Kupang, JurnalPost.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) menggelar edukasi interaktif mengenai pemenuhan gizi mandiri bagi kelompok ibu muda di Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Interaktif Berbasis Modul Pemetaan Gizi Mandiri pada Kelompok Ibu Muda di Kelurahan Solor” itu dilaksanakan di Posyandu Bogenvil 5, Rabu (16/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika FKKH UNDANA dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama ibu muda, dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga.
Edukasi dilakukan menggunakan modul sebagai media pembelajaran agar materi dapat dipahami secara sistematis sekaligus mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan mendapat dukungan dari Puskesmas Kupang Kota, Kelurahan Solor, serta Kecamatan Kota Lama.
Puskesmas Kupang Kota mendukung penyampaian edukasi kesehatan dan gizi, sementara pemerintah Kelurahan Solor membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di Posyandu Bogenvil 5.
Perwakilan Kecamatan Kota Lama juga hadir untuk memantau jalannya kegiatan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, serta masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Ibu Muda Jadi Sasaran Utama
Pemilihan kelompok ibu muda sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada besarnya peran ibu dalam menentukan jenis makanan hingga pola konsumsi keluarga.

Pengetahuan mengenai kebutuhan gizi, pemilihan bahan pangan, pengolahan makanan, serta pemantauan kondisi gizi dinilai penting agar ibu mampu mengambil keputusan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan anak dan anggota keluarga lainnya.
Materi edukasi disampaikan oleh dr. Sugi Deni Pranoto Soegianto, M.Med.Klin, Sp.A (K) ETIA.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga diajak terlibat dalam komunikasi dua arah.
Para ibu diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman, bertanya, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang mereka temui dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Peserta memperoleh pemahaman bahwa pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi.
Keberagaman pangan, kualitas makanan, kecukupan zat gizi, hingga pola pemberian makanan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Kenalkan Pemetaan Gizi Mandiri
Selain memberikan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan nutrisi, Tim PkM FKKH UNDANA turut memperkenalkan pendekatan pemetaan gizi mandiri.
Melalui pendekatan tersebut, keluarga diharapkan dapat mengenali kondisi gizi anak, mengidentifikasi kebutuhan yang harus diperhatikan, serta menentukan langkah sederhana untuk memperbaiki pola pemenuhan gizi.
Penggunaan modul menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan tersebut.
Modul tidak hanya digunakan selama proses edukasi, tetapi juga dapat dipelajari kembali oleh peserta setelah kegiatan selesai.
Dengan demikian, para ibu memiliki panduan praktis yang dapat digunakan ketika menentukan makanan maupun memantau kebutuhan gizi anggota keluarga.
Suasana edukasi berlangsung interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai pola makan serta kebutuhan gizi anak.
Diskusi itu diharapkan membuat materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi dapat dikaitkan dengan kondisi nyata yang dihadapi masing-masing keluarga.
Posyandu Dinilai Strategis
Pelaksanaan kegiatan di Posyandu Bogenvil 5 dinilai strategis karena posyandu menjadi salah satu fasilitas yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan posyandu, informasi terkait kesehatan dan gizi dapat disampaikan secara langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi antara Tim PkM FKKH UNDANA, Puskesmas Kupang Kota, Kelurahan Solor, dan Kecamatan Kota Lama juga diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperkuat keberlanjutan edukasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat.
Tim PkM FKKH UNDANA berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Ibu muda juga diharapkan mampu memanfaatkan modul sebagai panduan untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi anak serta melakukan pemantauan kondisi gizi secara sederhana dan mandiri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat.
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, FKKH UNDANA tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan keluarga.
Edukasi berbasis modul tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong keluarga di Kelurahan Solor agar semakin aktif mengenali, memenuhi, dan memantau kebutuhan gizi anak secara mandiri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda