• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Dari Sampah Jadi Berkah, Kader Gonilan Sulap Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
in Berita
Foto bersama kader lingkungan Desa Gonilan di area taman lingkungan hidup dan fasilitas bak sampah pilah sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya. Fasilitas ini mendukung masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, sekaligus menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan desa. Melalui pemberdayaan kader dan penyediaan sarana pengelolaan sampah, Desa Gonilan terus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan

SOLO, JurnalPost.com – Persoalan sampah di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, mulai mendapat solusi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna. Desa yang memiliki aktivitas rumah tangga dan ekonomi cukup tinggi tersebut menghasilkan timbulan sampah sekitar 40 ton per bulan. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena sebagian sampah masih menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Melihat kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong kader lingkungan hidup Desa Gonilan untuk mengubah sampah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran UMS melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB) yang didanai Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS. Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kader Lingkungan Hidup Desa Gonilan melalui Pengolahan Sampah dan Manajemen Produksi Pupuk Cair Berbasis Teknologi Tepat Guna” dilaksanakan di Balai Desa Gonilan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Ibu Lurah Gonilan, Ibu Rita, Sekretaris Desa Bapak Hakiem, serta para kader lingkungan hidup. Program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMS, Dr. N Juni Triastuti, M.Med.Ed., AIFO-K, CMLE, CCP, CPFP, beserta  anggota Dr. Erna Herawati, SpKJ, dan Dr. Sri Wahyu Basuki, M.Kes menjelaskan bahwa permasalahan sampah perlu ditangani mulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Menurutnya, sampah organik yang selama ini dibuang dan menumpuk di TPS sebenarnya dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) maupun kompos. “Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sumber daya yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan berpotensi memberikan nilai ekonomi,” ujarnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban sampah sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola lingkungan.

Taman Lingkungan dan Bank Sampah Pilah Desa Gonilan Dorong Budaya Peduli Lingkungan
Foto bersama kader lingkungan Desa Gonilan di area taman lingkungan hidup dan fasilitas bak sampah pilah sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah dari sumbernya. Fasilitas ini mendukung masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, sekaligus menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan desa. Melalui pemberdayaan kader dan penyediaan sarana pengelolaan sampah, Desa Gonilan terus mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tim UMS memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta pelatihan praktik pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Para kader mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan pupuk organik cair, penggunaan bahan organik rumah tangga, proses fermentasi, hingga pengelolaan hasil produksi. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai manajemen produksi agar kegiatan pengolahan sampah dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kader juga diperkenalkan dengan pencatatan produksi sederhana dan strategi pemasaran melalui media sosial untuk mendukung pengembangan produk.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, DRPPS UMS menyerahkan sejumlah fasilitas teknologi tepat guna kepada Desa Gonilan. Bantuan tersebut meliputi taman lingkungan hidup, bak sampah terpadu, mesin pencacah kompos, reaktor komposter, serta berbagai peralatan pendukung produksi pupuk organik cair. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu kader mengolah sampah organik secara lebih efektif sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPS. Dengan dukungan sarana tersebut, pengelolaan sampah diharapkan berkembang dari sekadar kegiatan lingkungan menjadi aktivitas produktif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program pemberdayaan ini juga melibatkan mahasiswa UMS sebagai bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Lima mahasiswa yang terlibat, yakni Anindya Leta Azalia, Zaidan Khaatam Muzakiy, Annisa Shafa Kamila, Muhammad Arfian Putra Kusnadi, dan Revalina Afroza Adani, turut mendukung proses edukasi dan pendampingan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman pembelajaran langsung dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan kader lingkungan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Ibu Lurah Gonilan, Ibu Rita, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya kader lingkungan dan ibu rumah tangga. Ia menilai pemilahan sampah sejak dari rumah merupakan langkah penting untuk mengurangi permasalahan sampah di desa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami menjadi lebih memahami cara memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair maupun kompos,” ungkapnya. Pemerintah Desa Gonilan berharap pendampingan UMS dapat terus berlanjut sehingga keterampilan yang diperoleh kader dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan masyarakat.

Pemberdayaan Kader Lingkungan Desa Gonilan melalui Teknologi Tepat Guna
Foto bersama tim pengabdian masyarakat UMS dan kader lingkungan Desa Gonilan, Sukoharjo, usai kegiatan pemberdayaan pengelolaan sampah. Kegiatan ini memperkenalkan mesin pencacah kompos dan reaktor composter sebagai teknologi tepat guna untuk mengolah sampah organik menjadi bahan baku serta pupuk organik cair. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan meningkatkan keterampilan kader, mengurangi timbulan sampah, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Ketua Tim Pengabdian UMS berharap inovasi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis komunitas dinilai penting karena keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sejak tahap pemilahan hingga pengolahan. “Semoga kegiatan ini dapat membantu mewujudkan Desa Gonilan yang lebih bersih, sehat, dan mampu mengelola sampah secara mandiri,” kata Dr. Juni. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, mahasiswa, pemerintah desa, kader lingkungan, dan masyarakat.

Setelah kegiatan pelatihan dan penyerahan teknologi tepat guna, tim UMS akan melakukan evaluasi serta pendampingan terhadap implementasi program di Desa Gonilan. Produk hasil pengolahan sampah, seperti pupuk organik cair dan kompos, direncanakan dapat diperkenalkan kepada masyarakat serta dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model ekonomi sirkular berbasis desa, yaitu mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai guna. Jika dikembangkan secara konsisten, Desa Gonilan berpotensi menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah Kartasura dan dapat direplikasi di desa lainnya. (*)

 

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

GELORA LITERASI: Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak sebagai Upaya Meningkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak di Desa Sumurgede oleh KKN UNIMUS

Editor Nadia
17 September 2026
0

GELORA LITERASI: Literacy and Children's Creativity Movement as an Effort to Improve Children's Reading Interest and Creativity in Sumurgede Village...

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Semarak HUT RI ke-81, PPSDM Migas Gelar Gowes hingga Lomba Kebersamaan

Editor Redaksi
28 Agustus 2026
0

CEPU, JURNALPOST — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81...

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Gerakan Cerdas Finansial Sejak Dini, Cara Mahasiswa KKN-T IBDU 42 Bekali Siswa SD Ilmu Menabung

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

JurnalPost.com - Desa Sukorejo/Kota Sragen, 4 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IBDU 42 Universitas Diponegoro melaksanakan...

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Patahkan Stigma, Mahasiswa KKN-T IDBU 45 Universitas Diponegoro Kelompok 4 Gelar Inkubasi Wirausaha Sosial dan Kesiapan Kerja Remaja di Bandarharjo

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

SEMARANG, JurnalPost.com - Stigma negatif di lingkungan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemuda di kawasan pesisir Bandarharjo, Kecamatan...

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Dari Bakul ke Viral: Tim PkM Polinema Manfaatkan Generative AI Sulap “Botol Polos” Jamu Kromengan Jadi Produk Premium

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Tim Pengabdian Masyarakat Polinema melakukan PKM di Desa Wisata Jamu, Karangrejo Kromengan, Kab.Malang JurnalPost.com - Dalam upaya memodernisasi sektor usaha...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.