Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

  2. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  3. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  4. Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

  5. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kader Kesehatan Perlu Paham Medical Escort, Bukan Sekadar Mendampingi Pasien dalam Perjalanan

Kader Kesehatan Perlu Paham Medical Escort, Bukan Sekadar Mendampingi Pasien dalam Perjalanan

A
Penulis: Ainul Rofik, dr., Sp.An, KIC
29 September 2026, 18.07 WITA • Editor: Rina Maharani
6 menit baca
Peserta membaca leaflet
Peserta membaca leaflet edukasi medical escort yang dibagikan sebagai panduan praktis selama kegiatan.

SURABAYA, JurnalPost.com — Mendampingi pasien menuju fasilitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan memastikan pasien tiba di tempat tujuan. Selama perjalanan, kondisi pasien tetap perlu dipantau, setiap perubahan harus dikenali, dan informasi penting mengenai kondisi pasien harus dapat disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Pemahaman tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Protokol Medical Escort: Integrasi Best Practice Transportasi Pasien untuk Kader Kesehatan di Kecamatan Wonocolo” yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Sabtu, 19 September 2026.

IKLAN

Sebanyak 48 kader kesehatan mengikuti kegiatan yang dikemas melalui pemaparan materi, diskusi, dan edukasi praktis mengenai pendampingan pasien selama proses transportasi.

Aisyah
Baca Juga

Bye Nyeri Punggung! 50 Kader Wonocolo Belajar Postur Sehat dan Tetap Aktif

Sejak awal kegiatan, peserta diajak memahami bahwa menjadi pendamping pasien memiliki peran, tanggung jawab, sekaligus batas kewenangan yang perlu diketahui agar keselamatan pasien tetap terjaga.

Medical Escort Bukan Sekadar Mengantar Pasien

Dalam konsep medical escort, pendamping membantu pasien selama perjalanan menuju maupun dari fasilitas pelayanan kesehatan dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan pasien.

Namun, peran tersebut tidak berarti kader mengambil alih tugas tenaga kesehatan.

Kader dapat membantu memperhatikan perubahan kondisi pasien, menjaga kenyamanan dan posisi pasien selama perjalanan, menyampaikan informasi kepada petugas kesehatan, serta membantu proses koordinasi apabila diperlukan.

Program VARISEHAT UNUSA
Baca Juga

Program VARISEHAT UNUSA Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Wonocolo tentang Deteksi Dini dan Pencegahan Varises

Sementara itu, tindakan medis yang membutuhkan kompetensi dan kewenangan profesional tetap harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Pemahaman mengenai batas peran tersebut penting karena kondisi pasien selama perjalanan tidak selalu dapat diprediksi. Pasien yang sebelumnya terlihat stabil dapat mengalami perubahan kondisi sehingga kader perlu memahami kapan dapat terus melakukan pendampingan dan kapan harus segera meminta bantuan tenaga kesehatan.

Suasana
Pemateri menjelaskan prinsip pendampingan pasien dalam transportasi, sementara peserta mengikuti demonstrasi di dalam ruangan.

Sebelum Berangkat, Pastikan Kondisi Pasien

Salah satu bagian penting dalam materi yang disampaikan kepada peserta adalah persiapan sebelum pasien dibawa menuju fasilitas kesehatan.

Pendamping diperkenalkan dengan prinsip check first, yakni melakukan pemeriksaan awal terhadap hal-hal penting sebelum perjalanan dimulai.

Upaya meningkatkan
Baca Juga

Dari Kader untuk Masyarakat, FK UNUSA Perkuat Literasi Kanker Payudara di Wonocolo

Identitas pasien perlu dipastikan terlebih dahulu. Kondisi umum pasien juga harus diperhatikan, termasuk kesiapan dokumen atau surat rujukan apabila tersedia.

Obat-obatan dan kebutuhan khusus pasien selama perjalanan juga perlu dipastikan telah dipersiapkan. Selain itu, posisi pasien dan keamanan kendaraan tidak boleh diabaikan.

Leaflet edukasi yang dibagikan kepada peserta merangkum tahapan tersebut dalam bentuk yang lebih sederhana dan praktis.

Dengan adanya leaflet, materi yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat kembali dibaca ketika kader harus mendampingi pasien di lingkungan masyarakat.

Selama Perjalanan, Kondisi Pasien Tetap Dipantau

Ketika kendaraan mulai bergerak, tanggung jawab pendamping belum selesai.

Kondisi pasien perlu terus diperhatikan selama perjalanan. Beberapa hal yang perlu dipantau antara lain tingkat kesadaran, kondisi pernapasan, nyeri atau rasa tidak nyaman, perdarahan, serta perubahan kondisi umum pasien.

Prinsip sederhana yang diperkenalkan kepada kader dalam kegiatan ini adalah “Pantau, Komunikasikan, dan Lindungi.”

Kader perlu memantau kondisi pasien, mengomunikasikan setiap perubahan yang ditemukan, serta melindungi pasien dari berbagai risiko selama perjalanan, termasuk risiko jatuh atau cedera.

Suasana edukasi dibuat interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan materi secara teoritis.

Peserta juga memperoleh gambaran melalui contoh situasi yang mungkin terjadi ketika pasien dibawa menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

IKLAN

Kader Perlu Mengenali Tanda Bahaya

Kemampuan mengenali tanda bahaya menjadi bagian penting dalam proses pendampingan pasien.

Beberapa kondisi tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa, di antaranya penurunan atau kehilangan kesadaran, kesulitan bernapas berat, perdarahan dalam jumlah banyak atau tidak terkendali, kejang, serta nyeri dada hebat.

Kelemahan tubuh yang muncul secara mendadak, kesulitan berbicara, wajah tampak mencong, maupun kondisi pasien yang memburuk dengan cepat juga menjadi tanda yang perlu mendapatkan perhatian segera.

Beberapa tanda bahaya tersebut turut dicantumkan dalam leaflet sebagai panduan praktis bagi kader ketika melakukan pendampingan.

Meski demikian, kader tidak dituntut untuk mengambil alih penanganan medis.

Justru, salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki kader adalah memahami batas kemampuan serta mengetahui kapan harus segera meminta pertolongan tenaga kesehatan atau layanan kegawatdaruratan.

Peserta aktif
Peserta aktif berdiskusi dan memberikan respons selama pemaparan materi medical escort.

Informasi Pasien Jangan Hilang Saat Serah Terima

Pendampingan belum sepenuhnya selesai ketika pasien telah tiba di fasilitas kesehatan.

Proses serah terima informasi kepada petugas kesehatan memiliki peran penting karena dapat membantu tenaga medis memahami kondisi yang dialami pasien sebelum tiba di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pendamping perlu mampu menjelaskan identitas pasien, keluhan yang dialami, waktu mulai munculnya perubahan kondisi, tindakan yang telah dilakukan, hingga perubahan penting yang terjadi selama perjalanan.

Informasi yang sederhana tetapi akurat dapat membantu petugas kesehatan memperoleh gambaran awal mengenai kondisi pasien.

Diskusi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menghubungkan materi yang diperoleh dengan situasi nyata yang mungkin mereka temui saat mendampingi masyarakat.

Berbagai pertanyaan dari kader membantu memperjelas tindakan yang masih dapat dilakukan dalam kapasitas mereka dan kondisi yang membutuhkan keterlibatan tenaga kesehatan secara segera.

Kader Siap, Pasien Lebih Aman

Penguatan pemahaman mengenai medical escort menjadi salah satu langkah penting agar kader kesehatan mampu menjalankan perannya secara lebih terarah dan aman.

Kader memang tidak harus menjadi tenaga medis untuk dapat membantu menjaga keselamatan pasien.

Namun, mereka perlu memahami apa yang harus diperhatikan, informasi apa yang harus disampaikan, bagaimana menjaga keamanan pasien selama perjalanan, dan kapan pertolongan profesional harus segera diminta.

Penguatan kapasitas kader kesehatan tersebut juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera atau Good Health and Well-being.

Pemahaman mengenai medical escort dapat mendukung peningkatan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan sebelum pasien tiba di fasilitas kesehatan, membantu mengurangi risiko perburukan kondisi selama perjalanan, sekaligus mendukung akses pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas.

Melalui pemaparan materi, diskusi, demonstrasi, dan leaflet edukasi, peserta memperoleh bekal praktis yang dapat diterapkan ketika mendampingi pasien di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, tujuan pendampingan bukan hanya membuat pasien sampai ke fasilitas kesehatan.

Pasien perlu sampai dengan aman.

Kader siap, pasien lebih aman.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kader-kesehatan-perlu-paham-medical-escort-bukan-sekadar-mendampingi-pasien-dalam-perjalanan/97899/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 16.38 WITA

  • #Kader Kesehatan
  • #Pengabdian Masyarakat
  • #kesehatan
  • #keselamatan pasien
  • #medical escort
  • #transportasi pasien
  • #unusa
  • #wonocolo

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kurikulum yang Tak Tertulis di Pesantren: Antara Keteladanan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak

Dosen UMI Bekali 30 Santri Tahfidz Pesantren Mizanul Ulum Literasi Keuangan dan Kewirausahaan Digital

Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

Pilihan Editor

  1. 1 Cegah Kanker Serviks, KESDM Gelar Vaksinasi HPV di PPSDM Migas Cepu, Diikuti 87 Peserta
  2. 2

    Dosen dan Mahasiswa FH UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Warga Rungkut Kidul soal Hukum Keluarga, Digital, dan UMKM

  3. 3

    Asap Tebal Tak Surutkan Semangat, Tim 15 Ekspedisi Patriot UI Bekali UMKM Pala Werianggi-Werabur Keterampilan Branding dan Fotografi Produk

  4. 4

    Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Soroti Krisis Komunikasi Media Sosial dan Degradasi Etika Kebangsaan di Era Digital

  5. 5

    Koalisi Pemuda Jakarta Soroti Seleksi Ahmad Rijal di DTKJ, Desak Pemprov DKI Lakukan Evaluasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.