Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Program Bina Diri pada Anak Cerebral Palsy

Program Bina Diri pada Anak Cerebral Palsy

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 Mei 2023, 16.42 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
cerebral palsy
Eurima Zahra (190154603276), Lulu Atul (190154603276) Nurani Cahya (220154609927), Rika Aulia (220154611194), Salma Azzahro (220154611341)

Abstrak

Anak Cerebral Palsy atau anak dengan hambatan pada sistem saraf merupakan bagian dari anak berkebutuhan khusus dalam aspek fisik motorik yang mengalami kerusakan pada salah satu bagian motorik otak sehingga akan menghambat kemampuan pada otak untuk mengendalikan gerak tubuh seperti gangguan keseimbangan, kekakuan, maupun susah berpindah tempat. Hal tersebut terjadi karena extrapyramidal atau pyramidal tract yang merupakan bagian dari struktur otak yang berfungsi mengatur sistem motorik manusia mengalami kerusakan. Dengan kondisi seperti itu sangat penting untuk diperhatikan dengan membuat program bina diri bagi anak cerebral palsy. Dibuatnya program bina diri bagi anak cerebral palsy bertujuan agar anak yang mengalami hambatan pada motoriknya dapat melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengembangkan kemampuan dalam mengurus dirinya sendiri agar tidak bergantung pada orang lain. ADL (Activities of Daily Living) merupakan program bina diri sekaligus bina gerak yang dapat diterpkan pada anak cerebral palsy. Kata Kunci : Cerebral palsy, bina diri, Activities of Daily Living

Pendahuluan

Program bina diri dimaksudkan sebagai upaya orang tua maupun guru untuk melatih dan mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari berupa kegiatan yang dilakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Pada saat ini tidak sedikit kasus yang terjadi terhadap eksistensi anak berkebutuhan khusus termasuk anak tundaksa yang mengalami hambatan dari segi fisik disebabkan gangguan pada fungsi tulang, otot, dan persendian sehingga penyandangnya mengalami hambatan dalam perkembangan motoriknya. Salah satu dari jenis pada anak tunadaksa adalah cerebral palsy. Clark (1964) menyebutkan bahwa cerebral palsy merupakan suatu kondisi kerusakan jaringan otak pada pusat motorik atau jaringan penghubungnya, yang kekal dan tidak progresif, yang terjadi pada masa prenatal, saat persalinan (neonatal) atau sebelum susunan saraf pusat menjadi cukup matur yang ditandai dengan adanya paralisis, paresis, dan gangguan kordinasi atau kelainan-kelainan fungsi motorik. Namun, masih banyak penanganan bagi anak cerebral palsy yang tidak didasarkan ataupun tidak melalui proses identifikasi dan asesmen. Sehingga penanganan tersebut seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak dengan hambatan fisik motorik. Sehingga dengan menerapkan program bina diri Activities of Daily Living (ADL) bagi anak cerebral palsy diharapkan dapat membantunya dalam melakukan kegiatan sehari-hari pada umumnya. Menurut Karsono (2014: 2) bina diri dan bina gerak merupakan program khusus bagi anak tunadaksa agar mereka dapat melakukan aktivitas hidup sehari-hari atau Activities of Daily Living (ADL) secara mandiri.

Pembahasan

Cerebral Palsy Istilah Cerebral Palsy tersusun dari dua kata yaitu “Cerebral” yang berarti otak dan “Palsy” yang berati lumpuh. Menurut Soebandi (2008: 15) “Cerebral palsy adalah suatu kelainan gerak dan sikap tubuh karena kerusakan yang bersifat tidak progesif pada organ otak”. Jadi Cerebral Palsy dapat didefinisikan sebagai bagian dari anak berkebutuhan khusus yang mengalami kerusakan atau kelumpuhan pada bagian otak. Kerusakan dan kelumpuhan tersebut menyebabkan anak dengan Cerebral Palsy mengalami kelainan bentuk tubuh, gerakan, dan beberapa disertai dengan gangguan psikologis dan sensoris. Cerebral Palsy diklasifikan dalam 3 jenis berdasarkan kriteria atau hambatan yang dialami di antaranya. Berdasarkan derajat kecacatan: • Ringan, berjalan dengan tanpa menggunakan alat, berbicara jelas, dan dapat menolong dirinya dalam aktivitas sehari-hari dan pendidikannya • Sedang, membutuhkan latihan khusus untuk dapat berbicara, berjalan dan mengurus diri • Berat, tidak dapat hidup sendri di tengah masyarakat sehingga membutuhkan perawatan tetap Berdasarkan topografi atau banyaknya anggota tubuh yang lumpuh : • Monoplegia, hanya lumpuh pada satu anggota gerak • Hemiplegia, lumpuh pada anggota gerak atas dan bawa di sisi yang sama • Diplegia, kelumpuhan pada kedua anggota gerak atas • Paraplegia, lumpuh pada kedua kaki kanan dan kiri • Triplegia, kelumpuhan pada tiga anggota gerak • Quandriplegia, anggota gerak atas dan bawah mengalami kecacatan pada seluruh tubuh atau kedua tangan dan kaki Berdasarkan fisiologi atau fungsi geraknya : • Spastik, kejang yang terjadi pada seluruh otot organ bicara • Dykenisia, gerakan tidak terkendali dan tidak terarah karena otot yang kaku tangan dan kaki sulit digerakkan yang dapat mengganggu mobilisasi • Ataxia, mengalami gangguan keseimbangan Bina Diri dan Bina Gerak Kata bina diri merupakan kata serapan dari bahasa inggris yaitu “self help” (Kirk, 1989: 136) atau “self care” (Kirk, 1989: 134) yang diperlukan sebagai keterampilan awal yang diajarkan orang tua untuk kehidupan anak sebagai upaya awal memandirikan mereka. Bina diri maupun bina gerak adalah program bagi anak tundaksa sebagai upaya berupa bimbingan dan latihan secara intens untuk membangun diri sebagai makhluk sosial maupun sebagai individu yang tidak lepas berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kegiatan bina diri mencakup makan, membasuh, perilaku penggunaan toilet, dan merias diri. Sedangkan bina gerak adalah susunan kegiatan pelatihan oleh guru pendidikan khusus yang dilakukan dengan terprogram terhadap anak yang mengalami hambatan pada otot, tulang atau sendinya yang dapat menyebabkan gangguan dalam melakukan aktivitas mobilitas. Program bina diri dan bina gerak yang disebut “Activities of Daily Living” dibuat atas dasar kecakapan gerak yang terbatas pada anak Cerebral Palsy sehingga antara keterampilan bina diri akan selalu berkaitan dengan keterampilan gerak. Program ADL bagi anak Cerebral Palsy ini memiliki beberapa tujuan yang sangat bermanfaat bagi anak Cerebral Palsy: • Mampu menggerakan otot dengan sinkron, seimbang, sehat, dan kuat sehingga dapat melakukan gerakan sesuai dengan fungsinya. • Mampu mnegadaptasikan diri terhadap lingkungan dan mengatasi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari • Mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam senso-motorik • Dengan melakukan program ADL ini diharapkan dapat mengembangkan potensinya secara optimal Implementasi program Activities of Daily Living atau bina diri dan bina gerak pada anak cerebral palsy dapat dilakukan dengan melaksanakan asesmen dengan mengumpulkan informasi terkait kemampuan dan kebutuhan anak dalam aspek bina diri dan bina gerak. Data atau hasil yang diperlukan dalam asesmen tersebut hendaknya memuat kemampuan anak dalam hal berkomunikasi dan sosialisasi, derajat gerak sendi, kekuatan otot-otot, kemampuan gerak dasar tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dan keseimbangan serta ketidakmampuan gerak tubuh. Dengan mengetahui hal tersebut dapat dijadikan acuan dasar dalam menentukan pelatihan dalam program bina diri dan bina gerak yang akan diberikan pada anak cerebral palsy. Activities of Daily Living merupakan latihan terprogram sehingga setelah mendapatkan data dari hasil asesmen dapat membuat rancangan program latihan ADL yang mencakup nama peserta didik, alokasi waktu, jumlah pertemuan, komptensi dasar, tujuan, materi, sumber, media dan alat pembelajaran beserta pelaksanaan program. Dalam melaksanakan rancangan program yang telah dibuat dapat dilakukan oleh ahlinya atau orang-orang yang kompeten seperti terapi okupasi dan fisio terapi. Pada tahap akhir pelaksanaan program bina diri dan bina gerak adalah evaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kendala yang terjadi dalam melaksanakan program ADL pada anak cerebral palsy. Ruang terapi okupasi dapat dijadikan salah satu tempat untuk melakukan pelatihan bina diri. Menurut Assjari (2010) berdasarkan program dan langkah terapi okupasi Activities of Daily Living, ruangan yang dibutuhkan yaitu: • Kamar mandi untuk terapi kebersihan badan • Kamar tidur untuk terapi berpakaian dan berhias • Ruang makan dan dapur dipakai dalam aktivitas terapi makan dan minum • Ruang belajar bersama untuk terapi adaptasi lingkungan • Seluruh ruangan terapi okupasi untuk terapi keselamata diri Kesimpulan Cerebral palsy (CP) merupakan klasifikasi tunadaksa yang cukup berat bagi penyandangnya karena hal tersebut mempengaruhi gerak, keseimbangan dan postur tubuh. Oleh karena itu anak cerebral palsy memerlukan program bina diri dan bina gerak yang sering disebut dengan Activities of Daily Living agar dapat memudahkan anak Cerebral Palsy dalam melakukan aktifitas sehari-hari seperti anak pada umumnya. Bina diri dan bina gerak bina diri dimaksudkan sebagai upaya orang tua maupun guru untuk melatih dan mengembangkan kemampuan anak berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka membangun diri baik sebagai individu maupun makhluk sosial. Penulis : Eurima, Lulu, Nurani, Rika, Salma Universitas Negeri Malang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/program-bina-diri-pada-anak-cerebral-palsy/49019/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.13 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.