Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  2. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  3. Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

  4. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  5. Strategi Mengatasi Mismatch Pengelolaan Aset untuk Menjaga Stabilitas Keuangan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Rawat Diri agar Tetap Peduli: Relawan Kota Malang Ikuti Psikoedukasi “Bangkit Hati”

Rawat Diri agar Tetap Peduli: Relawan Kota Malang Ikuti Psikoedukasi “Bangkit Hati”

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
29 September 2026, 17.54 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Relawan Kota Malang

Malang, JurnalPost — Menjadi relawan sering kali identik dengan semangat memberi, hadir untuk membantu, serta mendahulukan kebutuhan orang lain. Namun, di balik peran tersebut, relawan juga memiliki batas, emosi, dan kebutuhan untuk menjaga kondisi dirinya sendiri.

Kesadaran itu menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Psikoedukasi Self-Compassion “Bangkit Hati” untuk Relawan yang diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur.

IKLAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Anjarie Dharmastuti, S.Psi., M.Sc., bersama tim dosen dan mahasiswa psikologi. Program “Bangkit Hati” dirancang untuk meningkatkan pemahaman relawan mengenai pentingnya self-compassion dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan selama menjalankan peran kemanusiaan.

Literasi Kesehatan Mental bagi
Baca Juga

Dosen BK FIP UNJ Dorong Literasi Kesehatan Mental bagi Peserta Didik Sekolah Rakyat di Bekasi

Nama “Bangkit Hati” merupakan akronim dari “BANGun diri KITa dari HATI”. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa kepedulian kepada sesama perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap diri sendiri.

Melalui kegiatan ini, para relawan diajak untuk mengenali keterbatasan diri, menerima pengalaman tanpa terlalu menghakimi diri sendiri, serta membangun kebiasaan memperlakukan diri dengan lebih baik.

“Menjadi relawan bukan berarti harus selalu kuat. Relawan tetap manusia yang dapat merasa lelah, sedih, dan kewalahan. Yang terpenting adalah mampu tetap hadir bagi sesama tanpa kehilangan diri sendiri,” menjadi semangat yang diangkat dalam kegiatan tersebut.

Relawan Juga Perlu Mendapatkan Kepedulian

Dalam kegiatan psikoedukasi, peserta diajak memahami bahwa kepedulian kepada orang lain tidak harus diwujudkan melalui pengorbanan diri secara berlebihan.

FoMO ke JoMO
Baca Juga

Dari FoMO ke JoMO: Belajar Menikmati Hidup Tanpa Harus Mengikuti Orang Lain

Dorongan untuk terus membantu terkadang membuat relawan mengabaikan kondisi fisik maupun emosionalnya sendiri. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan emosional dan memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sosial.

Melalui materi self-compassion, peserta diperkenalkan pada pemahaman bahwa merawat diri bukanlah bentuk egoisme. Sebaliknya, perhatian terhadap diri sendiri dapat menjadi bagian penting agar relawan tetap mampu membantu secara sehat dan berkelanjutan.

Dalam konsep yang dikembangkan oleh Kristin Neff, self-compassion merupakan sikap memperlakukan diri dengan kebaikan ketika menghadapi kesulitan, kegagalan, maupun kekurangan.

Konsep tersebut mencakup tiga elemen utama, yaitu self-kindness atau kebaikan terhadap diri sendiri, common humanity atau kesadaran bahwa kesulitan merupakan bagian dari pengalaman manusia, serta mindfulness atau kemampuan menyadari pikiran dan perasaan secara seimbang.

Putus Cinta
Baca Juga

Putus Cinta Bukan Berarti Kamu Tidak Berharga: Belajar Menerima Diri Setelah Hubungan Berakhir

Relawan Kota Malang
IKLAN

Belajar Peduli Tanpa Melupakan Diri Sendiri

Salah satu bagian yang menonjol dalam kegiatan “Bangkit Hati” adalah sesi refleksi peserta.

Para relawan mengaku mendapatkan sudut pandang baru mengenai cara mereka memperlakukan diri sendiri. Mereka menyadari bahwa selama ini perhatian, tenaga, dan dukungan lebih mudah diberikan kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya sendiri.

Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi pribadi yang peduli tidak berarti harus terus-menerus mengesampingkan kebutuhan diri.

“Selama ini saya berpikir membantu orang lain adalah hal yang utama, tetapi ternyata menjaga diri sendiri juga bagian dari proses membantu. Kalau kita terus memaksakan diri, justru kita bisa kehilangan kemampuan untuk hadir bagi orang lain,” ungkap salah satu peserta saat sesi refleksi.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian kepada sesama dan perhatian terhadap diri sendiri dapat berjalan bersama.

Relawan tetap dapat memberikan dukungan kepada orang lain tanpa harus mengabaikan kebutuhan emosional dan psikologisnya sendiri.

Membangun Relawan yang Lebih Tangguh dan Berkelanjutan

Melalui pendekatan edukatif dan reflektif, program “Bangkit Hati” tidak hanya memberikan pemahaman mengenai self-compassion, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan cara memperlakukan diri dengan lebih lembut.

Peserta dilatih untuk mengenali kritik diri yang berlebihan dan menggantinya dengan respons yang lebih suportif dan realistis, sebagaimana mereka memberikan dukungan kepada orang lain yang sedang menghadapi kesulitan.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa beristirahat bukanlah tanda kelemahan. Memberikan waktu bagi diri sendiri untuk pulih justru menjadi bagian penting agar seseorang mampu mempertahankan perannya dalam jangka panjang.

Melalui psikoedukasi “Bangkit Hati”, para relawan di Kota Malang diharapkan tidak hanya semakin kuat dalam menjalankan aktivitas kemanusiaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan psikologis dirinya sendiri.

Pada akhirnya, kepedulian kepada sesama dapat terus tumbuh ketika seseorang juga mampu memberikan ruang, perhatian, dan kebaikan kepada dirinya sendiri.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/rawat-diri-agar-tetap-peduli-relawan-kota-malang-ikuti-psikoedukasi-bangkit-hati/97897/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 15.04 WITA

  • #Bangkit Hati
  • #Kesehatan Mental
  • #Kota Malang
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #Relawan
  • #psikoedukasi
  • #self-compassion

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pertamina Patra Niaga Perkuat Kompetensi Tenaga Teknis melalui Pelatihan BPA dan BKJT di PPSDM Migas

HMI Cabang Pamekasan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Lewat Program BAKTI CITA

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Dosen UMI Bekali Santri Tahfidz Takalar Literasi Ekonomi Digital dan Hukum Keluarga

Pilihan Editor

  1. 1 Ratusan UMKM Ikut Kecipratan Rezeki, Fun Walk HUT ke-58 Semen Tonasa Dibanjiri Puluhan Ribu Warga
  2. 2

    Kurikulum yang Tak Tertulis di Pesantren: Antara Keteladanan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak

  3. 3

    Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Krisis Komunikasi Media Sosial dan Degradasi Etika Kebangsaan di Era Digital

  4. 4

    APBN 2027: Ekspansif atau Terlalu Optimistis di Tengah Ketidakpastian Global?

  5. 5

    Urgensi Pencegahan Perundungan Remaja di Surabaya: Antara Perlindungan dan Tanggung Jawab Sosial

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.