Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  2. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Seniman Mesir Ahmed Nawar: Seni Jadi Jembatan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Seniman Mesir Ahmed Nawar: Seni Jadi Jembatan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
02 September 2026, 18.56 WITA Editor: Annisa
5 menit baca
perkotaan di Kairo
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2026 ini memperlihatkan pemandangan salah satu sudut perkotaan di Kairo, Mesir. Foto: Xinhua/Yao Dawei

KAIRO, JurnalPost.com — Mesir dan Tiongkok sama-sama memiliki jejak peradaban kuno dengan kekayaan budaya yang panjang. Warisan tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi para seniman kedua negara untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mempererat hubungan budaya lintas bangsa.

Pandangan itu disampaikan seniman ternama Mesir sekaligus profesor Fakultas Seni Rupa Universitas Helwan, Ahmed Nawar. Menurutnya, seni memiliki kemampuan untuk melampaui batas geografis sekaligus mempertemukan dua peradaban besar.

IKLAN

“Seni merupakan jembatan penting yang menghubungkan peradaban Mesir dan Tiongkok,” kata Nawar dalam wawancara dengan Xinhua.

Festival Seni dan Budaya Kuliner Hadir Lagi di Kota Tegal
Baca Juga

Festival Seni dan Budaya Kuliner Hadir Lagi di Kota Tegal

Nawar bukan sosok yang asing dengan Tiongkok. Ia tercatat telah tiga kali berkunjung ke negara tersebut. Salah satu perjalanan yang paling berkesan baginya terjadi pada 2013 ketika mengikuti program seni “Silk Road: Artists' Rendezvous”.

Selama sekitar tiga pekan, Nawar mengunjungi sejumlah kota, mulai dari Beijing, Shanghai hingga Xi'an. Dalam perjalanan tersebut, ia membuat berbagai sketsa sekaligus mengumpulkan inspirasi yang kemudian memengaruhi perjalanan artistiknya.

“Dalam perjalanan itu, saya menghabiskan waktu sekitar tiga pekan untuk membuat sketsa dan mengumpulkan inspirasi artistik di Beijing, Shanghai, Xi'an, dan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku sangat terkesan dengan kekayaan ekspresi artistik yang ditemukan dalam berbagai peninggalan Tiongkok. Arsitektur kuno, teknik para perajin, hingga kreativitas yang diwariskan selama berabad-abad menjadi perhatian khusus Nawar.

sosaial media
Baca Juga

Berbeda Budaya, Bukan Berarti Harus Bermusuhan: Mengatasi Prasangka di Media Sosial

Menurut dia, pengalaman melihat langsung berbagai karya tersebut memberikan pengaruh besar terhadap cara dirinya memandang dan menciptakan seni.

“Pengalaman tersebut memberikan pengaruh yang sangat mendalam terhadap karya seni saya,” katanya.

Tiongkok Menjadi Inspirasi Lebih dari 30 Sketsa

Perjalanan tersebut kemudian melahirkan lebih dari 30 karya sketsa. Nawar menjadikan lanskap, bangunan bersejarah, pasar tradisional hingga aktivitas masyarakat Tiongkok sebagai objek dalam karya-karyanya.

Sejumlah karya itu selanjutnya dipamerkan di berbagai galeri terkemuka di Mesir.

Belajar Matematika dari Kerajinan Lokal
Baca Juga

Pemanfaatan Anyaman Pandan Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Aceh Timur

Bagi Nawar, proses berkarya selama berada di Tiongkok bukan hanya mengenai pemandangan yang dilihatnya. Interaksi dengan masyarakat setempat turut memberikan pengalaman budaya yang lebih mendalam.

Ia mengamati kehidupan masyarakat di kawasan wisata, pasar, jalan raya hingga gang-gang kecil di sejumlah kota.

“Setiap tempat menghadirkan kesan keindahan dan inspirasi artistik yang unik bagi saya. Ketika berjalan melewati pasar tradisional di Xi'an, saya tidak bisa tidak teringat pada suasana yang familier di pasar Khan el-Khalili di kawasan kota tua Kairo,” tutur Nawar.

Kesamaan suasana antara pasar tradisional di Xi'an dan Khan el-Khalili menunjukkan bahwa masyarakat dari dua peradaban berbeda tetap dapat menemukan berbagai pengalaman kehidupan yang terasa dekat.

IKLAN

Bagi Nawar, kumpulan sketsa yang dihasilkan selama perjalanan tersebut telah berubah menjadi semacam dokumentasi personal yang sangat berharga.

Ia bahkan menggambarkan karya-karya itu sebagai “harta karun” karena setiap gambar menyimpan pengalaman tertentu selama berada di Tiongkok.

“Setiap kali melihatnya sekarang, saya teringat kembali tempat-tempat di mana saya membuat karya tersebut, orang-orang yang saya temui, dan emosi yang saya rasakan pada saat itu. Kenangan-kenangan tersebut masih begitu jelas,” ujarnya.

Seni Memperkenalkan Tiongkok kepada Masyarakat Mesir

Nawar juga pernah menggelar pameran tunggal di Pulau Zamalek, Kairo. Pameran tersebut menarik perhatian pelajar, pencinta seni hingga kolektor lokal.

Tidak hanya memamerkan karya, penyelenggara juga menggelar seminar yang membahas budaya serta kesenian Tiongkok.

Menurut Nawar, respons pengunjung menunjukkan bahwa sebuah karya seni dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal masyarakat maupun kebudayaan negara lain secara lebih mendalam.

“Orang-orang tidak hanya tertarik untuk mengapresiasi karya seni itu sendiri, tetapi juga ingin memahami Tiongkok yang ada di balik karya-karya tersebut. Pertukaran seni dapat memicu ketertarikan, memperdalam pemahaman, dan mendekatkan berbagai peradaban,” katanya.

Pengalaman tersebut juga dibawa Nawar ke ruang akademik.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia terus mengikuti perkembangan Tiongkok, tidak hanya dalam bidang seni dan budaya, tetapi juga sains, teknologi, arsitektur hingga teknik. Sejumlah contoh perkembangan tersebut kemudian dimasukkan dalam materi pembelajaran kepada mahasiswa.

Nawar menilai pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam memahami sebuah negara secara lebih utuh.

“Jika saya tidak melihat sendiri pencapaian pembangunan Tiongkok, keindahan alamnya, serta kekayaan warisan sejarah dan budayanya, saya tidak akan dapat membawa pengalaman-pengalaman tersebut ke dalam pengajaran saya,” tuturnya.

Ia mengatakan pengalaman itu memungkinkan dirinya memperkenalkan kepada mahasiswa Mesir mengenai nilai seni tradisional Tiongkok sekaligus berbagai inovasi yang berkembang dalam seni kontemporer negara tersebut.

Menurut Nawar, hubungan budaya Mesir dan Tiongkok dapat semakin erat apabila interaksi langsung di antara para seniman terus diperluas.

Pertukaran karya, perjalanan budaya, pameran bersama hingga komunikasi antarseniman dinilainya menjadi salah satu cara efektif untuk membangun kedekatan antarmasyarakat.

Ia meyakini kerja sama yang tulus di antara komunitas seni dapat menjadi kekuatan penting dalam memperdalam pertukaran budaya sekaligus mendekatkan masyarakat Mesir dan Tiongkok di tengah hubungan kedua negara yang terus berkembang.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/seniman-mesir-ahmed-nawar-seni-jembatan-peradaban/97545/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.01 WITA

  • #Ahmed Nawar
  • #Budaya
  • #Mesir
  • #Pameran Seni
  • #Peradaban
  • #Seni
  • #Tiongkok

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern
  2. 2

    Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Seleksi Talenta Bukan Hanya di Dunia Kerja, Belajar dari Pengalaman Kerja Kelompok

  5. 5

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.