Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

  2. Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

  3. Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya Amati Langsung Proses Persidangan di Pengadilan Agama Surabaya

  4. Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

  5. Ketika Kursi Lawan Kosong: Potret Sidang Perceraian di Pengadilan Agama Surabaya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dari Kader untuk Masyarakat, FK UNUSA Perkuat Literasi Kanker Payudara di Wonocolo

Dari Kader untuk Masyarakat, FK UNUSA Perkuat Literasi Kanker Payudara di Wonocolo

D
Penulis: dr. Aditya Bhayusakti, Sp.B, FINACS
29 September 2026, 18.12 WITA • Editor: Rafi Adinata
6 menit baca
Upaya meningkatkan

SURABAYA, JurnalPost.com — Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan perempuan tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Di tengah masyarakat, kader kesehatan memiliki posisi strategis untuk menyampaikan informasi, membangun kesadaran, sekaligus mendorong perempuan agar lebih peka terhadap perubahan pada tubuhnya.

Peran tersebut menjadi salah satu perhatian Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

IKLAN

Bertempat di Aula Kecamatan Wonocolo, kegiatan bertajuk “Transformasi Literasi Kesehatan Melalui Pembentukan Kelompok Pendukung (Support Group) Kanker Payudara pada Kader Masyarakat” diikuti 48 kader kesehatan dari lima kelurahan, yakni Bendul Merisi, Jemur Wonosari, Margorejo, Sidosermo, dan Siwalankerto.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diketuai oleh dr. Aditya Bhayusakti, Sp.B, FINACS.

Para kader mendapatkan edukasi mengenai kanker payudara, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, pentingnya mengenali kondisi normal payudara, hingga cara melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri atau SADARI.

Mengenali Perubahan Sejak Dini

Kanker payudara terjadi ketika sel pada jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali. Salah satu tanda yang dapat ditemukan adalah munculnya benjolan atau penebalan pada payudara.

Namun, tidak setiap benjolan berarti kanker.

Perubahan ukuran atau bentuk payudara, perubahan pada permukaan kulit, munculnya lekukan atau kerutan, puting yang tertarik ke dalam, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari puting juga merupakan kondisi yang perlu diperhatikan.

Kesadaran terhadap perubahan inilah yang menjadi dasar penting dalam deteksi dini.

Salah satu materi utama yang diperkenalkan kepada kader adalah SADARI. Pemeriksaan sederhana ini bertujuan membantu perempuan mengenali kondisi normal payudaranya sehingga perubahan baru dapat lebih cepat disadari.

SADARI dianjurkan dilakukan secara rutin setiap bulan. Pada perempuan yang masih mengalami menstruasi, pemeriksaan umumnya dilakukan sekitar hari ke-7 hingga ke-10 sejak hari pertama menstruasi. Sementara perempuan yang telah menopause dapat memilih tanggal yang sama setiap bulan agar pemeriksaan dilakukan secara konsisten.

SADARI Dimulai dari Melihat dan Meraba

Dalam praktiknya, SADARI dapat dimulai dengan mengamati kondisi payudara di depan cermin.

Perempuan dapat memperhatikan apakah terdapat perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan warna maupun tekstur kulit, munculnya lekukan atau kerutan, hingga perubahan posisi puting.

Tahap berikutnya dilakukan dengan meraba seluruh area payudara secara sistematis untuk mengetahui apakah terdapat benjolan atau penebalan yang sebelumnya tidak dirasakan.

Area ketiak juga perlu diperhatikan.

Pemeriksaan dapat dilakukan dalam posisi berdiri maupun berbaring. Posisi berbaring dapat membantu jaringan payudara tersebar lebih merata sehingga beberapa bagian lebih mudah diraba.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengenai tahapan SADARI.

Pendekatan tersebut dilakukan agar kader tidak berhenti pada tahap mengetahui istilah atau konsep, tetapi benar-benar memahami langkah pemeriksaan sehingga dapat meneruskan informasi tersebut kepada perempuan di lingkungan masing-masing.

Kader Menjadi Jembatan Informasi Kesehatan

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.

Kader aktif mengikuti materi, berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta mempraktikkan langkah-langkah SADARI. Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan menjadi lebih bermakna ketika peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam proses pembelajaran.

Pemilihan kader sebagai peserta juga memiliki tujuan jangka panjang.

Upaya meningkatkan

Kader merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki kedekatan dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Mereka mengetahui karakter masyarakat di sekitarnya serta memiliki ruang komunikasi yang sering kali lebih dekat dibandingkan pendekatan formal melalui fasilitas kesehatan.

IKLAN

Posisi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperluas literasi mengenai kesehatan payudara.

Pengetahuan yang diterima oleh satu kader dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, kelompok perempuan, maupun masyarakat yang lebih luas.

Menemukan Benjolan Bukan Berarti Langsung Kanker

Salah satu pesan penting yang perlu dipahami masyarakat adalah tidak langsung menyimpulkan diagnosis ketika menemukan perubahan pada payudara.

Apabila saat melakukan SADARI ditemukan benjolan, perubahan bentuk, perubahan pada kulit atau puting, maupun keluarnya cairan yang tidak biasa, langkah yang dianjurkan adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab perubahan tersebut.

Tenaga kesehatan dapat melakukan Pemeriksaan Payudara Klinis atau SADANIS. Jika dibutuhkan, pemeriksaan dapat dilanjutkan menggunakan metode seperti ultrasonografi (USG), mamografi, maupun pemeriksaan jaringan atau biopsi sesuai indikasi medis.

Dengan demikian, tujuan SADARI bukan membuat seseorang menentukan sendiri apakah dirinya mengalami kanker, melainkan membantu mengenali perubahan lebih awal dan mendorong pemeriksaan profesional ketika terdapat sesuatu yang tidak biasa.

Support Group untuk Memperkuat Dukungan

Selain edukasi mengenai SADARI, kegiatan ini juga diarahkan pada pembentukan support group atau kelompok pendukung kanker payudara di tingkat kader masyarakat.

FK UNUSA berupaya mendorong terbentuknya lingkungan yang tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai kanker payudara, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap perempuan yang menghadapi persoalan kesehatan tersebut.

Kelompok pendukung dapat menjadi ruang untuk berbagi informasi, pengalaman, dan dukungan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih terbuka membicarakan kesehatan payudara.

Keberadaan dukungan sosial menjadi penting karena persoalan kesehatan tidak selalu hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Kekhawatiran, rasa takut, maupun keengganan untuk menjalani pemeriksaan dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk mencari bantuan.

Kader yang memahami situasi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Dari 48 Kader, Informasi Diharapkan Menjangkau Lebih Banyak Perempuan

Keberhasilan edukasi kesehatan tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi yang dipahami peserta selama kegiatan berlangsung.

Dampak yang lebih besar justru dapat muncul ketika pengetahuan tersebut dibawa pulang, dibicarakan kembali, dan diterapkan di tengah masyarakat.

Sebanyak 48 kader yang mengikuti kegiatan di Wonocolo diharapkan menjadi titik awal penyebaran informasi mengenai kanker payudara yang lebih luas.

Ketika satu kader berbagi pengetahuan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya, satu kegiatan edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang dibandingkan jumlah peserta yang hadir di ruangan.

FK UNUSA berharap pendekatan berbasis kader tersebut dapat mendorong masyarakat menjadi semakin sadar terhadap kesehatan payudara, lebih peka ketika menemukan perubahan pada tubuh, serta tidak menunda pemeriksaan ketika terdapat tanda yang perlu dikonsultasikan.

Pada saat yang sama, lingkungan masyarakat diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih baik kepada perempuan yang membutuhkan pemeriksaan maupun menjalani proses pengobatan.

Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera atau Good Health and Well-being.

Melalui edukasi SADARI dan pembentukan support group di tingkat kader, kegiatan ini mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk kanker payudara, melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, pengetahuan sederhana yang diteruskan secara konsisten dapat membawa dampak yang lebih besar.

Dari kader yang memahami, diharapkan lahir masyarakat yang lebih sadar, lebih peduli, dan lebih berani mengambil langkah ketika menemukan perubahan pada kesehatan payudaranya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dari-kader-untuk-masyarakat-fk-unusa-perkuat-literasi-kanker-payudara-di-wonocolo/97900/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 22 Oktober 2026, 17.23 WITA

  • #FK UNUSA
  • #Kader Kesehatan
  • #Kanker Payudara
  • #SADARI
  • #deteksi dini
  • #literasi kesehatan
  • #wonocolo

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Simulasi Cicil Emas BRImo dan Galeri 24, DP 15 Persen dengan Tenor 12 Bulan, Berapa Angsurannya?

Bayar Jasa Dokter Kini Lebih Praktis, Pasien Bisa Pakai QRIS BRI

Pegawai DLH Pamekasan Ikuti Pelatihan Pengambilan Sampel Air di PPSDM Migas

KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HMI Cabang Pamekasan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim Lewat Program BAKTI CITA

Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

Bisnis Anak Muda di Era Digital: Antara Tren Viral, Ambisi Cuan, dan Tantangan Bertahan

Dari Beban Menjadi Pendapatan: Mengubah TPA Menjadi Aset Ekonomi Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Ratusan Pelari Ramaikan Road to Rawa Pening Heritage Run 2026, Jelajahi Jejak Sejarah Kota Semarang
  2. 2

    KADER MOLERA, Dosen FKM UMI Latih Kader Desa Marayoka Cegah Hipertensi pada Akseptor KB Hormonal

  3. 3

    Pelajaran Pancasila dari Sebuah Sikat Gigi

  4. 4

    Bantuan Sosial: Mana yang Lebih Efektif Memutus Rantai Kemiskinan?

  5. 5

    Asap Tebal Tak Surutkan Semangat, Tim 15 Ekspedisi Patriot UI Bekali UMKM Pala Werianggi-Werabur Keterampilan Branding dan Fotografi Produk

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.