Penulis: Rins
Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP) – Politeknik Negeri Jakarta
Sorong, JurnalPost.com — Anggota MPR/DPR RI Komisi VII Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai keberagaman di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Pesan tersebut disampaikan Rico Sia saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan itu diikuti sejumlah elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga perwakilan organisasi kepemudaan dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico mengatakan keberagaman merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut dia, masyarakat Indonesia sejak lama hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan, baik suku, adat istiadat, budaya, wilayah maupun agama. Perbedaan tersebut harus dirawat sebagai modal dalam menjaga persatuan bangsa.
“Persatuan di tengah keberagaman dapat kita lihat pada saat hari raya besar, salah satunya hari besar Natal yang merupakan hari raya umat Kristen dan Katolik, di mana toleransi akan perbedaan itu dapat diwujudkan dan diimplementasikan,” jelas Rico.
Politikus asal Kota Sorong tersebut menilai toleransi antarmasyarakat harus terus diperkuat, terutama dalam kehidupan sosial sehari-hari. Sikap saling menghormati, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Rico juga mengingatkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia sejak masa kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari keberagaman masyarakatnya.
Berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda mampu bersatu dalam perjuangan mendirikan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Keberagaman adalah sebuah keniscayaan bagi bangsa Indonesia lantaran nilai-nilai kebhinekaan sudah lahir di tengah masyarakat sebelum negara Indonesia berdiri,” ujar Rico.
Ia menilai nilai-nilai kebhinekaan yang telah tumbuh sejak lama harus terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Hal itu diperlukan agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.
Dalam konteks Empat Pilar Kebangsaan, masyarakat juga diingatkan untuk terus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Rico, pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan konflik atau perpecahan.
Menjelang pergantian tahun menuju 2026, Rico juga mengajak masyarakat Papua Barat Daya untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan.
“Di akhir tahun seperti sekarang, potensi perpecahan sangat tinggi. Karena itu kita harus saling menjaga keberagaman ini dan cerdas dalam menerima segala informasi dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Ia meminta masyarakat membiasakan diri memeriksa setiap informasi yang diterima sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
“Menerima informasi apa pun sebaiknya harus difilter terlebih dahulu hingga tidak larut dalam upaya-upaya memecah belah yang dilakukan kelompok tertentu,” pungkas Rico Sia.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut, Rico berharap masyarakat Papua Barat Daya semakin memperkuat semangat persatuan, toleransi dan gotong royong di tengah keberagaman yang menjadi karakter bangsa Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda