JurnalPost.com - Kecerdasan buatan yang sering kita sebut “AI (Artificial intelligence)” sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, baik di bidang industri, pendidikan, bisnis dan kesehatan. Kecerdasan artificial dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pada berbagai aplikasi seperti, aplikasi belanja, aplikasi permainan, aplikasi perbankan dan media sosial. Prinsip dasar dari kecerdasan buatan adalah memodelkan suatu proses berfikir manusia dan mendesain suatu mesin agar dapat meniru perilaku manusia tersebut, seperti pengenalan wajah, penalaran logis, serta pengambilan keputusan.
Kategori dari kecerdasan buatan banyak jenisnya, sebagai contoh yaitu neural network yang meniru jaringan saraf manusia. Menurut buku artificial intelligence karya imam robandi yang terbit tahun 2019, “Neural Network adalah ilmu perhitungan lunak (soft computing) yang mengadopsi kemampuan otak manusia untuk mampu memberikan stimulasi atau rangsangan, melakukan proses, dan memberikan output. Output diperoleh dari variasi stimulasi dan proses yang terjadi di dalam otak manusia. Kemampuan manusia dalam memproses informasi merupakan hasil kompleksitas proses di dalam otak. Kekuatan komputasi yang luar biasa dari otak manusia merupakan suatu keunggulan dalam kajian ilmu pengetahuan”.
Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan buatan sudah banyak digunakan, namun banyak orang yang tidak menyadari akan hal tersebut. Contoh penggunaan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
1. Search Engine Penggunaan kemampuan search engine tidak bisa lepas dari aktivitas kita sehari-hari, dalam pencarian website yang kita inginkan tentunya menggunakan search engine seperti google, yahoo, bing akan mempermudah pencarian kita, hal tersebut merupakan penggunaan AI yang sering kita lakukan pada kehidupan sehari-hari.
2. Chat GPT Chat GPT (Generative Pre-training Transformer) merupakan sistem kecerdasan buatan yang menggunakan sistem percakapan, dimana user dapat memasukkan teks pertanyaan kemudian sistem dapat memberikan jawabannya. Penggunaan teknologi ini dapat mempermudah berbagai macam pekerjaan.
3. Media Sosial kecerdasan buatan pada media sosial contohnya dapat dilihat pada proses feed yang dilakukan pada media sosial seperti facebook, instagram maupun tiktok dimana aplikasi tersebut dapat memberikan saran pertemanan, saran konten yang dilihat dan penyaringan berita hoax.
4. Game Online kecerdasan buatan diterapkan pada game online dapat di lihat pada game seperti pada game PUBG maupun Free Fire, dimana game tersebut menyediakan pemain yang disebut bot agar kekurangan jumlah lawan bisa diisi dengan karakter yang dikendalikan secara algoritma oleh komputer
5. Aplikasi Transportasi Online Transportasi yang bisa dipesan secara online seperti grab dan gojek menerapkan kecerdasan buatan berupa perkiraan waktu tiba pengendara.
6. Aplikasi Musik dan Film Berlangganan Aplikasi musik dan film terdapat penggunaan teknologi kecerdasan buatan berupa rekomendasi tontonan sebelumnya maupun rekomendasi judul, contoh aplikasi musik yang menggunakan teknologi tersebut yaitu spotify dan aplikasi film yaitu netflix.
Potensi collaborative robot sebagai asisten di rumah tangga
Sumber foto : www.dailycoffeenews.com
Salah satu teknologi AI di bidang robotika yang sedang populer adalah collaborative robot, dimana robot tersebut dapat berdampingan dengan manusia. Dibidang industri, collaborative robot sudah banyak digunakan, yaitu untuk perakitan mobil, pengelasan, pengecekan barang menggunakan kamera dan lainnya. Kelebihan utama collaborative robot dibandingkan dengan industrial robot yaitu collaborative robot dapat bekerja berdampingan langsung dengan manusia. Robot tersebut dapat membantu pekerjaan manusia dengan tingkat keamanan tinggi sehingga dapat digunakan pada area kerja manusia dan berkolaborasi dengan manusia, Collaborative robot dapat diatur keamanannya yaitu ketika lengannya memasuki area manusia maka kecepatannya bisa berkurang dan apabila bersentuhan dengan manusia maka robot dapat berhenti, maka dari itu tidak memerlukan pembatas antara area kerja manusia dan area kerja robot.
Selain tingkat keamanan yang tinggi, collaborative robot dapat sangat mudah untuk instalasi dikarenakan bobot dari robot tersebut minimal adalah sekitar 11.2 Kg dan hanya membutuhkan supply tegangan rumah seperti biasa yaitu 220 Volt AC dengan penggunaan daya sekitar 300 watt. Dengan supply listrik seperti tegangan rumah seperti pada umumnya pada rumah tangga, robot tersebut dapat di pindahkan berdasarkan posisi yang kita inginkan. Selain itu, kumudahan lainnya yaitu pemrogramannya yang sangat mudah sehingga tidak memerlukan kemampuan pemrograman yang tinggi.
Aplikasi penggunaan collaborative robot bisa digunakan dalam berbagai kreasi yaitu ada yang tempatkan pada meja makan digunakan untuk meracik makanan, ada yang menggunakan di sebuah coffee shop agar dapat membuat kopi dan ada pula yang sudah mengembangkan untuk pengisian bahan bakar kendaraan. Tentu kedepannya hal ini dapat dikembangkan lagi sehingga mungkin saja di rumah-rumah akan mempunyai sebuah collaborative robot untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Collaborative robot merupakan robot yang fleksibel karena merupakan robot yang dapat di program dengan mudah oleh penggunanya, sehingga dapat diatur dan digunakan untuk berbagai keperluan.
Semoga kedepannya teknologi AI dapat terus berkembang dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan baik di rumah tangga sekalipun, perkembangan yang diharapkan penulis yaitu berupa perangkat, fleksibilitas maupun dari biaya investasi agar setiap masyarakat pada umumnya dapat menikmati perkembangan itu.
Penulis: Risaf Nazaruddin Mahasiswa S2 Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda