• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pariwisata sebagai Penyelamat pada Kawasan yang Mengalami Penyusutan “Shrinking” di Indonesia

Editor Redaksi
15 Mei 2026
in Artikel

Penulis: Agnes Tresia Silalahi

JurnalPost.com – Pariwisata memainkan peran krusial sebagai penyelamat dan alat revitalisasi bagi kawasan yang mengalami ancaman penyusutan, degradasi, maupun penggusuran di Indonesia. Pendekatan ini sangat nyata diterapkan pada permukiman kampung perkotaan, yang merupakan tipe permukiman utama dan menampung mayoritas penduduk kota. Dalam kerangka siklus adaptasi ekonomi, pariwisata bertindak sebagai mesin penggerak, di mana kawasan mendiversifikasi fungsi ruangnya dengan memanfaatkan aset budaya dan sosial yang sudah ada. Berikut adalah peran dan strategi pariwisata sebagai penyelamat kawasan yang mengalami penyusutan di Indonesia, merujuk pada studi kasus di Surabaya:

Pariwisata Budaya dan Religi untuk Mencegah Penggusuran Kawasan kampung tua di pusat kota seringkali menghadapi risiko fisik berupa penggusuran akibat tekanan proyek pembangunan perkotaan berskala besar, komersialisasi, atau spekulasi lahan. Kampung – kampung bersejarah, seperti kampung Arab Ampel, berhasil diselamatkan dari ancaman hilangnya eksistensi mereka dengan ditetapkan sebagai destinasi wisata warisan budaya dan religi. Kekuatan identitas Islam dan Arab di kawasan tersebut telah mengubah kampung yang terancam menjadi kuartal bisnis yang sangat aktif pada siang hari, serta sukses menghidupkan kembali ekonomi lokal melalui aktivitas perdagangan.

Pariwisata Tematik Pesisir Kawasan kampung pesisir seperti Kejawan Lor, Sukolilo Lor, dan Cumpat sebelumnya adalah kawasan yang rentan terhadap kemiskinan dengan infrastruktur sanitasi dan drainase yang sangat buruk, serta sering dilanda banjir. Untuk merevitalisasi kawasan yang terdegradasi ini, pemerintah kota bersama masyarakat mengambil inisiatif untuk mengecat rumah – rumah warga dengan warna-warna cerah guna menciptakan pariwisata kampung nelayan. Transformasi ini didukung dengan penyediaan ruang terbuka publik seperti Taman Suroboyo dan tanggul laut. Pendekatan pariwisata ini disambut antusias oleh para penduduk, yang kemudian termotivasi untuk secara swadaya memperbaiki kondisi tempat tinggal dan lingkungan mereka.

Penguatan Identitas Tempat sebagai Katalis Ketangguhan Pariwisata sangat bergantung pada keunikan lokal. Intervensi pariwisata terbukti mampu memperkuat identitas tempat suatu kawasan. Kampung-kampung yang berhasil mengelola identitas dan karakternya dengan kuat seperti karakter religius di Ampel maupun karakter nelayan di Kejawan Lor memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk bangkit dan berkembang. Kawasan-kawasan ini bahkan bertransformasi menjadi panutan komersial dan komunitas bagi pengembangan wilayah-wilayah lain yang sedang berjuang melawan penyusutan.

Melalui intervensi pariwisata, upaya penyelamatan kawasan yang menyusut di Indonesia menunjukkan bahwa pemulihan tidak selalu membutuhkan perombakan fisik atau infrastruktur makro yang menghancurkan struktur lama. Pariwisata berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali ekonomi warga, menstimulasi perbaikan lingkungan secara mandiri, dan menjaga kohesi sosial masyarakat setempat agar tidak terpinggirkan dari kota mereka sendiri.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.