Oleh: dr. Fanty Filianovika, Sp.JP(K) Interv., FIHA, FAPSC, FICA (Dosen FK UNUSA) dan Tim Pengabdian Masyarakat UNUSA
Surabaya, JurnalPost.com – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan program VARISEHAT (Varises: Sadari, Edukasi, dan Antisipasi) di Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali varises sejak dini sekaligus memahami berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi melalui materi bertajuk “Varises, Bahayakah?” yang disampaikan oleh dr. Fanty Filianovika, Sp.JP(K) Interv., FIHA, FAPSC, FICA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan varises, faktor risiko, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal Varises dan Penyebabnya
Varises merupakan kondisi ketika pembuluh darah vena di bawah permukaan kulit mengalami pelebaran akibat gangguan pada fungsi katup vena. Gangguan tersebut menyebabkan aliran darah yang seharusnya kembali menuju jantung menjadi terhambat dan menumpuk pada bagian tertentu.
Kondisi ini paling sering terjadi pada tungkai. Secara kasat mata, varises dapat dikenali dari pembuluh darah yang terlihat membesar, menonjol, dan berkelok-kelok pada permukaan kulit.
Selain varises, peserta juga diperkenalkan dengan istilah spider vein, yakni pembuluh darah berukuran kecil yang tampak pada permukaan kulit menyerupai jaringan laba-laba atau garis berwarna merah hingga kebiruan.
Dalam pemaparannya, dr. Fanty menjelaskan bahwa pembuluh darah vena pada tungkai memiliki peranan penting dalam membawa darah kembali menuju jantung dengan melawan gaya gravitasi.
Katup yang terdapat di dalam pembuluh vena membantu menjaga agar darah tetap mengalir ke arah jantung. Ketika katup tersebut mengalami gangguan atau kerusakan, darah dapat kembali turun dan menumpuk pada tungkai.
Penumpukan tersebut kemudian meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah dan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan vena mengalami pelebaran.
Kenali Faktor Risiko Varises
Program VARISEHAT turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami varises.
Beberapa faktor risiko tidak dapat diubah, seperti bertambahnya usia, jenis kelamin, serta kondisi kehamilan. Sementara itu, terdapat pula faktor yang masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.
Faktor tersebut antara lain berat badan, tingkat aktivitas fisik, serta kebiasaan berada dalam posisi berdiri atau duduk terlalu lama.

Karena itu, masyarakat didorong untuk tetap aktif bergerak dan menghindari berada dalam satu posisi dalam waktu yang terlalu panjang, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas pekerjaan dengan intensitas duduk atau berdiri yang tinggi.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua varises menimbulkan keluhan berat. Namun, terdapat sejumlah tanda yang perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Peserta VARISEHAT diberikan pemahaman agar mewaspadai kondisi seperti perdarahan dari pembuluh vena yang menonjol, munculnya luka yang sulit sembuh, serta nyeri yang disertai pembengkakan dan kemerahan secara tiba-tiba.
Perubahan kondisi kulit juga perlu diperhatikan, terutama apabila kulit di sekitar area varises menjadi lebih gelap, terasa keras, atau mengalami rasa gatal yang berlangsung terus-menerus.
Mengenali tanda tersebut sejak awal dinilai penting agar gangguan pada pembuluh darah vena dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Pencegahan Dapat Dimulai dari Aktivitas Sehari-hari
Selain mengenali faktor risiko dan tanda bahaya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah vena.
Upaya tersebut antara lain rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan agar tetap ideal, serta menghindari duduk maupun berdiri dalam waktu terlalu lama.
Saat beristirahat, masyarakat juga dianjurkan untuk sesekali mengangkat posisi tungkai guna membantu aliran darah kembali menuju jantung.
Pada kondisi tertentu, penggunaan stoking kompresi juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengurangi keluhan, tetapi penggunaannya sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.
Pemahaman Peserta Mengalami Peningkatan
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUSA melakukan pre-test dan post-test terhadap para peserta untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah mengikuti edukasi.
Evaluasi dilakukan terhadap 44 peserta. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 86,1 pada pre-test menjadi 91,4 pada post-test, atau meningkat sekitar 5,2 poin.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui program VARISEHAT mampu menambah pemahaman peserta, terutama mengenai pengenalan varises, faktor risiko, tanda bahaya, serta upaya pencegahannya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa gangguan pembuluh darah vena tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.
FK UNUSA melalui program VARISEHAT berupaya memperkuat pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan pembuluh darah. Edukasi kepada masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap keluhan pada pembuluh darah vena.
Masyarakat juga didorong untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul dan melakukan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada gangguan vena.
VARISEHAT: Sadari Risikonya, Kenali Tandanya, Cegah Komplikasinya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda