• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Penerapan Participatory Design Pada Rancangan Pemukiman Sepanjang Rel Stasiun Sidotopo

Editor Redaksi
19 Juni 2023
in Daerah

JurnalPost.com – Semakin banyaknya urbanisasi dari desa ke kota dengan tujuan agar mendapat kesejahteraan yang lebih baik menimbulkan kemunculan squatter yang tidak terkendali. Banyak pemukiman ilegal mulai dari tanah kosong di belakang gedung, sepanjang aliran sungai, dan di dekat rel kereta api. Contohnya di sepanjang rel kereta stasiun Sidotopo, Surabaya banyak pemukiman ilegal yang sudah ditinggali masyarakat bertahun – tahun. Lahan tersebut merupakan lahan milik PT KAI. Objek rancang ini diambil dari RW IX kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Pada pemukiman tersebut jarak dari rumah ke rel kereta api adalah 1-2 meter.

Pemukiman akan dirancang kembali agar tidak melanggar peraturan yang ada dari pemerintah setempat yang tentunya dengan berbagai pertimbangan yang ada. Pemerintah sudah melakukan berbagai macam upaya untuk menertibkan pemukiman yang ilegal tersebut. Namun, usaha tersebut gagal dan masyarakat masih tetap tinggal di pemukiman ilegal tersebut dengan alasan karena mereka sudah menempati pemukiman itu sejak lama, mata pencaharian mereka ada di daerah tersebut, dan suasana pemukiman baru yang dijanjikan pemerintah tidak sesuai dengan keinginan dari mereka. Housing the Urban Poor di sepanjang jalan rel Sidotopo tersebut menunjukan bahwa tingkat urbanisasi berdampak pada sosial-ekonomi di daerah kota karena wilayah perkotaan dihuni oleh orang berpenghasilan menengah kebawah dengan menduduki daerah yang kosong milik pribadi atau publik. Setidaknya ada 40 rumah di sepanjang rel kereta yang bisa mengganggu mobilitas dari kereta api dan menggangu kesehatan dari penduduk yang berada di sekitarnya.

Selanjutnya tindakan yang akan dilakukan adalah merumuskan indikator mengenai aspek – aspek yang harus terpenuhi. Aspek – aspek yang harus dipenuhi tersebut mencakup 4 kriteria desain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, memastikan legalitas atau kesesuaian terhadap peraturan yang ada dengan cara memastikan batas sempadan rel kereta agar keamanan terjaga. Kedua, perbaikan kondisi dengan penataan kembali massa bangunan agar tercipta lingkungan yang sehat dari segi kondisi penghawaan dan pencahayaan yang baik. Ketiga, mengurangi kebisingan suara kereta api ketika melewati pemukiman. Keempat, membuat sebuah rancangan yang terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di pemukiman tersebut.

Maka dari itu dilakukan perancangan desain dengan Participatory Design. Bangunan yang dirancang menggunakan tapak segi banyak agar memiliki kelebihan dalam hal eksplorasi. Bentuk massa awal menyesuaikan dari bentuk lahan dan tidak melanggar batas sempadan rel kereta api yaitu 4,5 meter dari as rel kereta api. Tengah pemukiman akan dikosongkan agar sirkulasi udara dan pencayahaan maksimal. Terdapat area fasilitas umum untuk menunjang kehidupan penghuni.

Terdapat noise barrier agar mengurangi suara atau kebingisingan dari suara dari kereta api. Menggunakan kombinasi unit yang semaksimal mungkin agar mendapatkan jumlah unit rumah yang maksimal. Masyarakat terlibat dalam pengambilan keputusan dari pendekatan ini ketika merancang bangunan sehingga memberikan masukkan kepada perancang mengenai kebutuhan masyarakat sebagai pengguna. Penggusuran dirasa kurang efektif karena bisa menghapus sumber pendapatan dari masyarakat sehingga perlu dilakukan pendekatan Participatory Design untuk mengatasi permasalahan ini.

Terdapat 3 tahapan dalam Participatory Design meliputi exploration of work, Discovery process dan Prototyping. Initial explanation of work, pada tahapan ini memerlukan eksplorasi untuk menganalisis aspek yang berpengaruh pada proses perancangan. Penduduk di sekitar rel kereta api akan diberikan edukasi mengenai inti dari proses perancangan ini. Discovery Process, tahap kedua ini melibatkan para pengguna pemukiman untuk menyampaikan aspirasi atas kebutuhan mereka sehingga terbentuk rancangan yang baik dari sehi sudut pandang perancang maupun sudut pandang pengguna.

Prototyping Initial explanation of work, tahapan terakhir ini adalah pembuatan prototype yang akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kebutuhan dari para pengguna sehingga sesuai dengan ekspektasi para pengguna. Metode yang digunakan adalah diskusi kepada masyarakat di sekitaran rel kereta stasiun Sidotopo. Masyarakat akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan untuk unit hunian mereka yang akan di rancang nantinya sehingga memperoleh keputusan final. Masukan – masukan dari masyarakat akan dijadikan acuan untuk perancangan sehingga sesuai dengan keinginan dari masyarakat.

Tahapan selanjutnya adalah menganalisis lahan agar memastikan lahan tersebut cukup untuk di bangun unit – unit hunian. Forced-Based Framework dipakai untuk memilih asset dan constrain. Perancang akan melakukan pertimbangan ketika mendesain setelah mengetahui asset dan constrain untuk kemudian ditindak lanjutkan dalam proses perancangan. Lahan di sekitar jalan rel tersebut memiliki suhu sekitar 29 derajat Celcius dan rumah saling berdempetan sehingga sirkulasi udara tidak lancar. Daerah tersebut diperparah dengan sedikitnya vegetasi karena lahan yang sempit.

Dari data observasi kebisingan didapatkan kebisingan 79 dB ketika kereta api sedang lewat, padahal kebisingan di lingkungan pemukiman seharusnya dibawah angka 55 dB. Kondisi sosial-ekonomi daerah tersebut didominasi oleh pedagang, pegawai perkantoran, dan buruh pabrik. Para pedagang sebagian memiliki gerobak sendiri untuk berdagang dan sisanya berjualan di rumah mereka masing – masing. Para pegawai toko kebanyakan bekerja di toko – toko sepanjang jalan di Pasar Tambak Rejo. Sedangkan para buruh pabrik bekerja di industri pabrik sekitar jalan Kenjeran.

Pendekatan participatory design sebagai peningkatan dalam pengetahuan lokal yang bernilai dari masyarakat sekitar. Pengetahuan ini dapat diintegrasikan dalam perancangan untuk menciptakan solusi dari akar permasalahan pada konteks sosial dan budaya sesuai dengan kebutuhan komunitas, lingkungan sosial, dan kondisi setempat. Dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam proses perancangan memiliki tingkat penerimaan dan dukungan dari masyarakat terhadap proyek tersebut akan meningkat yang diakibatkan karena masyarakat akan merasa memiliki rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap hasil perancangan tersebut, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pemukiman yang dibangun. Dari beberapa cara dalam pendekatan participatory design akan menghasilkan rancangan yang berkelanjutan dari segi lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Berkat dukungan masyarakat yang ada, hasil dari identifikasi masalah lingkungan, sumber daya yang tersedia, dan potensi pengembangan ekonomi lokal dapat menjadi faktor penentu untuk perancangan pemukiman yang dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, aplikasi participatory design pada rancangan pemukiman sepanjang rel Stasiun Sidotopo memperkuat partisipasi terhadap masyarakat untuk meningkatkan kualitas pemukiman dan penerimaan masyarakat dalam mendorong keberlanjutan jangka panjang dengan model pendekatan yang efektif pada perancangann pemukiman yang inklusif dan berkelanjutan di sepanjang rel Stasiun Sidotopo. Tokoh masyarakat yang berkepentingan aktif ikut terlibat dalam proses perancangan serta pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan, preferensi, dan aspirasi dari masyarakat sekitar terhadap proyek tersebut. Partisipasi masyarakat pun memungkinkan mendapatkan identifikasi mengenai permasalahan, kritik, dan saran yang menghasilkan pemukiman yang lebih fungsional, inklusif, dan berkelanjutan.

Namun, hal yang paling penting dalam proses participatory design yaitu menjaga komunikasi baik antar pemegang proyek dengan pemangku kepentingan masyarakat. Suatu hal yang melibatkan masyarakat di dalamnya bisa memicu terjadinya perbedaan pendapat, kepentingan, dan preferensi yang saling bertentangan dan menyebabkan konflik perpecahan dalam masyarakat. Implementasi mengenai participatory design membutuhkan waktu, usaha, dan sumber daya yang signifikan. Persiapan dan perancangan anggaran, serta keterampilan kerja dari tim dapat menjadi penentu terhadap optimalisasi pemangku kepentingan dan pengaruh hasil rancangan pemukiman.

Dalam suatu proyek, pengambilan keputusan yang spontan dapat dikatakan cukup krusial dikarenakan dalam proses negosiasi terdapat berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Namun, waktu yang diberikan untuk mengerjakan proyek tersebut cukup terbatas. Apabila participatory design mengasumsikan keterlibatan pemangku secara adil dan setara juga tetap terdapat risiko terhadap kelompok tertentu yang memiliki kekuatan dan cukup berpengaruh pada masyarakat dengan memanipulasi proses atau mendominasi dalam pengambilan keputusan hanya untuk kepentingan individu maupun kelompok mereka sendiri. Dalam proses yang melibatkan banyak orang penting tentu ada tantangan dalam mengintegrasikan berbagai perspektif yang saling bertentangan, maka dari itu tujuan dari dibuatnya participatory design digunakan untuk dapat menggabungkan preferensi yang berbeda dan memastikan keberlanjutan rancangan yang komprehensif dan efektif.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi beberapa kemungkinan yang terjadi yaitu dengan cara mengadakan dialog terbuka, mempromosikan inklusi, dan menjaga keseimbangan kepentingan yang berbeda. Pemantauan, evaluasi, dan komunikasi yang cermat selama proses perancangan tentu diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mungkin muncul pada jangka panjang serta keberlanjutan dari proses pembangunan pemukiman sepanjang rel Stasiun Sidotopo. Dapat disimpulkan bahwa dalam menciptakan mekanisme pemantauan dan evaluasi setelah pengimplementasian untuk memastikan keberlanjutan suatu proyek merupakan hal yang sangat penting. Terlebih lagi dalam pemberdayaan serta melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terhadap suatu hal yang dapat menunjang keberlangsungan hidup dari masyarakat itu sendiri diharapkan untuk keberlanjutannya dapat menjaga, mengelola, dan mengaplikasikan hasil dari proyek tersebut dengan baik.

Anggota Kelompok Kelas Masyarakat Digital (A) :
1. Abelard Herdinovan E. (200218080)
2. Yoviestiara Regina P. (200218104)
Mahasiswa Prodi Teknik Sipil University Atma Jaya Yogyakarta

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mahasiswa KKN 114 UNHAS Ajak Warga Amparita Kreatif Kelola Limbah Melalui Pelatihan Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN 114 UNHAS Ajak Warga Amparita Kreatif Kelola Limbah Melalui Pelatihan Pupuk Organik Cair

Editor Redaksi
20 Juli 2025
0

Sidrap, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC)...

Pemberantasan Mafia Tanah di Kepulauan Riau

Pemberantasan Mafia Tanah di Kepulauan Riau

Editor Redaksi
5 September 2024
0

JurnalPost.com - Transparency International Indonesia (TII) tengah menyoroti dan mulai mencium adanya praktek KKN di salah satu institusi negara yaitu...

Bengkel Momo 24 Jam Yogyakarta

Bengkel Momo 24 Jam Yogyakarta

Editor Redaksi
8 Desember 2023
0

JurnalPost.com - Kegiatan pengabdian masarakat bertema pemberdayaan dengan prinsip asah,asih,asuh melalni triologi kepemimpinan kihajar dewantara di bawah arahan ignatius soni...

MENGULIK PADEPOKAN BROJOBUWONO ; SARANA EDUKASI BERBAGAI KOLEKSI BENDA BERHARGA

MENGULIK PADEPOKAN BROJOBUWONO ; SARANA EDUKASI BERBAGAI KOLEKSI BENDA BERHARGA

Editor Redaksi
7 Desember 2023
0

JurnalPost.com - Mata Kuliah Apresiasi Seni Tradisi --- Museum Keris Brojobuwono adalah salah satu museum hidden gem yang berlokasi di...

Cegah Para Pekerja Jadi Miskin Ekstrem, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Hadir Untuk Memberikan Perlindungan

Cegah Para Pekerja Jadi Miskin Ekstrem, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Hadir Untuk Memberikan Perlindungan

Editor Redaksi
5 Desember 2023
0

JurnalPost.com - Penyelenggara pemerintah baik pusat maupun daerah harus memastikan masyarakat yang bekerja mendapatkan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang merupakan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.