
Penulis: Agnes Tresia Silalahi
JurnalPost.com – Pariwisata memainkan peran krusial sebagai penyelamat dan alat revitalisasi bagi kawasan yang mengalami ancaman penyusutan, degradasi, maupun penggusuran di Indonesia. Pendekatan ini sangat nyata diterapkan pada permukiman kampung perkotaan, yang merupakan tipe permukiman utama dan menampung mayoritas penduduk kota. Dalam kerangka siklus adaptasi ekonomi, pariwisata bertindak sebagai mesin penggerak, di mana kawasan mendiversifikasi fungsi ruangnya dengan memanfaatkan aset budaya dan sosial yang sudah ada. Berikut adalah peran dan strategi pariwisata sebagai penyelamat kawasan yang mengalami penyusutan di Indonesia, merujuk pada studi kasus di Surabaya:
Pariwisata Budaya dan Religi untuk Mencegah Penggusuran Kawasan kampung tua di pusat kota seringkali menghadapi risiko fisik berupa penggusuran akibat tekanan proyek pembangunan perkotaan berskala besar, komersialisasi, atau spekulasi lahan. Kampung – kampung bersejarah, seperti kampung Arab Ampel, berhasil diselamatkan dari ancaman hilangnya eksistensi mereka dengan ditetapkan sebagai destinasi wisata warisan budaya dan religi. Kekuatan identitas Islam dan Arab di kawasan tersebut telah mengubah kampung yang terancam menjadi kuartal bisnis yang sangat aktif pada siang hari, serta sukses menghidupkan kembali ekonomi lokal melalui aktivitas perdagangan.
Pariwisata Tematik Pesisir Kawasan kampung pesisir seperti Kejawan Lor, Sukolilo Lor, dan Cumpat sebelumnya adalah kawasan yang rentan terhadap kemiskinan dengan infrastruktur sanitasi dan drainase yang sangat buruk, serta sering dilanda banjir. Untuk merevitalisasi kawasan yang terdegradasi ini, pemerintah kota bersama masyarakat mengambil inisiatif untuk mengecat rumah – rumah warga dengan warna-warna cerah guna menciptakan pariwisata kampung nelayan. Transformasi ini didukung dengan penyediaan ruang terbuka publik seperti Taman Suroboyo dan tanggul laut. Pendekatan pariwisata ini disambut antusias oleh para penduduk, yang kemudian termotivasi untuk secara swadaya memperbaiki kondisi tempat tinggal dan lingkungan mereka.
Penguatan Identitas Tempat sebagai Katalis Ketangguhan Pariwisata sangat bergantung pada keunikan lokal. Intervensi pariwisata terbukti mampu memperkuat identitas tempat suatu kawasan. Kampung-kampung yang berhasil mengelola identitas dan karakternya dengan kuat seperti karakter religius di Ampel maupun karakter nelayan di Kejawan Lor memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk bangkit dan berkembang. Kawasan-kawasan ini bahkan bertransformasi menjadi panutan komersial dan komunitas bagi pengembangan wilayah-wilayah lain yang sedang berjuang melawan penyusutan.
Melalui intervensi pariwisata, upaya penyelamatan kawasan yang menyusut di Indonesia menunjukkan bahwa pemulihan tidak selalu membutuhkan perombakan fisik atau infrastruktur makro yang menghancurkan struktur lama. Pariwisata berbasis komunitas mampu menghidupkan kembali ekonomi warga, menstimulasi perbaikan lingkungan secara mandiri, dan menjaga kohesi sosial masyarakat setempat agar tidak terpinggirkan dari kota mereka sendiri.