
SEMARANG, JurnalPost.com – Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Kondisi tersebut mempengaruhi tingkat kepercayaan diri para pemuda dan menjadi hambatan ketika para pemuda mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi usaha.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN IDBU-45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 menghadirkan program pemberdayaan pemuda yang bertajuk “Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Karang Taruna Berbasis Resiliensi Psikososial dalam Menghadapi Stigma Lingkungan” di wilayah RW 5 Kelurahan Bandarharjo pada Minggu 2 Agustus 2026.
Sesuai dengan tema KKN IDBU-45 Universitas Diponegoro yaitu “Mewujudkan Ketahanan Keluarga Pesisir di Kelurahan Bandarharjo melalui Resiliensi Psikososial dan Pemberdayaan Ekonomi Adaptif”, program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kesiapan mental, keterampilan komunikasi, pemahaman hukum, hingga kemampuan mengembangkan usaha.
Membangun Fondasi Mental yang Resilien dan Tameng Hukum bagi Pekerja Muda
Sesi pertama diawali dengan penguatan kapasitas diri bagi para remaja. Nabila Almadina Mayya Ramadhani dari jurusan Psikologi membawakan program “Kenali Potensimu, Wujudkan Masa Depanmu”. Pada sesi ini, peserta diajak untuk mengenali potensi diri yang dapat dikembangkkan serta menyusun Career Action Plan agar mereka dapat menyusun rencana aksi lima tahun sebagai bekal untuk menentukan arah pendidikan maupun karir.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Maisya Nabila dari jurusan Psikologi melalui program “Siap Bicara, Siap Melangkah”. Peserta dibekali cara sederhana untuk mengatasi kecemasan ketika berbicara di depan umum, terutama dalam situasi seperti wawancara pekerjaan. Sesi ini dikemas secara interaktif melalui praktik teknik pernapasan 4-7-8, positive self-talk, power posing, dan simulasi wawancara.
Setelah penguatan mental dan keterampilan komunikasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hak-hak pekerja. Materi ini disampaikan oleh Linove Syamsa Hezkia dari jurusan Hukum melalui program “Hak-Hak Pekerja Muda dan Pemahaman Dasar Kontrak Kerja”. Peserta diajak memahami berbagai hal penting dalam kontrak kerja, mulai dari upah, jam kerja, lembur, jaminan perlindungan sosial, durasi perjanjian kerja, hingga potensi penalti sepihak.
Inkubasi Usaha Kelompok dan Akselerasi Bisnis Karang Taruna
Setelah mendapatkan bekal secara individu, kegiatan berlanjut pada pengembangan usaha Karang Taruna. Diawali oleh Messal Bakti Purnama dari jurusan Ilmu Ekonomi yang memberikan pendampingan berupa “Praktik Business Model Canvas (BMC) dan Manajemen Operasional Produk Unit Usaha Karang Taruna”. Peserta diajak memetakan sembilan komponen penting dalam Business Model Canvas, mulai dari segmentasi konsumen, pengelolaan bahan baku, hingga strategi operasional usaha.
Pendampingan kemudian dilanjutkan oleh Habibah Dewi Firdausi dari jurusan Hubungan Internasional melalui program “Pelatihan Digital Marketing Berbasis Glocalization dan Optimalisasi Manajemen Konten Media Sosial”. Peserta dikenalkan pada konsep glocalization, yakni bagaimana produk lokal dapat dikemas dengan identitas yang lebih luas agar memiliki peluang menjangkau pasar di luar wilayah. Pelatihan dilakukan secara praktis dengan memanfaatkan gawai dan media sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pendekatan yang lebih interaktif melalui permainan edukatif “Mitos atau Fakta” yang dibawakan oleh Az-Zahra Nazifatun Namira dari jurusan Akuntansi. Permainan tersebut digunakan sebagai instrumen evaluasi sekaligus ice breaking untuk menguji pemahaman peserta setelah mendapatkan materi kewirausahaan. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya memisahkan uang pribadi dan uang usaha, melakukan pencatatan transaksi, serta menyusun strategi pemasaran yang efektif dan hemat biaya.
Pemuda RW 5 Kelurahan Bandarharjo Antusias Ikuti Program
Kegiatan yang dilakukan kelompok 4 mendapat respons positif dari para peserta. Ainun Salsa, salah satu remaja perwakilan warga RW 5 Kelurahan Bandarharjo, mengapresiasi pelaksanaan program yang menurutnya memberikan pengalaman baru bagi para pemuda. “Menurut saya, materi UMKM tadi sangat bagus untuk dipraktikan oleh Gen Z. Kalau anak muda yang pegang usaha, pasti hasilnya keren karena bisa dikombinasikan dengan media promosi digital yang kreatif”, ujar Ainun.

Sementara itu, Ibu Kusmiyati selaku Kader PKK RW 5 turut mengapresiasi program yang dilaksanakan serta antusiasme para remaja selama mengikuti kegiatan. “Remaja-remaja di sini terlihat sangat antusias dan seru sekali mengikuti acaranya. Senang sekali, semoga kegiatan positif ini bisa terus berkelanjutan”, ujarnya. Ibu Kusmiyati berharap pendampingan semacam ini dapat menjadi kegiatan positif bagi para remaja di lingkungan tersebut.
Dorongan Pemuda Lebih Resilien dan Berdaya Saing
Program ini menjadi bagian dari upaya KKN-T IDBU 45 Undip dalam memperkuat ketahanan keluarga pesisir melalui peningkatan kapasitas psikososial dan ekonomi pemuda.
Kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan pemuda, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesiapan kerja, kewirausahaan, dan pengembangan usaha.
Melalui program tersebut, pemuda Bandarharjo diharapkan semakin percaya diri, siap menghadapi dunia kerja, serta mampu mengembangkan potensi usaha secara adaptif dan berkelanjutan.




