Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Transformasi Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan: Manajemen Pendidikan Tinggi

Transformasi Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan: Manajemen Pendidikan Tinggi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Mei 2021, 19.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
10 menit baca
Transformasi Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan: Manajemen Pendidikan Tinggi
Dr. Ratminto selaku Direktur SDM Universitas Gajah Mada salah satu tenaga ahli transformasi pendidikan tinggi
JURNALPOST - Arah pergerakan kebijakan dan program kerja bagi kementerian, lembaga negara, instansi pemerintahan, dan organisasi pada tahun 2021 mengacu pada naskah teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahap IV (2020-2024) yang berfokus pada terwujudnya masyarakat Indonesia yang maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing. Dari naskah teknokratik tersebut sangatlah jelas bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan objek utama arah pembangunan nasional. Sumber daya manusia dianggap sebagai modal dasar terwujudnya visi Indonesia di masa datang. Bicara mengenai sumber daya manusia, tentu tak terlepas dari rantai pendidikan sebagai ujung tombak penciptaan generasi terdidik, berkualitas, bertanggung jawab, kompeten, dan berdaya saing. Di satu sisi, untuk menciptakan generasi unggul bukanlah suatu hal yang instan dan mudah untuk dilakukan. Lembaga pendidikan, dalam hal ini salah satunya adalah pendidikan tinggi memegang tanggung jawab yang besar untuk melahirkan SDM dan lulusan-lulusan yang berkualitas. Kementerian Perhubungan sebagai lembaga negara memiliki andil dan tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan pembangunan, konektivitas, dan mobilitas nasional. Pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana untuk meningkatkan konektivitas nasional ini tidak semata hanya pembangunan secara fisik, tetapi juga harus didukung dengan SDM yang profesional, handal, dan inovatif. Penciptaan SDM unggul ini diupayakan melalui reformasi dan transformasi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Penciptaan SDM transportasi yang handal dilakukan melalui pendidikan tinggi di sekolah-sekolah kedinasan dibawah naungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan. Pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan ditujukan untuk menciptakan lulusan-lulusan yang secara spesifik berkompetensi di matra darat, laut, dan udara. Seiring dengan tuntutan generasi, era dan zaman yang serba tidak pasti, perubahan-perubahan yang cepat, digitalisasi, dan persaingan pasar global maka pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan terus berupaya menyeimbangi kebutuhan SDM yang tidak hanya pemenuhannya secara kualitas dan kuantitas nasional, tetapi juga secara global sebagai lulusan yang siap bersaing menjadi masyarakat dan tenaga kerja internasional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) bersama 18 sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan pada tahun 2021 terus gencar melakukan transformasi bertahap. Transformasi tersebut dilakukan dari segala aspek; kurikulum, metode pembelajaran, sistem informasi, regulasi, manajemen pendidikan tinggi, dan juga pengembangan tenaga pendidik/kependidikan. Kementerian Perhubungan menjalin kerjasama dengan Universitas Gajah Mada dalam menyusun peta jalan dan implementasi transformasi pendidikan tinggi. Pembahasan dan kajian terus dilakukan, forum diskusi selalu hangat dengan perbincangan dan ilmu-ilmu baru yang dibagi dari para tenaga ahli, narasumber, maupun peserta diskusi. Pada hari Jumat,6 Mei 2021 BPSDM Perhubungan bersama dengan Universitas Gajah Mada kembali menyelenggarakan forum diskusi virtual yang mengambil topik dan isu pengembangan tenaga pendidik/kependidikan dan manajemen pendidikan tinggi dalam rancangan Grand Design Transformasi Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Dalam diskusi tersebut dihadiri 112 peserta dari sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan, tenaga ahli dari Universitas Gajah Mada, dan perwakilan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan dari matra darat, laut, udara, dan aparatur perhubungan. Pada diskusi kali ini terdapat pemaparan dari narasumber dan tenaga ahli Universitas Gajah Mada, antara lain Dr. Ratminto selaku Direktur SDM Universitas Gajah Mada, Dr. Khabib Mustofa selaku Wakil Dekan Bidang SDM, Aset, dan Teknologi Informasi, Ir.Ikaputra, M.Sc.,PhD dan Dr.Ir.Wahyu Supartono yang memberikan pemaparan tentang Pengembangan SDM dan Manajemen Pendidikan Tinggi. Dari forum diskusi ini dihasilkan suatu desain pengembangan SDM yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi dan karir tenaga pendidik yang akan diperkuat serta pengembangan manajemen pendidikan tinggi yang termasuk didalamnya adalah infrastruktur teknologi informasi dan fasilitas kampus pendidikan tinggi yang dapat mendukung pencapaian kompetensi lulusan.

INFORMASI ADALAH ASET PERGURUAN TINGGI

Menurut Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, fungsi perguruan tinggi adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai kemanusiaan. Oleh sebab itu, ditetapkan pula asas-asas pendidikan tinggi, diantaranya adalah penalaran, kejujuran, keadilan, manfaat, kebajikan, tanggung jawab, kebhinekaan, dan keterjangkauan. Dari asas dan fungsi ini terlihat bahwa sejatinya pendidikan tinggi dalam menjalankan aktivitasnya tidak terlepas dari proses pertukaran data, kelimpahan informasi, dan potensi terciptanya sumber-sumber pengetahuan (knowledge). Secara umum, data adalah sumber informasi yang bisa dikelola dan dikaitkan satu dengan lainnya untuk menjadi suatu bentuk hirarki yang lebih tinggi pada piramida sistem informasi, yakni menjadi suatu pengetahuan (knowledge). Pengetahuan (knowledge) inilah yang nantinya menjadi sumber atau pedoman dari suatu tindakan pengambilan keputusan (decision maker). Permasalahannya adalah, seringkali data yang dimiliki belum diubah menjadi suatu informasi yang bermanfaat. Informasi yang begitu kaya pun belum bisa dikaitkan satu dengan lainnya. Suatu lembaga pendidikan tinggi seringkali tergopoh-gopoh membangun sistem informasi akan tetapi SDM dan prosedur sistem informasi tersebut tidak diperhatikan. Padahal perlu digarisbawahi bahwa tanpa dukungan dan kesiapan SDM maka pembangunan sistem informasi di pendidikan tinggi tidak akan optimal. Pendidikan tinggi harus mau berinvestasi pada SDM teknologi informasi. SDM teknologi informasi ini pun dalam membangun sistem informasi harus mampu terlebih dahulu memahami hirarki sistem informasi. Piramida Sistem Informasi Pada hirarki sistem informasi, proses transaksi atau manajemen operasi merupakan dasar piramida dimana data dikumpulkan dan dihimpun untuk membentuk suatu informasi. Data yang terhimpun selanjutnya harus diinput, sehingga hal apapun yang diperoleh dari himpunan data sebelumnya dapat terpotretkan. Selanjutnya, piramida tengah dari piramida sistem informasi merupakan tahapan manajemen sistem informasi atau manajemen taktis yang ditandai dengan adanya otomasi di ranah administrasi. Sebagai contoh, dalam aktivitas di perguruan tinggi pencatatan akademik mahasiswa dan dosen sudah tidak lagi berbasis data fisik, tetapi berupa data digital. Pengadministrasian penelitian, hasil riset, publikasi yang penting bagi tenaga pendidik dan dosen harus terdokumentasi secara lengkap dan rapi untuk selanjutnya di integrasikan dengan sistem penilaian kinerja, insentif, kenaikan pangkat, dan return on investment lainnya bagi SDM tenaga pendidik/kependidikan. Kemudian, pada puncak piramida sistem informasi adalah tercapainya manajemen strategis yaitu data-data yang terhimpun telah menjadi informasi, yang mana informasi tersebut sudah menjadi bagian dari sumber perencanaan dan pengambilan keputusan bagi pimpinan. Isu lainnya pada pengembangan sistem informasi di pendidikan tinggi adalah prosedur sistem informasi yang masih sering dianggap remeh dan terabaikan. Prosedur sistem informasi yang dimaksud, seperti bagaimana mengakses sistem informasi tersebut, siapakah yang bisa mengaksesnya, dan bagaimana maintenancenya. Ketidakjelasan prosedur sistem informasi ini cenderung membuat antar unit pada pendidikan tinggi berkonflik dan saling timbul keengganan dalam tanggung jawab karena tumpang tindih pendelegasian. Lebih fokus lagi pada sistem informasi di perguruan tinggi, banyak sekali data yang perlu dicatat. Data tersebut secara garis besar terbagi menjadi data akademik dan data non-akademik. Data akademik yang perlu didetailkan pada sistem informasi pendidikan tinggi, antara lain kurikulum, data perkuliahan, evaluasi perkuliahan dan mahasiswa, materi KBM yang juga diintegrasikan melalui Learning Management System (LMS). Diperlukan juga dokumentasi data non-akademik, seperti pretasi mahasiswa, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan kampus, dan juga survei kepuasan. Perguruan tinggi perlu mengikuti perkembangan teknologi dan harus mampu mengevaluasi diri untuk menjawab tantangan apakah suatu lembaga pendidikan/pendidikan tinggi sudah siap di era teknologi informasi saat ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perguruan tinggi dapat mengevaluasi dan menguji kapasitasnya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti; apakah sistem informasi yang ada di perguruan tinggi tersebut sudah lengkap, apakah perguruan tinggi sudah melakukan pembaruan teknologi terkait sistem informasi, apakah sistem informasi yang ada di perguruan tinggi telah didukung dengan SDM yang memadai, apakah sistem informasi yang terbangun sesuai dengan kebutuhan dan prosedur, dan apakah sistem informasi tersebut dikelola dengan konsisten. Universitas Gajah Mada pada forum diskusi bersama peserta dari BPSDM Perhubungan dan sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan membagikan pengalamannya dalam membangun sistem informasi yang terintegrasi yang dapat menjadi pedoman bagi pendidikan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan yang saat ini sedang bertransformasi. Manajemen sistem informasi di Universitas Gajah Mada dapat menjadi suatu percontohan dan benchmark bagi sekolah-sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan karena dilakukan dengan dasar demand side. Pengembangannya pun sangat memperhatikan pelanggan (customer).

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI

Dalam pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia pendidikan tinggi setidaknya terdapat 8 indikator kinerja utama transformasi pendidikan tinggi. Pertama, lulusan perguruan tinggi mendapat pekerjaan yang layak. Pekerjaan yang layak ini dapat dinilai dengan para lulusan yang mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak, kemampuan wirausaha dari para lulusan, atau lulusan yang melanjutkan studi. Indikator kedua adalah mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus yang dapat diwujudkan dengan magang, mengajar, riset, dan sebagainya. Ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus. Hal ini berfokus pada pencarian pengalaman industri atau berkegiatan di perguruan tinggi lain. Keempat adalah praktisi yang mengajar didalam kampus melalui program perekrutan dosen dengan pengalaman industri. Kelima, program studi berstandar internasional dengan akreditasi tingkat internasional. Keenam, kelas yang kolaboratif dan partisipatif dimana evaluasi proses belajar mengajar menggunakan metode studi kasus. Ketujuh, program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia dalam penyusunan kurikulum, program magang, dan penyerapan lulusan. Indikator kedelapan adalah hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan dapat pengakuan internasional. Hasil riset perguruan tinggi dan program pengabdian masyarakat yang dapat dimanfaatkan. Kedelapan indikator ini perlu dicermati dalam pengembangan pendidikan tinggi di masa mendatang. Pendidikan tinggi saat ini menghadapi tantangan dan berbagai tuntutan, beberapa diantaranya adalah isu individualisasi yang seringkali membentuk pola belajar berkelompok dan sharing knowledge menjadi lebih sulit, tantangan kebutuhan keahlian di industri dan masyarakat, tuntutan era digitasi, bentuk pengajaran dan pembelajaran yang berubah terutama dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, tantangan internalisasi nilai-nilai pengetahuan yang menjadi lebih sulit karena dalam pola pembelajaran jarak jauh para tenaga pendidik dan dosen lebih sulit mendemonstrasikan atau menyimulasikan ilmu pengetahuan secara riil, tantangan keanekaragaman siswa, kompetisi di sektor pendidikan tinggi, dan kebutuhan akan riset penelitian yang belum berbasis kebutuhan masyarakat dan industri. Oleh sebab itu, perlu adanya manajemen pendidikan tinggi dengan beberapa hal yang harus menjadi fokus perhatian. Pertama, infrastruktur kampus harus memadai dengan dukungan sistem informasi terintegrasi. Pengembangan infrastruktur teknologi informasi pada pendidikan tinggi akan mendukung pencapaian komptensi lulusan. Selanjutnya adalah adanya sistem pengelolaan akademik dimana didalamnya harus ada pengembangan kurikulum dalam kegiatan belajar mengajar. Kurikulum pendidikan tinggi disusun dengan muatan tambahan dari lintas keilmuan, dan muatan wajib yang berpedoman pada sains, teknologi, dan inovasi. Lalu, keperluan manajemen pendidikan tinggi lainnya yang harus menjadi fokus perhatian adalah sistem pengelolaan aset, keuangan, SDM, penelitian dan pengabdian masyarakat (professional public service), pengelolaan kerjasama, alumni, dan fund raising, serta unit penjaminan mutu. Profil tenaga pendidik di era digitasi saat ini harus memiliki karakteristik yang interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Merujuk pada hasil survei yang dikeluarkan oleh Future Job Survey pada tahun 2020 terdapat 10 skills yang harus dibekali bagi SDM pendidikan tinggi untuk bersaing di tahun 2025, yaitu inovasi dan kemampuan analisa, pembelajaran aktif, complex problem solving, pemikiran kritis, kreatifitas dan inisiatif, kepemimpinan dan pengaruh sosial, penggunaan teknologi, desain teknologi dan program, resiliensi dan fleksibilitas, serta reasoning and ideation. Pada akhirnya, melalui manajemen pendidikan tinggi secara keseluruhan akan dihasilkan peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dan kependidikan di perguruan tinggi yang dapat mendidik calon-calon SDM unggul untuk mencapai kompetensi yang diperlukan di dunia kerja melalui penguasaan ilmu, teknologi, softskill yang mumpuni, adaptif, dan memiliki jejaring yang luas. Penulis : Rima Febrina/ Widyaiswara Ahli Pertama Kementerian Perhubungan/Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/transformasi-pendidikan-tinggi-di-lingkungan-kementerian-perhubungan-manajemen-pendidikan-tinggi/20680/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.11 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar
  2. 2

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  3. 3

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.