• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pengeluaran Negara Besar, Tapi Manfaatnya Terasa Nggak Sih? Perspektif Mahasiswa Akuntansi

Editor Redaksi
6 Desember 2025
in Artikel

Akuntansi

PENULIS: AMANDA PRISCILIA & FIFIAN EKA SURYADI

JurnalPost.com – Setiap tahun, belanja negara Indonesia terus meningkat. Angkanya makin fantastis, proyek makin banyak, dan janji perbaikan layanan publik terdengar di mana-mana. Namun pertanyaan yang sering muncul di masyarakat tetap sama: “Uangnya besar, tapi manfaatnya terasa nggak sih?”

Sebagai mahasiswa akuntansi, terutama yang terbiasa melihat angka dan mempertanyakan efektivitasnya, pertanyaan ini terasa sangat relevan. Karena dalam akuntansi sektor publik, ukuran keberhasilan itu bukan Cuma besar kecilnya anggaran, tetapi seberapa jauh anggaran itu memberi dampak nyata.

Belanja Besar Tidak Selalu Sama Dengan Manfaat Besar
Dalam teori akuntansi sektor publik, belanja negara harus didasarkan pada value for money: ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

Masalahnya, ukuran “efektivitas” seringkali jauh lebih kompleks daripada sekadar laporan realisasi
anggaran.

Contohnya, ketika pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur,
pertanyaannya bukan “proyeknya selesai atau tidak,” tetapi:

• Apakah jalan itu benar-benar mengurangi kemacetan?
• Apakah jembatannya meningkatkan akses ekonomi?
• Apakah sekolah baru benar-benar menaikkan kualitas pendidikan?

Sayangnya, banyak program yang sukses secara administrasi tetapi gagal dalam fungsi pelayanan publik. Laporan keuangan terlihat rapi, tetapi dampaknya tidak terasa.

Transparansi Masih Jadi Tantangan Besar
Di era digital, transparansi seharusnya lebih mudah. Tetapi faktanya, akses publik terhadap detail penggunaan anggaran masih cukup terbatas.

Rakyat hanya melihat headline: total belanja naik, defisit turun, atau realisasi 95%.

Padahal dalam akuntansi sektor publik, kita diajarkan bahwa angka tanpa konteks bisa menyesatkan. Ada tiga hal yang masih sering jadi masalah:
1. laporan yang terlalu teknis sehingga sulit dipahami publik,
2. minimnya evaluasi jangka panjang,
3. pengukuran kinerja yang hanya fokus pada output, bukan outcome.

Akhirnya, publik merasa uang negara “habis begitu saja” tanpa melihat hasil yang nyata.

Pengawasan: Bukan Sekadar Menemukan Salah, Tapi Menilai Manfaat
Audit publik sering dipahami sebagai upaya mencari kesalahan penggunaan anggaran. Padahal audit sektor publik, terutama audit kinerja yang mempunyai tujuan lebih luas: menilai apakah anggaran digunakan untuk mencapai tujuan yang seharusnya.

Tetapi persoalannya, audit kinerja ini tidak semudah memeriksa angka. Dibutuhkan:

• Indikator kinerja yang jelas,
• Target yang terukur,
• Dan data yang konsisten.

Jika alat ukurnya tidak kuat, sulit untuk menilai apakah anggaran benar-benar bermanfaat.

Sebagai Mahasiswa, Kita Punya Peran
Meskipun bukan auditor BPK atau ekonom senior, mahasiswa akuntansi justru punya perspektif yang segar dan kritis.

Kita belajar teori penganggaran, akuntabilitas, evaluasi kinerja, dan akuntansi pemerintahan. Semua itu memberi kita kemampuan untuk melihat masalah anggaran dengan cara yang lebih rasional, bukan emosional.

Karena itu, wajar jika muncul pertanyaan sederhana namun penting:

“Dengan belanja negara sebesar ini, kenapa masyarakat belum merasakan peningkatan signifikan dalam layanan publik?”

Pertanyaan ini bukan bentuk pesimisme, tetapi dorongan agar transparansi, evaluasi, dan akuntabilitas terus diperkuat.

Pada Akhirnya, Anggaran Adalah Cerita Tentang Prioritas
Belanja negara akan terus naik, tetapi seharusnya manfaatnya ikut naik. Dan sebagai bagian dari masyarakat, kita punya hak, bahkan kewajiban, untuk mengkritisi bagaimana uang publik digunakan.

Dari perspektif akuntansi, anggaran bukan hanya dokumen. Ia adalah gambaran bagaimana negara merencanakan masa depan warganya.

Jika manfaatnya belum terasa, artinya ada yang perlu diperbaiki. Dan suara kritis dari mahasiswa adalah bagian penting dari perbaikan itu.

PENULIS: AMANDA PRISCILIA & FIFIAN EKA SURYADI

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.