Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Anak-anak Gaza Hidup dalam Ketakutan dan Kelaparan di Tengah Perang

Anak-anak Gaza Hidup dalam Ketakutan dan Kelaparan di Tengah Perang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
03 Juni 2026, 11.52 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Anak-anak Gaza
Foto yang diabadikan pada 14 Mei 2026 ini memperlihatkan anak-anak pengungsi Palestina di kamp pengungsi Al-Shati, Gaza City bagian barat. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

GAZA, JurnalPost.com – Idul Adha biasanya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi anak-anak. Mereka mengenakan pakaian baru, berkumpul bersama keluarga, menerima uang dari kerabat, dan menikmati hidangan daging kurban.

Namun, suasana itu kini sulit dirasakan oleh anak-anak di Gaza. Di tengah perang yang berkepanjangan, Idul Adha bukan lagi sekadar perayaan, melainkan pengingat atas banyak hal yang telah hilang: rumah, keluarga, sekolah, dan rasa aman.

IKLAN

Aboud Halawa, bocah berusia 10 tahun, masih mengingat suasana Idul Adha sebelum perang. Ia mengenang bagaimana anak-anak biasanya bermain, memakai pakaian baru, dan merayakan hari raya bersama keluarga.

Hari Orang Tua Sedunia
Baca Juga

Orang Tua di Gaza Rayakan Hari Orang Tua Sedunia dengan Berburu Air dan Makanan

“Anak-anak di negara lain merayakan Idul Adha, mengenakan pakaian baru, dan bermain dengan mainan mereka. Namun di sini, kami hidup dalam ketakutan, kelaparan, dan pengungsian. Bahkan saat Idul Adha, tidak ada daging dan tidak ada perayaan yang sesungguhnya,” kata Aboud saat berada di pelabuhan perikanan Gaza City.

Setiap pagi, Aboud kini membantu ayahnya menarik jala ikan. Sekolah-sekolah di Gaza telah ditutup sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023. Kondisi itu membuat banyak anak kehilangan kesempatan belajar dan terpaksa membantu keluarga bertahan hidup.

“Sebelum perang, saya biasanya pergi ke sekolah dan bermain dengan teman-teman di jalanan. Sekarang hidup saya sudah berbeda. Saya bangun pagi-pagi sekali untuk membantu ayah karena hidup menjadi sangat sulit, dan kami membutuhkan uang untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Bagi sekitar 1 juta anak di wilayah kantong tersebut, Idul Adha kini terasa jauh dari suasana perayaan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, mengungsi, dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Gaza
Baca Juga

10.000 Lebih Keluarga di Gaza Terima Bantuan Tunai

IKLAN

Otoritas kesehatan Gaza menyebutkan lebih dari 21.000 anak Palestina tewas sejak perang dimulai. Konflik tersebut terjadi setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang kemudian diikuti operasi militer Israel di Gaza.

Kisah serupa juga dialami Lojain Mohammed, anak berusia 7 tahun yang mengungsi dari kawasan al-Nasr, Gaza City. Ia kini tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di rumah kerabat.

Lojain masih mengingat Idul Adha sebelum perang, saat ia bisa pergi ke taman hiburan, bermain bersama teman-teman, dan menikmati waktu bersama keluarga. Tahun ini, keinginannya sederhana: memiliki boneka dan kembali bersekolah.

Berbagai organisasi bantuan internasional berulang kali memperingatkan dampak perang terhadap anak-anak Gaza. Ratusan ribu anak kini tinggal di tempat pengungsian, rumah rusak, atau bersama kerabat. Banyak di antara mereka kehilangan orang tua maupun saudara kandung.

gaza
Baca Juga

Presiden Mesir dan Prancis Bahas Upaya Mediasi untuk Gencatan Senjata di Gaza

Selain kelaparan dan kurangnya akses air bersih, anak-anak Gaza juga menghadapi trauma dan tekanan psikologis yang berat. Kondisi tersebut diperparah oleh terbatasnya layanan dasar dan ketidakpastian kapan perang akan berakhir.

Di pelabuhan Gaza City, Aboud masih menyimpan harapan. Ia ingin suatu hari menjadi dokter agar dapat membantu orang-orang yang terluka dan keluarga yang kesulitan.

“Saya ingin anak-anak di Gaza bisa hidup seperti anak-anak di belahan dunia lainnya. Kami ingin bermain, belajar, dan hidup tanpa rasa takut,” ucapnya. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/anak-anak-gaza-hidup-dalam-ketakutan-dan-kelaparan-di-tengah-perang/93989/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.21 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Gaza

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.