• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Financial Anxiety di Usia 20-an: Ketika Angka Sudah Masuk Akal, Tapi Hati Masih Nggak Tenang

Editor Redaksi
6 Desember 2025
in Artikel

PENULIS: FIFIAN EKA SURYADI s AMANDA PRISCILIA

JurnalPost.com – Di usia 20-an, banyak anak muda mulai belajar mengatur keuangan dengan lebih serius. Pencatatan pengeluaran dilakukan, budgeting disusun, saldo dipantau, dan rencana masa depan mulai disiapkan. Secara angka, banyak yang sebenarnya sudah berada di jalur aman. Namun rasa cemas tentang uang tetap muncul, bahkan tanpa alasan yang jelas. Fenomena ini dikenal sebagai financial anxiety, dan semakin umum terjadi pada generasi sekarang.

Angka itu pasti, tapi hidup tidak
Dalam akuntansi, angka disusun berdasarkan standar dan asumsi yang jelas. Semua terlihat rapi dan terukur. Namun realitas hidup tidak sesederhana itu. Ketidakpastian mulai dari kesehatan, biaya mendadak, hingga kebutuhan tak terduga, membuat banyak orang merasa harus selalu punya “cadangan ekstra”, meski secara logis kondisi keuangan sudah mencukupi.
Di sinilah muncul jarak antara stabilitas versi angka dan kecemasan versi pikiran.

Hidup cashless membuat pengeluaran terasa mengalir tanpa suara
Transaksi digital yang begitu mudah membuat uang terasa lebih cepat hilang. Satu kali tap atau geser layar sering kali tidak memberi sensasi “kehilangan” uang seperti membayar tunai. Akibatnya, banyak orang merasa was-was ketika mengecek saldo, meski transaksi yang dilakukan sebenarnya wajar.

Dalam akuntansi, setiap transaksi tercatat. Namun dalam kehidupan sehari-hari, perasaan kehilangan uang sering muncul lebih dulu dibanding bukti transaksinya.

Perbandingan sosial memperbesar kecemasan
Media sosial memperlihatkan pencapaian orang lain secara terang-terangan. Teman liburan, baru beli gadget, atau sudah mulai investasi. Melihat itu semua, banyak yang mulai mempertanyakan kondisi keuangannya sendiri.

Padahal, setiap orang memiliki konteks hidup yang berbeda, pendapatan, tanggungan, kesempatan, dan prioritas.
Tetapi otak sering kali hanya melihat satu hal: orang lain melaju, sementara diri sendiri terasa tertinggal.

Pengetahuan finansial justru kadang menambah tekanan
Memahami konsep aset, kewajiban, arus kas, dan risiko seharusnya membuat seseorang lebih siap menghadapi masa depan. Namun pada sebagian orang, pengetahuan itu justru membuat mereka lebih mudah menyadari apa saja yang belum dimiliki, atau risiko apa saja yang bisa terjadi.
Ironisnya, semakin mengerti tentang keuangan, semakin besar rasa takut akan ketidakstabilan.

Bagaimana berdamai dengan financial anxiety?
Tidak ada rumus tunggal, tetapi beberapa pendekatan dapat membantu kalian:

• Lihat lagi angka dengan jujur. Apakah benar kurang, atau hanya takut?
• Tentukan batas aman versimu sendiri. Bukan versi teman, bukan versi media sosial.
• Sadari bahwa hidup tidak harus langsung stabil. Bahkan perusahaan besar pun punya fase rugi, restrukturisasi, dan perbaikan.
• Berhenti membandingkan timeline hidup orang lain dengan timeline diri sendiri.
• Beri ruang untuk gagal, belajar, dan tumbuh.

Financial anxiety bukan tanda seseorang gagal mengatur keuangan. Sebaliknya, itu menunjukkan kepedulian terhadap masa depan. Yang terpenting adalah memastikan rasa cemas itu tidak mengambil alih kendali dan tidak menghambat langkah ke depan.

Kestabilan finansial bukan hanya tentang jumlah uang, tetapi juga tentang ketenangan dalam menjalaninya. Di usia 20-an, wajar jika masih merasa belum cukup. Wajar jika masih takut salah langkah. Yang penting adalah terus bergerak, memperbaiki kebiasaan, dan memahami bahwa perjalanan finansial setiap orang punya waktunya masing-masing.

PENULIS: FIFIAN EKA SURYADI s AMANDA PRISCILIA

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI SOSIALISASI PEMILAHAN LIMBAH DOMESTIK DESA KEMLOKO

Editor Redaksi
27 September 2026
0

Optimizing Waste Management Through Domestic Waste Separation Socialization in Kemloko Village 1Melinda Dewi Astuti, M. T, 2Mario Ega Saputra, 3Asyifa...

thumb

Analisis Yuridis Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden RI

Editor Nadia
23 September 2026
0

Fine Putry, 231010200393 [email protected] ABSTRACT This study examines the Constitutional Court Decision Number 90/PUU-XXI/2023 regarding the minimum age requirement for...

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

GERAK BERSERI :  Pemanfaatan Ember Cat Bekas dan  Aksi Gotong Royong Pembuatan Bak Sampah Permanen dari Herbel Bersama Masyarakat Desa Latak

Editor Redaksi
21 September 2026
0

GERAK BERSERI: Transforming Used Paint Buckets and Collaborative Construction of Permanent Waste Bins from Hebel Blocks with the Community of...

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Glapan melalui Peningkatan Kesadaran Kesehatan dan Pendampingan Pendidikan bagi Anak Sekolah

Editor Redaksi
17 September 2026
0

Community Empowerment in Glapan Village through Increased Health Awareness and Educational Assistance for School-Aged Children Andhika Setyo P.1, Iqbal Maulana...

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Analisis Yuridis Mekanisme Perampasan Aset dalam Sistem Hukum Indonesia

Editor Redaksi
9 September 2026
0

JURNAL HUKUM Volume 1, September 2026 Agra Maulana Fakultas Hukum Universitas Terbuka Bandung 24.1 [email protected] Abstrak Perampasan aset ialah alat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.