Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  2. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  3. Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

  4. Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

  5. KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

N
Penulis: Nabil Ghaisan Prakasa Najamuddin
20 Oktober 2026, 08.38 WITA • Editor: Danang Purnama
5 menit baca
sampah betumpuk

JurnalPost.com - Setiap kali membuang sampah, kita hampir tidak pernah memikirkan ke mana sampah itu akan berakhir. Bungkus makanan masuk ke tempat sampah, petugas mengangkutnya, lalu kehidupan berjalan seperti biasa. Bagi kita, urusan selesai ketika sampah tidak lagi terlihat.

Namun, bagi lingkungan, justru di situlah persoalan berikutnya dimulai. Sampah yang kita buang harus dikumpulkan, diangkut, diolah, dan dipastikan tidak menimbulkan masalah baru. Jika proses itu tidak berjalan dengan baik, sampah hanya berpindah tempat, sementara persoalannya tetap ada.

IKLAN

Lalu, jika setiap hari kita terus menghasilkan sampah, tetapi persoalannya tidak kunjung terselesaikan, apakah yang sebenarnya belum beres: perilaku masyarakat atau cara kita mengelola sampah?

FOTO 19 SEPTEMBER 2026
Baca Juga

Prodi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB Dampingi Warga Mulyaharja Kelola Sampah Plastik Berbasis Teknologi

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, berdasarkan pelaporan 319 kabupaten/kota, mencatat timbulan sampah sekitar 34,27 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 57,78% tercatat belum terkelola.

Angka ini memperlihatkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar kejadian ketika seseorang membuang plastik ke sungai atau meninggalkan sampah di jalan. Ada persoalan yang lebih besar, yaitu bagaimana sistem pengelolaan mampu menangani sampah yang terus dihasilkan masyarakat.

Data tersebut memang belum mencakup seluruh kabupaten/kota di Indonesia, tetapi tetap memberikan gambaran serius tentang tantangan yang dihadapi. Ketika lebih dari separuh timbulan sampah dalam data pelaporan tersebut belum terkelola, mengandalkan imbauan agar masyarakat lebih peduli jelas tidak cukup.

Tabel
Proporsi sampah terkelola dan belum terkelola berdasarkan data SIPSN 2024 (319 kabupaten/kota).

Perubahan Perilaku Harus Didukung Sistem Pengelolaan

Selama ini, masyarakat sering diminta menjadi bagian dari solusi melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik, dan memilah sampah dari rumah. Menurut saya, langkah tersebut memang penting, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kepedulian terhadap persoalan sampah.

Samas Adimisa Mishbah Habibie
Baca Juga

Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

Bayangkan seseorang sudah memisahkan sampah organik dan anorganik, tetapi keduanya kembali dicampur ketika diangkut. Upaya yang dilakukan di rumah akhirnya tidak menghasilkan manfaat sebagaimana mestinya.

Contoh ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku harus didukung oleh layanan yang sesuai. Pemerintah daerah perlu memastikan sampah yang telah dipilah dapat diangkut dan diolah dengan benar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diminta berpartisipasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melihat bahwa partisipasinya benar-benar menghasilkan perubahan.

Kebijakan Tidak Cukup Hanya Mengangkut Sampah

Masalahnya menjadi semakin serius ketika pengelolaan sampah terlalu berorientasi pada penanganan setelah sampah dihasilkan. Mengangkut sampah dan membawanya ke tempat pembuangan akhir memang diperlukan, tetapi keduanya tidak menghilangkan penyebab utama apabila jumlah sampah terus bertambah.

Selama pengurangan sampah dari sumbernya belum menjadi prioritas yang kuat, pemerintah akan terus menghadapi kebutuhan pengangkutan, pengolahan, dan ruang pembuangan yang semakin besar.

IMG 4456
Baca Juga

Ketika Pemerintah Melanggar Aturannya Sendiri: Problematika Open Dumping dalam Pengelolaan TPA di Indonesia

Karena itu, kebijakan tidak seharusnya hanya bertanya bagaimana menampung sampah yang sudah ada, tetapi juga bagaimana mencegah sebanyak mungkin sampah terbentuk sejak awal.

Pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemanfaatan kembali barang yang masih layak, dan pemilahan sejak sumber perlu berjalan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai program yang terpisah-pisah.

IKLAN

Daur Ulang dan Tanggung Jawab Produsen

Dalam upaya tersebut, daur ulang memiliki peran penting, tetapi perlu ditempatkan secara tepat. Tidak semua sampah dapat didaur ulang dengan mudah, dan sampah yang sudah dikumpulkan belum tentu benar-benar diproses menjadi bahan yang dapat digunakan kembali.

Agar daur ulang berjalan efektif, dibutuhkan fasilitas pengolahan, tenaga pengelola, dukungan pasar, serta sistem pengumpulan yang terhubung.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa tanggung jawab tidak berhenti pada masyarakat sebagai konsumen. Produsen harus didorong untuk mengurangi kemasan yang tidak diperlukan, menggunakan bahan yang lebih mudah didaur ulang, dan menjalankan tanggung jawab atas sampah dari produk yang mereka hasilkan.

Dengan begitu, upaya mengatasi sampah tidak hanya berfokus pada cara membuang, tetapi juga menyentuh cara barang diproduksi, dikonsumsi, dan dikelola setelah tidak digunakan lagi.

Perbaikan Kebijakan Harus Memiliki Hasil yang Terukur

Oleh karena itu, menurut saya, perbaikan kebijakan pengelolaan sampah harus dimulai dari pembagian tanggung jawab yang jelas dan pelaksanaan yang dapat diukur.

Pemerintah pusat perlu memperkuat arah kebijakan dan pengawasan, sedangkan pemerintah daerah harus menyediakan layanan pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

Bank sampah dan kegiatan daur ulang berbasis masyarakat juga perlu mendapatkan dukungan yang berkelanjutan agar tidak hanya bertumpu pada inisiatif sukarela.

Pada saat yang sama, pelaksanaan kewajiban produsen harus diawasi, sementara penggunaan anggaran perlu dinilai berdasarkan hasil nyata.

Keberhasilan kebijakan tidak cukup dilihat dari banyaknya sampah yang diangkut atau kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, tetapi dari berkurangnya sampah yang tidak terkelola dan meningkatnya jumlah sampah yang berhasil dikurangi maupun diolah kembali.

Sampah yang Hilang dari Pandangan Belum Tentu Selesai

Pada akhirnya, persoalan sampah mengajarkan bahwa membuang sesuatu dari hadapan kita tidak sama dengan menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya.

Masyarakat memang perlu mengubah kebiasaan, produsen harus bertanggung jawab terhadap produknya, dan pemerintah harus memastikan seluruh proses pengelolaan berjalan secara konsisten.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan karena kesadaran tanpa fasilitas akan sulit menghasilkan perubahan, sementara fasilitas tanpa pengurangan sampah hanya akan terus dibebani oleh timbulan baru.

Bagi saya, keberhasilan kebijakan pengelolaan sampah bukan ketika sampah berhasil disingkirkan dari pandangan, melainkan ketika negara mampu memastikan bahwa sampah yang kita hasilkan hari ini tidak terus menjadi persoalan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan generasi berikutnya.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sampah-sudah-dibuang-masalahnya-belum-ada-yang-keliru-dalam-kebijakan-pengelolaan-sampah-indonesia/98261/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 11.09 WITA

  • #Daur Ulang
  • #Lingkungan
  • #SIPSN
  • #Sampah
  • #kebijakan publik
  • #pengelolaan sampah
  • #sampah plastik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menagih Janji Negara: Mengurai Persoalan Kesejahteraan Guru Honorer di NTT

Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

Transaksi Digital & Maqashid Syariah: Antara Kemudahan dan Kemaslahatan

Pancasila di Tengah Patah Hati: Sudahkah Kita Memanusiakan Manusia dalam Hubungan?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

Cegah Kanker Serviks, KESDM Gelar Vaksinasi HPV di PPSDM Migas Cepu, Diikuti 87 Peserta

Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Surabaya Pelajari Proses Persidangan Cerai Gugat di Pengadilan Agama

Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Mangrove Surabaya Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Dosen UMI Bekali Santri Tahfidz Takalar Literasi Ekonomi Digital dan Hukum Keluarga
  2. 2

    Cegah Anemia Ibu Hamil, Dosen FKM UMI Latih Kader CAPIL di Jeneponto

  3. 3

    Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

  4. 4

    Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

  5. 5

    Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.