayaran digital, penukaran valuta asing, hingga fasilitas pengembalian pajak saat wisatawan meninggalkan negara tersebut.

Di Shaanxi, platform layanan terpadu untuk wisatawan asing menyediakan informasi mengenai transportasi, penukaran mata uang, serta pembayaran melalui perangkat seluler.

Destinasi populer seperti Tembok Kota Xi’an dan Grand Tang Mall turut menyediakan layanan pengembalian pajak keberangkatan.

Pada semester pertama 2026, lebih dari 2.600 permohonan pengembalian pajak diproses di sejumlah pintu perlintasan di Shaanxi. Jumlah tersebut lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai pengembalian pajak yang diberikan kepada wisatawan asing mencapai hampir 1,8 juta yuan atau sekitar Rp4,75 miliar dengan asumsi kurs Rp2.644 per yuan.

“China Cool” Hadir dari Kehidupan Sehari-hari

Bagi sejumlah wisatawan, kenangan terbaik justru ditemukan di luar panduan perjalanan.

Sasha, wisatawan asal Portugal, mengaku terkesan dengan kehidupan malam di ruang-ruang publik Xi’an. Di sekitar gerbang bersejarah kota, ia melihat warga menari bersama, anak-anak bermain sepatu roda hingga penggemar opera amatir tampil di depan kelompok penonton.

“Semua orang tampak larut dalam kegembiraan pada momen itu. Jangan sekadar menjadi pengamat. Beranikan diri dan bergabunglah,” tulis Sasha melalui media sosial.

Semakin banyak wisatawan asing kini menjalani pola perjalanan serupa. Mereka tetap datang untuk melihat Tembok Besar China, Pasukan Terakota, maupun kuil-kuil kuno, tetapi perjalanan tidak berhenti di destinasi tersebut.

Wisatawan juga mengunjungi pasar tradisional, mencoba kuliner lokal, mempelajari kerajinan, mengikuti kegiatan masyarakat, dan berinteraksi langsung dengan warga.

Fenomena inilah yang membuat istilah “China Cool” tidak sekadar menjadi tren di media sosial. Daya tarik tersebut justru muncul dari pengalaman sederhana yang memungkinkan wisatawan melihat, mencicipi, dan merasakan langsung kehidupan masyarakat China.

Sumber: Xinhua

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/tren-wisata-china-berubah-turis-asing-kini-berburu-pengalaman-lokal/97408/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.58 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #China-ASEAN
  • #Pariwisata China
  • #Wisata Internasional

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.