BOGOR, JURNALPOST.COM – Suasana haru dan gembira menyambut kepulangan Tim Advance Pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, Jumat malam (29/8/2025). Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, memekikkan takbir dan seruan “Al-Aqsa Haqquna!” ketika rombongan tiba pukul 19.45 WIB.
Tim yang dipimpin Ir. Edi Wahyudi bersama Abdurrahman Parmo dan Fikri Rofi’ulhaq itu telah berada 45 hari di Mesir dan Yordania untuk membangun jaringan dengan pemasok material serta menjalin kerja sama dengan lembaga kemanusiaan, termasuk World Food Program (WFP).
“Alhamdulillah, misi awal berjalan lancar. Insya Allah, tahap berikutnya pembangunan RSIA segera dimulai,” ujar Ir. Edi Wahyudi, Ketua Tim Advance.
Sementara itu, kondisi Gaza kian memburuk akibat serangan Zionis Israel. Malam yang sama, sebuah rumah di dekat kamp pengungsi Al-Mawasi, Khan Younis, kembali dibom penjajah Israel. Serangan brutal sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 63.000 warga, mayoritas anak-anak dan wanita.
Selain itu, penutupan total perbatasan sejak 2 Maret 2025 membuat 2,4 juta warga Gaza kelaparan. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut 322 orang, termasuk 121 anak, meninggal karena kelaparan.
Armada Global Sumud Flotilla yang akan berangkat dari Spanyol pada 4 September 2025 diharapkan menjadi harapan baru untuk menembus blokade dan membawa bantuan pangan bagi masyarakat Gaza, Palestina.
Kepulangan Tim Advance RSIA menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia sekaligus pengingat bahwa perjuangan rakyat Palestina masih jauh dari usai. Dukungan doa, moral, dan bantuan nyata dari berbagai pihak diharapkan terus mengalir agar pembangunan RSIA dapat terealisasi dan kebutuhan mendesak warga Gaza segera terpenuhi. (am)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda