• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Hambatan Komunikasi: Tantangan dalam Menyampaikan Pesan Secara Efektif

Editor Redaksi
12 Maret 2024
in Kolom Opini

Oleh: Muhammad Zakhi, Mahasiswa Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Kemampuan dalam menyampaikan pesan secara efektif sangatlah penting untuk mencapai tujuan dalam sebuah komunikasi. Namun, dalam kesehariannya, kita sering menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat efektivitas penyampaian pesan.

Menurut Agus M.Hardjana (2016:15), Komunikasi merupakan kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan kemudian memberikan tanggapan kepada pengirim pesan.

Deddy Mulyana (2015:11), Komunikasi adalah proses berbagi makna melalui verbal dan non verbal yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Andrew E. Sikula (2017:145), Komunikasi adalah proses pemindahan informasi, pengertian, dan pemahaman dari seseorang, suatu tempat, atau sesuatu kepada sesuatu, tempat atau orang lain.

Melalui komunikasi, kita dapat berbagi informasi, ide, dan perasaan dengan orang lain. Namun, menyampaikan pesan secara efektif tidak selalu mudah. Ada berbagai tantangan yang dapat kita hadapi dalam proses komunikasi, baik dalam komunikasi verbal maupun nonverbal.

Salah satu tantangan umum yang sering dihadapi adalah hambatan dalam berbahasa. Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang yang tidak menggunakan bahasa yang sama dengan kita, kita mungkin mengalami sedikit kesulitan dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat kepada sasaran. Hambatan Bahasa tentu dapat menyebabkan kesalahpahaman, frustrasi, dan bahkan dapat menimbulkan sebuah konflik.

Tantangan lainnya adalah perbedaan budaya. Orang-orang dari budaya yang berbeda memiliki nilai-nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang berbeda. Hal ini dapat mempengaruhi cara mereka memahami dan menafsirkan pesan yang kita sampaikan. Jika kita tidak memahami perbedaan budaya ini, kita mungkin tidak dapat menyampaikan pesan kita dengan cara yang efektif dan tepat sasaran.

Gangguan eksternal juga dapat menjadi tantangan dalam menyampaikan pesan secara efektif. Gangguan eksternal dapat berupa gangguan visual, gangguan fisik, kebisingan, atau gangguan lainnya. Gangguan eksternal dapat mengalihkan perhatian kita dan membuat kita sulit untuk berkonsentrasi pada pesan yang sedang disampaikan atau diterima.

Selain tantangan-tantangan eksternal tersebut, keterampilan komunikasi yang buruk juga dapat menjadi penghambat efektivitas penyampaian pesan. Jika kita tidak memiliki keterampilan komunikasi yang baik, kita mungkin tidak dapat berbicara dengan jelas dan lantang, atau kita mungkin tidak dapat menggunakan bahasa tubuh yang tepat untuk mendukung pesan kita.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan dalam menyampaikan pesan secara efektif, ada beberapa strategi yang dapat kita lakukan:

1. Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana.
Hindari menggunakan jargon atau istilah teknis yang mungkin tidak dipahami oleh audiens
kita.

2. Sesuaikan pesan kita dengan audiens.
Pertimbangkan nilai-nilai, kepercayaan, dan kebiasaan audiens kita ketika menyampaikan
pesan.

3. Gunakan berbagai saluran komunikasi.
Jangan hanya mengandalkan satu saluran komunikasi untuk menyampaikan pesan kita. Gunakan berbagai saluran komunikasi, seperti komunikasi verbal, nonverbal, dan tertulis, untuk memastikan bahwa pesan kita diterima dan dipahami oleh audiens.

4. ⁠Berlatihlah menyampaikan pesan.
Semakin sering kita berlatih menyampaikan pesan kita, semakin percaya diri dan efektif kita dalam menyampaikan pesan.

5. Dengarkan dengan seksama.
Ketika kita mendengarkan seseorang berbicara, berikan perhatian penuh kita dan jangan menyela. Dengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan dan cobalah untuk memahami sudut pandang mereka.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan dalam menyampaikan pesan secara efektif dan menyampaikan pesan kita dengan jelas dan tepat sasaran. Hal ini akan membantu kita untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, mencapai tujuan kita, dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

Menyampaikan pesan secara efektif adalah keterampilan yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan memahami tantangan-tantangan dalam menyampaikan pesan secara efektif dan menerapkan strategi-strategi yang tepat, kita dapat meningkatkan keterampilan komunikasi kita dan menjadi komunikator yang lebih efektif. Hal ini akan membantu kita untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain, mencapai tujuan kita, dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

Daftar Pustaka:
Hardjana Agus (2016). Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Bandung: Jurnal Komunikasi.
Mulyana Deddy (2015). Komunikasi Media & Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sikula Andrew (2017). Komunikasi Bisnis. Surakarta: Erlangga

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

thumb

MEMPERBARUI JANJI KEBANGSAAN

Editor Redaksi
20 Agustus 2026
0

Oleh: Raja Oloan Tumanggor Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta; Alumnus Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Jerman JurnalPost.com - Setiap 17 Agustus...

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Mengapa Kita Suka Dengar Streamer ‘Yapping’?

Editor Redaksi
10 Agustus 2026
0

Oleh: Filha Fasha Gunawan Afiliasi: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) JurnalPost.com - Di era layar lipat dan media sosial yang serba...

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu?

Editor Redaksi
8 Agustus 2026
0

Penulis : Ghazi Muhammad Syarief Afiliasi : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Mengapa Menjadi Diri Sendiri Masih Menjadi Hal Tabu? Timeline...

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Gen Z di Tengah Toxic Workplace: Psikologi Positif sebagai Kunci untuk Bertahan

Editor Redaksi
5 Agustus 2026
0

Oleh: Christine Margareta Ratupayung Surbakti, Emanuel De Lura, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana JurnalPost.com...

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre   

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Sosial:  Makna Kebebasan dalam Film Pride and Prejudice dari Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean Paul Sartre  

Editor Redaksi
4 Agustus 2026
0

SUMBER FOTO;https://iep.utm.edu/sartre-ex/https://www.primevideo.com/-/id/detail/0J7Y9UVDPJYTG6TM5CJB3KQAA7 Penulis: Rahma Ramadhani Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Kontak: @realrahma1910 (instagram) Pernahkah kamu merasa...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.