
Sidrap, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang dirangkaikan dengan edukasi lingkungan di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini merupakan inisiatif Andi Fausiah, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin angkatan 2022, di bawah bimbingan Dr. Nur Umriani Permatasari, S.Si., M.Si., selaku Dosen Pendamping Kegiatan (DPK). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik maupu anorganik serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan yang dilaksanakan di Posko KKN Kelurahan Amparita tersebut diikuti oleh sejumlah ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Para peserta tampak antusias ketika mempraktikkan langsung cara membuat pupuk organik cair dari bahan sederhana seperti sisa sayuran, kulit buah, air cucian beras dan lain-lain.

Dalam sesi pelatihan, Andi Fausiah menjelaskan bahwa pupuk organik cair merupakan alternatif ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa menimbulkan residu kimia. Ia juga menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah yang sering dianggap tidak berguna.
“Pembuatan pupuk organik cair ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa setiap rumah tangga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Andi Fausiah “Harapannya, setelah pelatihan ini, warga bisa menerapkan langsung di rumah masing-masing dan ikut mengurangi volume sampah.” Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari perangkat kelurahan dan masyarakat Amparita. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, terutama dalam menekan masalah penumpukan sampah rumah tangga.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Amparita dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola limbah organik maupun anorganik secara kreatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di tingkat lokal.
Oleh: Andi Fausiah




