New York City, JurnalPost.com - Penerbangan United Airlines tujuan Palma de Mallorca, Spanyol, terpaksa putar balik ke Bandara Internasional Newark Liberty, Amerika Serikat, setelah nama perangkat Bluetooth milik penumpang memicu peringatan keamanan.
Dilansir Xinhua, Senin (1/6/2026), insiden itu terjadi pada Sabtu (30/5) waktu setempat. Pesawat Boeing 767 tersebut lepas landas dari Newark sekitar pukul 18.00 waktu setempat menuju Spanyol. Namun, penerbangan itu berbalik arah dan kembali mendarat di Newark sekitar pukul 20.50 waktu setempat setelah hampir tiga jam berada di udara.
Berdasarkan laporan media lokal, peringatan keamanan muncul setelah ditemukan perangkat Bluetooth dengan nama bernada ancaman. Media penerbangan AirLive menyebut nama perangkat itu menggunakan kata “BOMB”.
Seorang penumpang yang membagikan pengalamannya di media sosial mengatakan awak kabin sempat beberapa kali meminta seluruh penumpang mematikan perangkat yang memiliki koneksi Bluetooth. Namun, masih ada dua perangkat yang tetap aktif.
Setelah berkonsultasi dengan pusat operasi United Airlines di Chicago, awak pesawat memutuskan untuk kembali ke Newark. Dalam penerbangan tersebut terdapat 190 penumpang dan 12 awak.
Setibanya di Newark, para penumpang dievakuasi dengan hanya membawa paspor dan telepon seluler. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan ulang oleh Transportation Security Administration (TSA) serta Customs and Border Protection (CBP) sebelum diberangkatkan kembali menggunakan pesawat pengganti dengan awak baru.
United Airlines menolak memberikan penjelasan rinci terkait penyebab insiden tersebut.
Insiden ini menambah daftar gangguan keamanan yang melibatkan penerbangan United Airlines sepanjang Mei. Pada Jumat (29/5), salah satu penerbangan domestik United Airlines juga dialihkan karena persoalan keamanan yang melibatkan penumpang tidak tertib.
Sebelumnya, nama hotspot Wi-Fi milik seorang penumpang juga sempat memicu peringatan dari pilot United Airlines. Pilot bahkan memberi waktu 30 detik kepada pemilik hotspot untuk mengganti nama jaringan tersebut, atau akan menghadapi pemeriksaan FBI setelah pesawat mendarat. (Xinhua)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda