SIDOARJO, JurnalPost.com – Kesibukan memproduksi berbagai olahan telur bebek setiap hari membuat sebagian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kampung Bebek dan Telur Asin, Desa Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, belum optimal memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Keterbatasan waktu untuk mencari ide, menulis keterangan unggahan, serta membuat desain promosi menjadi salah satu kendala yang dihadapi para pelaku usaha. Padahal, pemasaran digital dapat membantu produk UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pemasaran digital UMKM.
Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan AI Digital Marketing untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kampung Bebek dan Telur Asin” tersebut dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam pelatihan itu, para pelaku UMKM diperkenalkan dengan teknologi AI sebagai alat bantu untuk mempermudah pembuatan materi promosi. Peserta belajar mencari ide konten, membuat caption yang menarik, menyusun jadwal unggahan media sosial, hingga menghasilkan gambar promosi melalui perintah atau prompt sederhana.
Materi disampaikan melalui praktik langsung agar peserta dapat mencoba sendiri berbagai fitur AI yang diperkenalkan. Program pengabdian kepada masyarakat ini didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan dipimpin oleh Tri Puspa Rinjeni, A.Md., S.Kom., M.Kom. Ia mengoordinasikan pelaksanaan pelatihan sekaligus memberikan materi mengenai penggunaan AI dalam kegiatan digital marketing UMKM.
Tim pengabdian juga melibatkan Prasasti Karunia Farista Ananto, S.Kom., M.Kom., M.IM., yang membimbing peserta menyusun prompt, membuat copywriting, serta memanfaatkan AI untuk menghasilkan konten promosi yang lebih menarik.
Sementara itu, Refiana Dwi Maghfiroh, S.M., M.M. menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran dan penguatan nilai produk agar konten promosi mampu menjangkau konsumen secara lebih efektif.
Selama sesi praktik, dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Ricky Widyadhana dan Muhammad Alfian Handi Yudha, mendampingi peserta secara langsung. Pendampingan dilakukan mulai dari penggunaan aplikasi AI, praktik pembuatan konten, hingga membantu peserta mengatasi kendala teknis.
Tri Puspa Rinjeni mengatakan, teknologi AI seharusnya tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan besar. Menurutnya, AI juga dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya dalam membuat materi promosi.

“Kami ingin peserta tidak berhenti belajar setelah pelatihan selesai. Karena itu, kami menyiapkan Modul Prompting yang dapat dipelajari kembali di rumah. Kami juga membuat grup pendampingan sehingga peserta dapat berdiskusi apabila menemui kendala saat mulai menggunakan AI untuk mendukung usahanya,” ujarnya.
Kampung Bebek dan Telur Asin merupakan salah satu sentra UMKM di Desa Kebonsari. Para pelaku usaha di kawasan tersebut memproduksi beragam olahan telur bebek, mulai dari telur asin original, telur asin oven, telur asin asap, hingga telur asin goreng.
Kualitas produk yang dihasilkan telah dikenal masyarakat. Namun, kegiatan promosi melalui media digital dinilai belum dilakukan secara konsisten sehingga peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi AI, tetapi juga diajak memahami cara menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Dengan bantuan AI, pelaku UMKM dapat membuat konten promosi dalam waktu relatif singkat tanpa harus memiliki kemampuan khusus dalam desain grafis maupun copywriting. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk menyusun materi promosi dapat dialihkan untuk mendukung proses produksi dan pengembangan usaha.
Ketua UMKM Kampung Bebek dan Telur Asin, Nur Hidayat, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha yang ingin mulai memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pemasaran produk.
“Kami mengapresiasi kegiatan dari tim UPN Veteran Jawa Timur. Materi yang diberikan mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan. Harapan kami, seluruh warga UMKM Kampung Bebek dan Telur Asin dapat menerapkannya agar pemasaran produk semakin luas dan usaha kami semakin berkembang,” katanya.
Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian membagikan modul sebagai panduan belajar mandiri. Tim juga membentuk grup pendampingan agar peserta tetap dapat berkonsultasi setelah kegiatan berakhir.
Pendampingan lanjutan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam menggunakan AI sebagai bagian dari strategi pemasaran produk.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan tersebut juga mendukung SDGs poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda