Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Profil
  3. Santri Ngabdi, Peraih Pestasi Melalui Berkah Doa Kiyai

Santri Ngabdi, Peraih Pestasi Melalui Berkah Doa Kiyai

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 Juni 2023, 16.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Santri Ngabdi, Peraih Pestasi Melalui Berkah Doa Kiyai

Oleh : Lina Maulidiyah Mahasiswi IAIN SYECH NURJATI CIREBON

JurnalPost.com - Jika dalam suatu syair mengatakan hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, maka sama halnya dengan ilmu. Hidup tanpa ilmu seperti kehidupan yang petang, tidak adanya lentera yang menghiasi perjalanannya. Dengan ilmu, kita akan selamat dari jurang kesengsaraan. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat, sejak kecil pastinya kita sudah mendapatkan ilmu dari orangtua. Mulai dari hal-hal kecil contohnya mengajarkan berbicara, mengajarkan cara berjalan, mengenalkan anggota badan, mengenalkan nama-nama buah, binatang, kendaraan, dan sebagainya. Menuntut ilmu dengan dibarengi pekerti yang baik menjadikan ilmu yang diperoleh barokah.

IKLAN

Mendengar istilah barokah, sering kita dapati pada dunia pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan agama Islam dan memiliki cita untuk membangun generasi ulama selanjutnya. Pesantren juga menjadi sistem pendidikan tertua di Indonesia. Banyak pesantren yang berdiri sebelum Indonesia Merdeka. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga mengajarkan santri untuk bersikap mandiri. Barakah dalam pesantren sering dikenal dengan Ziadatul Khair (bertambahnya kebaikan). Bertambahnya kebaikan disini diartikan bertambahnya kemanfaatan yang diperoleh atas kesabarannya.

Sosok Petani
Baca Juga

Sosok Petani Wanita Yang Tak Kenal Lelah

Seperti santri bernama Kris Nandang (24) asal Majalengka, yang akrab dengan sebutan Kang Kris. Beliau menempuh pendidikan pesantren mulai tahun 2015 sampai sekarang. Hidupnya di pesantren membawakan perubahan bagi dirinya. Kang Kris lahir dari keluarga sederhana, yang memiliki semangat tinggi dalam belajar. Saat ini Kang Kris masih menempuh pendidikan S2 di Iain Syech Nurjati Cirebon dan masih menjalankan masa khidmahnya di pondok pesantren Ulummudin Kota Cirebon.

Mengulik dari kisah sebelumnya, Kang Kris mengaku sempat mengalami hambatan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Karena keterbatasan ekonomi dari keluarganya yang membuatnya tidak begitu yakin jika bisa melanjutkan kuliah. Orang tua Kang Kris hanyalah pedagang kecil biasa, hasil dagangan pun hanya bisa untuk makan sehari saja. Mengetahui keadaan keluarganya yang tidak memungkinkan, Kang Kris pun mencoba mencari cara dengan menjadi guru privat pada anak-anak disekitar rumahnya. Yak, walapun tidak seberapa tapi itu bisa meringankan dan dapat membantu beberapa kebutuhannya.

Orangtua Kang Kris berpesan, bahwa dirinya benar-benar tidak mampu untuk membiayai kuliahnya. Karena waktu itu penghasilan dari orang tua Kang Kris menurun. Namun jika Kang Kris bersikukuh ingin tetap kuliah, mungkin orangtua hanya bisa membantu semampunya dan menyarankan untuk tidak terlalu jauh memilih tempat kuliah. Dan juga kalau bisa mencari kuliah yang membuka beasiswa.

IKLAN

Dengan niat lillahii ta’ala Kang Kris melanjutkan kuliah sembari mencari informasi beasiswa. Namun sayangnya, beberapa kali ia selalu gagal dalam memperoleh beasiswa. Tapi tak apa, ia yakin jika niat karena Allah pasti akan dimudahkan kedepannya. Akhirnya untuk menerima hal itu dengan baik Kang Kris memilih tinggal di pesantren sementara, karena menurutnya biaya di pesantren jauh lebih murah jika dibanding dengan ngekost. Selama 4 semester ia jalani kuliah dengan biaya mandiri, laki-laki berusia 24 tahun itu, tak pernah bosan dan tidak berhenti untuk mencoba kembali daftar beasiswa yang diadakan di Kampusnya.

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa
Baca Juga

Pilu Seorang Kakek Harus Berbagi Tempat Tidur Dengan Tikus dan Kecoa

Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan beasiswa bidikmisi. Bersyukur karena beasiswa ini merupakan harapan baginya. Mensyukuri akan hal itu, ia tidak ingin jika sebagai penerima beasiswa saja. Dari sini muncul gentakan baginya untuk mengasah skill yang ia miliki. Kang Kris memiliki ketertarikan lebih pada bidang tulis dan olahraga volly. “Seni tulis merupakan wadah bagi kita, karena secara tidak langsung menulis merupakan seni mengabadikan kehidupan, jikalau kita sudah tiada orang-orang bisa mengingat kita melalui tulisan” tuturnya. Untuk bidang volly merupakan hobi yang sudah tertanam dari kecil hingga sekarang. Awal dari ia menyukai bidang penulisan ini, sebetulnya karena tidak kesengajaan. Waktu itu ia mendapat tugas penulisan dari akademik. Hasil tulisan yang ia buat dilirik oleh dosen pembimbingnya. Dari situ ia dipercaya, untuk menjadi perwakilan kampus atau jurusan untuk mengikuti lomba menulis.

Selain menjadi mahasiswa aktif menulis, ia merupakan santri yang takzhim pada Kiyai. Walaupun menulis menjadi aktivitas kesehariannya, namun tidak menghalangi baginya untuk menjalankan aktitas santri pada umumnya. Bukan hanya sebagai santri, Kang Kris juga dipercaya Kiyai untuk mengajar di pesantren. Yang awalnya ingin sementara tinggal, kini menjadi tempat ngabdi (menetap di pondok).

Bakatnya dalam bidang menulis selalu berkembang, akhirnya ia mencoba mengikuti berbagai ajang perlombaan. Awalnya hanya ingin mecoba atas kemampuan yang dimiliki, tak disangka ia berhasil menjuarai perlombaan tersebut mulai dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Kemenangan yang diraih tidak jauh dari doa orang tua dan guru. Keduanya, menjadi faktor penting karena orangtua dan guru selalu memberikan pengaruh yang baik, sehingga membuahkan hasil yang baik pula. Memiliki prestasi yang mumpuni merupakan suatu kebanggan bagi semua orang, begitu juga dengan Kang Kris.

Lagi-lagi Kang Kris menyampaikan bahwa dirinya bisa seperti ini tidak luput dari restu orang tua, dan doa sang guru. Setiap libur lebaran, ia tak pernah lupa untuk bersilaturahmi kerumah guru-gurunya. Dan ia juga tidak lupa untuk mengirim doa bagi gurunya yang telah wafat. Karena baginya dengan cara bersilaturahmi ke guru ibarat kita mencharger hati, hati kita otomatis terisi dengan ketenangan dan hal-hal baik. Dengan ketenangan hati, menjadikan diri kita tabarruk ilaih (mendekatkan diri kita kepada Allah). Oleh karena itu di pesantren bukan hanya sekedar mencari ilmu, atau menumpang tidur saja. Akan tetapi mengajarkan, bagaimana cara menjadikan ilmu yang kita peroleh di pesantren ini berkah. Keberkahan ilmu itu jelas adanya, jika ilmu yang kita peroleh bermanfaat pada sekeliling kita. Akan tetapi jika hanya sekedar pintar, cerdas, dan merasa bisa saja, namun tidak ada keberkahan didalamnya. Maka jangan harap ilmu yang kita dapat itu bermanfaat.

Sendiri di Kamar Sepi
Baca Juga

Sendiri di Kamar Sepi

Kang Kris juga berpesan kepada anak muda untuk selalu gigih dalam belajar dan menanamkan rasa percaya diri. Percaya diri sangat penting untuk meyakinkan diri kita pada kemampuan yang dimiliki, atau percaya diri untuk mengembangkan nilai positif baik untuk diri sendiri maupun orang sekitar. Khoirunnas Anfa’uhum Linnas baginya merupakan motto hidup, karena sebaik-baiknya manusia yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, selagi masih ada waktu untuk berkarya maka ambillah waktu itu dengan sebaik mungkin. Dan kaum muda harus berani mencoba, jangan takut gagal akan hari esok. Dengan berani mencoba, maka pengalaman pun akan bertambah.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/santri-ngabdi-peraih-pestasi-melalui-berkah-doa-kiyai/54555/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.10 WITA

  • #Human Interest

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kenalan dengan MING VENUS dan HENYM VENUS, Dua Kreator Musik Surabaya yang Punya Cerita di Balik Karyanya

Berawal dari 2 Ribu Followers, Jefferson Sukses Tembus 120 Ribu Pengikut TikTok dalam Setahun

Mengenal Ali Haidar, Kreator Game Asal Kediri yang Konsisten Membangun Karier dari Live Streaming

Lagu “Bersatu” dari Baguskhare Berhasil Tembus Ribuan Pemutaran di Jerman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
  2. 2

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.